300409 Pemenang Tender BWA Sebaiknya Penyelenggara Jaringan

wimax-1JAKARTA—Penyelenggara jaringan diharapkan akan keluar sebagai pemenang tender Broadband Wireless Acces (BWA) agar infrastruktur yang dimiliki bisa dioptimalkan.

“Penyelenggara jaringan telah berinvestasi besar di infrastruktur selama ini untuk membuka akses telekomunikasi. Jika tidak menjadi pemenang tender saya khawatir akan banyak dibangun infrastruktur yang condong memboroskan,” ujar Ketua Komite Tetap Bidang Telekomunikasi Kadin Johnny Swandi Sjam, di Jakarta, Rabu (29/4).

Dikatakannya, infrastruktur yang telah banyak dibangun oleh operator misalnya adalah menara atau backbone. “Jika pemenang tender penyedia jasa, mereka akan membangun infrastruktur dasar yang berujung makin crowded satu kota,” katanya.

Direktur Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaedi menambahkan, idealnya pemenang dari tender BWA tak lebih dari dua operator. “Akan sulit jika beberapa blok ada pemenang. Pemakaian frekuensi tidak akan optimal,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Basuki Yusuf Iskandar mengatakan peluang bagi penyelenggara jasa akan lebih besar jika maju dalam bentuk konsorsium. “Saya memberikan kesempatan pada semua pemain,” tegasnya.

Basuki mengatakan, untuk mengantisipasi tidak terjadi pemborosan infrastruktur, regulator tidak akan memberikan alokasi nomor bagi pemenang tender. ‘Jika itu dilakukan pemenang akan membangun banyak menara dan lainnya. Itu baru namanya pemborosan,” tegasnya.

Anggota BRTI Iwan Krisnandi memperkirakan zona yang akan menjadi rebutan peserta tender adalah di kota-kota besar. “Saya yakin seperti Jakarta akan banyak yang menawar. Soalnya teknologi wimax disebut-sebut solusi untuk meningkatkan kualitas layanan,” katanya.

Tender BWA di frekuensi 2,3 GHz sendiri telah resmi dibuka beberapa waktu lalau dan diperkirakan akan selesai pada Juni nanti. Pemerintah membagi spektrum atas 15 zona wilayah tender, yakni Sumatera Bagian Utara, Tengah, dan Selatan, Jabodetabek, Jawa Bagian Barat, Tengah, dan Timur.

Kemudian, Bali Nusa Tenggara, Papua, Maluku dan Maluku Utara, Sulawesi Bagian Selatan dan Utara, Kalimantan Bagian Barat dan Timur, serta Kepulauan Riau. Pemerintah juga sudah memastikan tidak ada masalah untuk guardband atau pita pembatas untuk zona-zona wilayah tersebut. Peserta tender maksimal boleh menawar dua blok frekuensi (30 MHz) di masing-masing zona.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s