290409 Sektor Telekomunikasi Dominasi Iklan TV

televisiJAKARTA–Industri telekomunikasi mendominasi belanja iklan di media Televisi (TV) untuk kuartal pertama tahun ini.

Senior Manager Business Development Media Indonesia Nielsen Company, Maika Randini mengungkapkan, pebelanja iklan terbesar pada periode itu dipegang oleh  iklan SMS berlangganan atau SMS premium yang mencapai  250,025 miliar rupiah.

“Iklan ini biasanya muncul setiap saat yang mengajak masyarakat berlangganan SMS premium,” ujarnya di Jakarta, Rabu (28/4).

Peringkat kedua pebelanja iklan adalah operator seluler  Axis (Rp 78,921 miliar),  setelah itu disusul iklan Clear Anti Ketombe (Rp 73,777 miliar), iklan operator seluler Three (Rp 70,527 miliar), iklan milik operator seluler  XL (Rp 70,527 miliar), iklan Molto Ultra Sekali Bilas (Rp 60,851 miliar), iklan Aqua (Rp 59,145 miliar), iklan Sunlight (Rp 56,444 miliar), dan iklan operator Fixed Wireless Access (FWA) Esia (Rp 49,299 miliar).

“Jika digabung semua pemasang iklan besar itu, tidak salah diklaim sektor telekomunikasi pebelanja iklan terbesar dengan 523 miliar rupiah dan  dan posisi kedua untuk iklan pemerintah dan organisasi politik sebesar 316 miliar rupiah,” katanya.

Namun, diingatkannya, besaran belanja iklan itu belum menunjukkan angka sebenarnya karena survei pengamatan langsung eksposure iklan (gross rate card) di tiga jenis media, yakni 102 jenis koran, 19 stasiun televisi, dan 163 jenis majalah  tanpa menghitung diskon, promo, dan
Iklan baris.

Secara terpisah, VP Marketing Communication XL Turina Farouk menjelaskan belanja iklan XL tidaklah sebesar yang diungkap Nielsen. “Ada diskon dan promo. Tidak sebesar itu kami beriklan kuartal pertama tahun ini,” elaknya.

Namun Turina mengakui agresifitas beriklan dibayar dengan meningkatnya penjualan dan pendapatan perusahaan. “Besarannya sedang dihitung,” jelasnya.

Iklan Politik
Berkaitan dengan iklan milik partai politik, Maika mengatakan,  Partai Demokrat membelanjakan sebanyak  59,143 miliar rupiah  atau sebanyak 6.531 spot iklan di media televisi sepanjang tahun periode di atas.

Di posisi kedua, Partai Golkar menyusul dengan mengeluarkan anggaran sekitar 57,035 miliar rupiah atau sebanyak 6.026 spot iklan.

Kedua partai tersebut masuk ke dalam sepuluh besar pengiklan di media televisi dalam kurun tiga bulan kemarin.

Partai lain yang juga banyak belanja iklan di televisi di antaranya, Partai Gerindra (2.342 spot iklan), PDI Perjuangan (1.764 spot iklan), PKS (1.702 spot iklan), PAN (1.437 spot iklan), Partai Hanura (707 spot iklan), PPP (693 spot iklan), PKB (624 spot iklan), dan PIS (526 spot iklan).

” Partai Golkar lebih memfokuskan belanja iklannya di media cetak koran dengan anggaran sebanyak 128,045 miliar rupiah  sepanjang kuartal pertama 2009,” ungkapnya.

Anggaran sebanyak itu digunakannya untuk 9.252 spot iklan di koran.Di posisi kedua partai pengiklan terbesar di koran, adalah Partai Demokrat yang menggelontorkan dana sebesar  61,495 miliar rupiah  pada 4.480 spot iklan.

Partai lainnya yang masuk di jajaran sepuluh besar pengiklan di koran, di antaranya PDI Perjuangan (Rp 45,453 miliar pada 5.513 spot iklan), PAN (Rp 33,064 miliar pada 4.127 spot iklan), PKS (Rp 25,95 miliar pada 2.518 spot iklan)

Pengiklan lain yang juga dominan di koran, di antaranya ATPM  Honda (Rp 47,78 miliar), Pemda Sumatera Selatan (Rp 30,575 miliar), Hypermart (Rp 27,318 miliar), Nokia (Rp 26,349 miliar), dan Suzuki (Rp 23,465 miliar).

“Belanja iklan pemerintah dan organisasi politik menempati posisi teratas di koran, mengungguli sektor telekomunikasi,” katanya.[Dni]