140409 Carrefour Klarifikasi Tuduhan Monopoli

JAKARTA—PT Carrefour Indonesia melakukan klarifikasi atas tuduhan monopoli yang dilemparkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kepadanya.

“ Ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi dari tuduhan KPPU tersebut. Dan hari ini (Senin, 13/4) kami menggunakan hak dalam pemeriksaan awal,” ujar Corporate Affairs Director Carrefour Irawan Kadarman, di Jakarta, Senin (13/4).

Beberapa hal yang diklarifikasi adalah tentang penguasaan pasar dari Carrefour yang tidak dominan dan perlakuannya terhadap para pemasok.

“Tidak benar Carrefour melakukan monopoli dengan menguasai pangsa pasar lebih dari 50 persen. Pangsa pasar kami tidak dominan, masih di bawah 50 persen,” katanya.

Sedangkan tentang perlakuan terhadap pemasok, Irawan menegaskan, sudah dijalankan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Syarat perdagangan yang dikenakan Carrefour pada pemasok, menurut Irawan, telah mematuhi Permendag 53/2008 yang beberapa pasalnya mengatur besaran syarat perdagangan. “Tahun ini acuannya Permendag, sedangkan tahun lalu adalah Perpres 112,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPPU Benny Pasaribu meminta semua pelaku usaha bekerjasama dalam menyelesaikan kasus dugaan monopoli Carrefour ini. “Banyak data yang harus diklarifikasi dengan Carrefour. Seperti masalah penguasaan pasar dan lainnya,” katanya.

Menurut Benny, ada ketidaksamaan persepsi antara lembaganya dengan Carrefour dalam melihat pangsa pasar. “Carrefour menghitung tujuh persen dengan memasukkan pasar tradisional. Sementara KPPU melihat dari pasar downstream dan upstream, serta kondisi pasar modern,” katanya.

Tim perkara dugaan monopoli Carrefour, ungkapnya, menemukan pangsa pasar ritel moderen yang dikuasai perusahaan asal Perancis itu di sisi hulu (penguasaan terhadap pemasok) sudah melampaui 60 persen sedangkan di sisi hilir (antara hipermarket dan supermarket) melampaui 40 persen.

Dikatakannya, hal lain yang menjadi perhatian KPPU adalah terkait perilaku Carrefour terhadap pemasoknya pasca akuisisi. Syarat perdagangan Alfamart mengikuti Carrefour dan dinilai memberatkan pemasok karena semakin besar.

Secara terpisah, pengamat persaingan usaha Rikrik Rizkiyana meminta Carrefour tidak reaktif menghadapi KPPU karena lembaga tersebut tidak akan memeriksa seandainya bukti awal belum lengkap.

“Pasal yang dikenakan 17 dan 25 dari UU No 5/99. Itu adalah tentang penyalahgunaan posisi dominan,” katanya.

Rikrik menyarankan, Carrefour untuk membantah secara elegan semua tudingan KPPU karena lembaga tersebut memiliki wewenang untuk membatalkan satu transaksi. “KPPU berdasarkan kewenangan persaingan tidak sehat bisa saja memerintahkan penjualan kembali Alfa. Jadi, sebaiknya Carrefour mempersiapkan diri dengan segala bukti yang dimilikinya. Apalagi ini kali kedua perusahaan itu berurusan dengan KPPU,” katanya.[dni] 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s