020509 Pendapatan Indonesia Ferry Tumbuh 20%

ferryJAKARTA–PT Indonesia Ferry berhasil membukukan pendapatan sebesar 805,2 miliar rupiah atau tumbuh 20 persen selama periode 2008 jika dibandingkan tahun 2007 dengan nilai  642,7 miliar rupiah.

Tidak hanya pendapatan yang mengalami pertumbuhan, laba bersih dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa angkutan penyeberangan, laut, dan pelabuhan penyeberangan itu juga melonjak dua kali lipat pada 2008.

Jika pada 2007  laba bersih Indonesia Ferry hanya  54,8 miliar rupiah, maka pada tahun lalu naik menjadi  103,2 miliar rupiah.

“Semua ini karena transformasi bisnis yang dilakukan manajemen sejak 8 bulan lalu,” ungkap Direktur Utama Indonesia Ferry Bambang Soerjanto di Jakarta, Jumat (1/5).

Dijelaskannya, transformasi yang dilakukan adalah memperkuat sistem teknologi informasi agar Good Corporate Gorvenance (GCG) dapat diterapkan guna menekan kebocoran pendapatan.

“Selama ini di pelabuhan penyeberangan itu terkenal istilah uang setan dimakan hantu. Berkat transformasi yang dilakukan, uang setan bisa menjadi pendapatan bagi perseroan,” jelasnya.

Selanjutnya dikatakan, perseroan sedang  melakukan perbaikan dan menata ulang pelabuhan-pelabuhan yang berada di sabuk selatan Indonesia.

“Sabuk selatan selama ini menyumbang 75 persen bagi pendapatan perusahaan. Tidak hanya itu,  pelabuhan-pelabuhan itu juga menguasai 70 persen pergerakan transportasi,” katanya.

Diungkapkannya, perbaikan dan penataan akan  difokuskan pada  17 pelabuhan, diantaranya adalah pelabuhan Bakauheni (Lampung), Ketapang (Bali), Bajo (Sulawesi), Ambon (Maluku), dan Balikpapan (Kalimantan Timur)

Hingga saat ini proses perbaikan yang menelan dana sekitar  90 miliar rupiah tersebut telah mencapai 56 persen. “Akhir 2009 diperkirakan sudah selesai” ujar Bambang.

Tidak hanya sabuk selatan,  Indonesia Ferry juga  berencana menjadikan 34 pelabuhan di Indonesia bisa semoderen Pelabuhan Merak, Banten, di tahun 2010.

“Di Merak-Bakauheni akan dibangun dermaga 5 yang akan selesai menjelang Lebaran nanti. Nilai investasinya sebesar 80 miliar rupiah patungan dengan Dephub. Jika infrasturktur itu sudah selesai akan meningkatkan trafik,” jelasnya.

Berkaitan dengan akan dioperasikannya jembatan Suramadu tak lama lagi, Bambang memperkirakan akan ada potensial kerugian dialami Indonesia Ferry untuk rute Suarabaya-Madura sekitar 50 persen dari pendapatan saat ini.

“Biasanya tiket terpadu di ujung kamal menyumbang 30 miliar rupiah. Kalau jembatan itu sudah diaktifkan bisa menjadi 16 miliar saja pendapatan dari rute itu berkontribusi,” jelasnya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s