170409 KPPU Desak Harga Semen Diturunkan

JAKARTA–Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendesak para pelaku usaha di industri semen untuk menurunkan harga jualnya ke masyarakat karena peluang untuk melakukan hal itu terbuka lebar.

Direktur Komunikasi KPPU A. Junaidi mengungkapkan, produsen semen sebenarnya memiliki kapasitas terpasang yang tinggi, sayangnya tingkat produksi masih rendah.

“Ini membuat KPPU menyarankan kepada para pelaku usaha untuk menggenjot industrinya agar harga dapat diturunkan, ” katanya di Jakarta, Kamis (16/4).

Menurut Junaidi, jika produksi ditingkatkan sama dengan tingkat konsumsi akan membuat harga menjadi tertekan sehingga harga menjadi lebih murah.

Junaidi mengatakan, biasanya produsen berkilah susah menaikkan produksi karena adanya kenaikan bahan bakar minyak, tetapi adanya konversi bahan bakar ke batu bara seharusnya tidak menjadi masalah. “Biaya produksi seharusnya tidak bermasalah,” katanya.

Saran lain yang diberikan oleh KPPU adalah membuka keran impor untuk menutup kekurangan.
“Langkah ini tidak akan mematikan para incumbent,” tegasnya.

Selanjutnya Junaidi mengungkapkan, struktur industri semen masih terkonsentrasi pada tiga produsen utama semen yaitu Semen Gresik (Holding), Holcim, dan Indocement.

Estimasi penguasaan ketiga grup produsen semen tersebut cenderung mengarah kepada struktur oligopoli dengan kisaran penguasaan kapasitas produksi mencapai lebih kurang 89 persen dari total kapasitas produksi terpasang nasional.

Penguasaan kapasitas produksi tersebut membuat munculnya indikasi utilisasi produksi yang masih rendah sepanjang 2007-2008 yaitu sekitar 49 persen.

Dikatakannya, fenomena kenaikan harga secara sistematis terjadi sejak dua tahun lalu. Untuk pertengahan tahun 2008 terdapat kenaikan signifikan lima hingga 10 persen. “‘Kami prediksi harga semen akan kembali naik sekitar lima hingga 10 persen sepanjang semester dua tahun ini,” katanya.

Berdasarkan catatan, harga semen persak pada 2007 (Rp 449 ribu) dan 2008 (Rp 490 ribu). Sedangkan konsumsi pada 2007 (35,3 juta ton) dan 2008 ( 38,5 juta ton).

Ketika ditanya langkah yang diambil oleh KPPU selain menghimbau, Junaidi mengungkapkan, sejauh ini lembaganya masih melakukan pemantauan dan telah memanggil dua pelaku usaha yakni Semen Padang dan Semen Andalas.

“Jika himbauan tak digubris kami akan memanggil beberapa pelaku usaha lainnya,” jelasnya.

Secara terpisah, pengamat persaingan usaha Bambang P Adiwiyoto mengatakan, harga semen di Indonesia memang tidak wajar karena lebih mahal ketimbang di luar negeri.

“Saran saya KPPU bisa masuk sampai mengetahui biaya produksi para produsen. Jika mengetahui itu akan lebih jernih melihat masalah,” jelasnya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s