010509 Satu Juta Orang Berlangganan TV Berbayar Secara Ilegal

JAKARTA—Praktik ilegal redistribution atau berlangganan TV berbayar secara ilegal di Indonesia mencapai satu juta pelanggan atau berbanding lurus jumlahnya dengan pelanggan yang berlangganan secara legal yakni satu juta pelanggan.

“Temuan dari salah asosiasi TV Kabel Se-Asia Pasific belum lama ini membuat saya miris. Hampir satu juta orang berlangganan konten TV berbayar secara ilegal. Padahal yang berlangganan secara sah jumlahnya juga sama,” ungkap Dirjen Sistem Komunikasi dan Diseminasi Informatika Depkominfo Freddy Tulung di Jakarta, Kamis (30/4).

Dijelaskannya, praktik ilegal redistribution dilakukan dengan membagi jaringan TV kabel ke pelanggan lainnya tanpa melalui jalur resmi. “Biasanya satu pelanggan berlangganan resmi. Setelah itu dilakukan multiduplex yang bisa dipakai hingga 200 pelanggan. Praktik semacam ini banyak ditemui di Banjarmasin dan Gorontalo, serta beberapa wilayah di Sumatera,” katanya.

Dikatakannya, praktik semacam ini merugikan negara dari potensi tarikan pajak dan pelanggaran hak cipta. “Citra Indonesia sebagai negara pembajak makin berkibar jika ini dibiarkan. Kami akan berkoordinasi dengan penegak hukum untuk mengatasi praktik ilegal ini,” katanya.

Secara terpisah, Presiden Direktur TelkomVision Rahardi Arsyad membantah angka fenomenal yang diungkap Freddy tersebut. “Memang ada yang berlangganan secara ilegal, namun jumlahnya tidak sebesar yang diungkapkan regulator. Paling banter hanya 300 hingga 400 ribu orang yang berlangganan secara ilegal,” katanya.

Dikatakan Rahardi, masyarakat yang berlangganan secara ilegal itu umumnya berada di wilayah pinggiran kota malalui kerjasama dengan operator kecil. “Kita tidak bisa menghambat perilaku redistribusi ilegal ini. Yang bisa kita lakukan memperkuat sistem pengamanan dan melegalkan pelanggan yang terlanjur berlangganan dengan cara yang salah melalui penawaran harga lebih renah,” katanya.

Menurut Rahardi langkah tersebut bisa dilakukan oleh TelkomVision karena lima konten yang dipegangnya memperbolehkan hal tersebut. Kelima konten itu diantaranya HBO, ESPN, Star Sport, Cartoon Network.

“Kita terpaksa mengalah dengan para operator itu. Jika harga dari penyedia konten sekitar 100 ribu rupiah, opertaor itu bisa membanting harga hingga 25 ribu rupiah. Kita inginnya harga itu harus naik menjadi sekitar 65 ribu rupiah,” katanya.

Sedangkan secara teknis langkah yang dilakukan adalah memperkuat sistem pengamanan dengan finger print dimana perangkat yang diketahui ilegal dikunci melalui sistem. “Tidak mungkin kita menyita perangkat. Tetapi mengunci melalui satelit itu bisa saja,” katanya.[dni]

1 Komentar

  1. Benar sekali kalau kami di Batam walaupun sudah ada kontrak dengan telkomvision namu tetap dikatakan Ilegal kira-kira apa yang menyebabkan kami ilegal sebab TV Cable redistribusi tersebut bukanlah penyelenggara penyiaran yang harus memiliki IPP kita hanya mendistribusikan dan itupun sudah ada kerjasama distribusi dengan Pihak Telkomvision jika hal tersebut salah letak kesal;ahannya dimana dan jika harus mengurus izin lagi apa yang harus kami lakukan dan Izin apa kira-kira
    Terima kasih


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s