250409 Rute Darwin Ditawarkan Ke Maskapai Lain

lion air pesawatJakarta —Departemen Perhubungan (Dephub) menimbang untuk menawarkan rute penerbangan ke Darwin , Australia , bagi maskapai lokal yang tertarik menggantikan Garuda Indonesia .

“Saya kurang setuju Garuda meninggalkan rute tersebut. Tetapi jika mereka (Garuda) tidak mau berubah pikiran, terbuka kemungkinan rute itu ditawarkan ke maskapai lokal lainnya yang mau menggarap,” ujar Menteri Perhubungan Jusman Syafeii Djamal di Jakarta, Jumat (24/4).

Jusman menegaskan, masih ada beberapa maskapai yang mampu untuk menerbangi rute tersebut seperti Lion Mentari Airlines (Lion Air)  dan Mandala Airlines atau melakukan kerjasama code share.

Dijelaskannya penerbangan ke Darwin telah dilakukan sejak lama dan sangat disayangkan bila rute tersebut ditutup gara-gara hanya karena load factornya turun drastis. Apabila rute benar-benar tutup, diperkirakan nantinya akan menjadi masalah. Karena untuk membukanya lagi butuh perizinan lagi.

Jusman masih berharap garuda tidak menutup sepenuhnya penerbangan ke kota di negeri kanguru tersebut. “kami sudah mengimbau agar Garuda memikirkan lagi untuk menutup jalur ini. Apalagi Garuda sudah mendapatkan special treatment dari pemerintah setempat untuk mendapatkan dukungan dana,” ujarnya.

Sebelumnya, Garuda memutuskan untuk menutup rute Denpasar – Darwin akibat menurunnya tingkat isian (load factor) di rute tersebut. Hal ini disebabkan oleh terus menurunnya penumpang akibat krisis keuangan global. Sebelumnya, maskapai asal Australia , Qantas dan Royal Brunei juga menutup rute yang sama.

Meskipun pemerintah negara bagian Australia Utara, di mana kota Darwin menjadi ibukotanya, telah menjamin untuk memberikan bantuan agar rute tersebut tetap hidup. Garuda berkeras menutup karena dianggap sudah tidak ekonomis lagi.

Lion Air

Pada kesempatan lain, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan, perseroan sedang mengaplikasikan program  Safety Management System (SMS) sebagaimana yang berlaku  secara internasional dalam dunia Penerbangan.

Safety Management System (SMS) merupakan salah satu program safety yang harus dilaksanakan oleh seluruh operator  penerbangan di seluruh dunia sesuai instruksi ICAO (International Civil Aviation Organization) melalui Document 8959 sejak 1 Januari 2009.

Lion Air dalam penerapan program SMS, tertuang dalam SMS Manual yang sudah mendapatkan pengesahan (Approval) dari Departemen Perhubungan pada tanggal 24 Januari 2009. Program SMS ini telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan Lion Air  baik yang bertugas di kantor pusat maupun di  daerah dimana terdapat kegiatan operasional Lion Air.

Dikatakannya, SMS menggunakan pendekatan keselamatan dan keamanan (safety)  dengan melibatkan seluruh karyawan, dimana sekuruh karyawan wajib  memperhatikan dan melihat seluruh aspek yang dapat menimbulkan bahaya   di  tempat dan sekitar  lingkungan kerjanya.

Apabila karyawan melihat ada unsur yang dapat menimbulkan ganguan keselamatan dan keamanan, wajib langsung melaporkannya melalui Short Massage Service (melalui Hand Phone) ke Nomor yang telah diketahui untuk diteruskan  ke system komputer yang telah tersedia.  Kemudian laporan tersebut akan dianalisa  oleh Safety Departement  untuk menentukan rekomendasi yang akan dilaksanakan dalam rangka mencegah timbulnya kecelakaan , gangguan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Dalam penyampian Laporan tersebut Safety Departement / Management Lion Air tidak memberikan sanksi bagi si pelapor maupun si terlapor (non punitive), sampai dengan ditemukan unsur kesengajaan yang memberatkan, yang dapat menimbulkan gangguan keselamatan dan keamanan.

Safety Campaign sengaja dilaksanakan di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng karena merupakan pusat kegiatan Lion Air. Kampanye ini dilaksanakan untuk mengajak seluruh karyawan darat maupun operasional (awak pesawat) untuk memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan penerbangan (flight safety) dan sangat diharapkan turut berpartisipasi didalam pencegahan kecelakaan ini.

“Kampanye / sosialisasi ini lebih ditujukan kepada karyawan yang bertugas di darat (yang menyiapkan pesawat untuk terbang), karena keselamatan pada  pesawat terbang sesungguhnya dimulai sejak pesawat masih berada di darat (pre flight),” katanya.

Materi kampanye ini adalah mengajak seluruh karyawan untuk memahami bahaya yang ditimbulkan oleh  Foreign Object Debris (FOD) atau kotoran-kotoran yang berada di sekitar pesawat yang dapat terhisap oleh mesin pesawat, tidak menggunakan alat perlindungan diri, tidak mengenakan rompi tanda (safety glow vest), tidak mengelola barang bagasi dengan baik, tidak mematuhi  kecepatan kendaraan di sekitar pesawat dan lain sebaginya.

Melalui kampanye ini diharapkan setiap potensi ancaman terhadap keselamatan penerbangan dapat diketahui sejak dini dan diantisipasi dengan baik. Manajemen Lion Air berharap system ini dapat berjalan baik dan mampu menekan angka kecelakaan mendekati zero (Zero Accident).[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s