080409 Libur Panjang, Jumlah Penumpang Mulai Naik

wn0602_b777-200JAKARTA —Libur panjang menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi maskapai penerbangan lokal.. hal ini dibuktikan dengan naiknya tingkat isian (load factor) beberapa maskapai menjelang pesta demokrasi dimulai.

Tercatat, Garuda Indonesia mengalami kenaikan sebesar 10 persen atau menjadi 85 hingga 90 persen, Mandala Airlines mencapai 90 persen, sedangkan Sriwijaya Airlines mengakui ada kenaikan sedikti ketimbang hari-hari biasa.


VP Corporate Secretary Garuda Indonesia , Pujobroto ketika dihubungi menyatakan, melonjaknya jumlah penumpang tidak membuat Garuda menambah penerbangan karena kapasitas yanga da masih mencukupi.

Sedangkan Mandala mengantisipasi lonjakan permintaan dengan menambah beberapa penerbangan. “Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Mandala menyediakan tambahan extra flight untuk rute-ute yang banyak diminati seperti Jakarta-Surabaya dan SurabayaJakarta ,” kata Head Corporate Communication Mandala Trisia Megawati di Jakarta, Selasa (7/4).


Trisia menambahkan, pemesanan tiket untuk tanggal 8-9 April sudah melonjak terutama di beberapa rute seperti Yogyakarta, Semarang , Surabaya , Balikpapan , Pekanbaru, Padang , Bengkulu dan Denpasar.

Sementara, juru bicara Sriwijaya Air, Ruth Hanna Simatupang menyatakan, untuk Pemilu 2009 ini, kenaikan jumlah calon penumpang tidak terlalu signifikan. “Kenaikannya sekitar 2 hingga 3 persen, load factornya tetap 85 persen,” kata Hanna.

Pada kesempatan lain, Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin, meminta pemerintah agar memberikan pula diskon terhadap tarif jasa kebandarudaraan dan navigasi untuk rute penerbangan domestik.

”Kami juga berharap penurunan ini berlaku di seluruh bandara di Indonesia ,” katanya.

Menurut Tengku, jika kebijakan itu yang dilakukan manfaatnya dapat dirasakan oleh maskapai lebih luas lagi. “Kami sebelumnya juga pernah mengusulkan peberian insentif ini kepada pemerintah. Tujuannya, untuk membantu meringankan beban maskapai dalam situasi krisis finansial saat ini,” katanya.

Menanggapi permintaan INACA tersebut, Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan Bambang S Ervan meminta agar seluruh maskapai untuk menerima dahulu keputusan tersebut. ”Sebaiknya, dijalani dulu saja ketentuan yang ada sekarang,” ujarnya.

Menurut Bambang, aturan diskon tarif jasa bandara dan navigasi tersebut merupakan aturan yang dikeluarkan Kementrian Negara BUMN. Keputusan itu sendiri diambil melalui proses yang panjang dan beragam pertimbangan sebelum dikeluarkan.

”Perhitungan ini hasil perhitungan dengan anak perusahaan BUMN sendiri, yakni AP I dan AP II. Regulator tinggal mengikuti saja,” ungkapnya.[dni

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s