010509 Tender BWA: Pemerintah Harapkan Setiap Zona Diikuti Lima Peserta

JAKARTA—Pemerintah mengharapkan setiap zona dari tender Broadband Wireless Access (BWA) akan diikuti oleh lima peserta untuk mendapatkan harga penawaran terbaik dan menimbulkan kompetisi dalam pelayanan.

“Kami memang menginginkan peserta sebanyak-banyaknya di setiap zona. Minimal lima perusahaan atau lebih,” ujar Staf Ahli Menkominfo Suhono Harso Supangkat yang juga menjadi tim pengarah BWA, di Jakarta, Kamis (30/4).

Untuk diketahui, tender frekuensi 2,3 GHz itu rencananya dibagi menjadi 15 zona wilayah tender, yakni Sumatera Bagian Utara, Tengah, dan Selatan, Jabodetabek, Jawa Bagian Barat, Tengah, dan Timur.

Kemudian, Bali Nusa Tenggara, Papua, Maluku dan Maluku Utara, Sulawesi Bagian Selatan dan Utara, Kalimantan Bagian Barat dan Timur, serta Kepulauan Riau. Peserta tender maksimal boleh menawar dua blok frekuensi (30 MHz) di masing-masing zona.

Perusahaan yang tertarik untuk mengikuti tender sejauh ini diantaranya Telkom, Indosat, dan Bakrie Telecom. Sedangkan Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) rencanya akan membuat dua konsorsium untuk maju dalam tender tersebut.

Diperkirakannya, zona yang akan menjadi rebutan di kalangan peserta adalah wilayah Pulau Jawa atau area yang pasar internetnya telah terbentuk. “Dan sudah pasti harga untuk zona yang skala ekonominya tinggi akan lebih tinggi ketimbang area masih rendah penetrasinya. Saya perkirakan di zona Jawa akan ada dua pemenang nantinya,” jelasnya.

Berkaitan dengan permintaan dari Kadin Indonesia yang menyarankan operator jaringan dipilih sebagai pemenang tender, Suhono menegaskan, pemerintah akan berlaku adil untuk setiap peserta. “Alasan yang dipakai pemborosan infrastruktur itu tidak masuk akal. Pemerintah akan mendorong infrastruktur sharing dan teknologi terus berkembang,” katanya.
Ketika ditanya tentang harga untuk frekuensi yang dilelang, Suhono mengungkapkan, Depkominfi sudah mendiskusikannya dengan   Depkeu. “Harga  dasar  yang ditawarkan Postel akan disesuaikan dengan harga penawaran peserta tender. Depkeu yang akan menentukan harga layak sebagai jalan tengahnya,” katanya sambil menambahkan hingga saat ini belum mengetahui nama peserta tender yang telah mengambil dokumen.

Tender USO

Secara terpisah,  juru bicara Depkominfo Gatot S Dewo Broto mengungkapkan, prakualifikasi tender USO untuk paket I pengerjaan  meliputi  Propinsi  Sulawesi Utara,  Gorontalo,   Sulawesi Tengah,   Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan,  Sulawesi Tenggara dan Paket II meliputi Papua dan  Irian Jaya Barat kembali dibuka karena peserta yang lolos hanya dua untuk masing-masing paket.

Peserta yang lolos untuk penyediaan telepon pedesaan itu  adalah Telkom dan Indonesia Comnet Plus.  Sedangkan perusahaan yang tidak lolos di paket I adalah PT. Transnetwork Communication Asia dan di paket II yang gugur adalah  PT Barkatel Utama.

“Sesuai aturan tender tidak boleh hanya ada dua peserta. Kami membuka kesempatan untuk perusahaan lain mengikuti prakualifikasi hingga 4 Mei 2009. Sedangkan perusahaan yang telah lulus prakualifikasi otomatis bisa mengikuti tahap berikutnya jika sudaha da tambahan peserta tender,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s