080409 KPPU Kembali Menggoyang Sang Monsieur

carrefourPeritel dari negeri Perancis, Carrefour, kembali berurusan dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) setelah minggu lalu lembaga tersebut memastikan akan melanjutkan hasil temuan lapangan indikasi praktik monopoli menjadi pemeriksaan awal yang akan berakhir pada 12 Mei nanti.

Kasus yang membuat Monsieur (Tuan) dari Perancis tersebut tersandung kali ini adalah terkait penetapan harga sewa tempat (space) yang merugikan pemasok dan konsumen.

Sebelumnya, Carrefour telah merasakan palu godam KPPU akibat melakukan persaingan usaha yang tidak sehat dengan mengenakan berbagai syarat perdagangan yang menyebabkan bangkrutnya salah satu pemasok Carrefour.

KPPU menghukum denda Carrefour satu miliar rupiah dan melarang diberlakukannya syarat perdagangan berupa minus margin yang sangat merugikan pemasok. Minus margin merupakan syarat perdagangan yang mengharuskan pemasok membayar ganti rugi pada Carrefour sebanyak barang yang tidak terjual, jika pemasok terbukti menjual barang serupa kepada pesaing Carrefour dengan harga yang lebih murah.

“Kali ini kami memeriksa perilaku Carrefour setelah mengakusisi Alfa tahun lalu. Peritel ini terindikasi melanggar pasal 17 ayat (1) jo pasal 25 UU No5/99,” kata Wakil Ketua KPPU Didik Ahmadi di Jakarta, belum lama ini

Pasal 17 berisi tentang pelarangan menguasai alat produksi dan penguasaan barang yang bisa memicu terjadinya praktik monopoli. Dan pasal 25 ayat 1 berisi    tentang posisi dominan dalam menetapkan syarat-syarat perdagangan dengan tujuan untuk mencegah dan atau menghalangi konsumen memperoleh barang dan atau jasa yang bersaing, baik dari segi harga maupun kualitas. Dua pasal itu memiliki maksimal denda hingga 25 miliar rupiah.

“Namun, dua pasal ini lebih melihat conduct dari Carrefour setelah mengakuisisi Alfa. Jika pasal 28 ikut digunakan, kemungkinan besar akusisi bisa dibatalkan,” tegasnya.

Dalam pasal 28 ayat satu disebutkan  pelaku usaha dilarang melakukan penggabungan atau peleburan badan usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Sedangkan di ayat 2 dikatakan pelaku usaha dilarang melakukan pengambilalihan saham perusahaan lain apabila tindakan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Sang Monsieur sendiri mengakuisisi 75 persen saham  Alfa Retailindo Tbk (ALFA) senilai 674 miliar rupiah pada tahun lalu.

Direktur Komunikasi KPPU A. Junaidi mengungkapkan, sejak Alfa diakuisisi oleh Carrefour terjadi kerugian pada konsumen dan pemasok karena raksasa ritel tersebut melakukan praktik monopoli.

Hal itu terindikasi dengan meningkatkanya pangsa pasar upstream dari Carrefour dimana sebelumnya 44,72 persen menjadi 66,73 persen. Sedangkan pasar downstream juga mengalami kenaikan dari 37,98 persen menjadi 48,38 persen. Pasar downstream adalah pasar supplier dan upstream lebih dikenal dengan pasar ritel.

“Itu membuktikan kalau pangsa pasar Carrefour di atas 50 persen bukan 7 persen seperti yang diklaim Carrefour. Jika ini terjadi di Amerika Serikat, merger itu sudah di blok,” tegasnya.

Akibat dari melonjaknya pangsa pasar tersebut, menurut Junaidi, Carrefour menjadi semena-mena terhadap pemasoknya sehingga para beban para supplier meningkat setelah adanya aksi merger.

“Pemasok kosmetik berteriak ada kenaikan biaya yang ditanggung dari dulunya cuma 13 persen meningkat mejadi 33 persen. Ujung-ujungnya beban tersebut dibebankan ke konsumen yang akhirnya merugikan masyarakat,” katanya.

Menurut Ketua KPPU Benny Pasaribu, berdasarkan penyelidikan awal kuat dugaan Carrefour menyalahgunakan posisi tawarnya yang kuat sehingga merugikan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjadi pemasoknya.

KPPU menilai pendapatan perusahaan ritel asing itu dari penyewaan ruang berjualan yang ditetapkan dalam kontrak syarat perdagangan dengan pemasok lebih besar dari pendapatan hasil penjualan barang-barang.

Praktik tersebut memunculkan dugaan monopoli power dan monopsoni power yang dilakukan carefour yang telah merugikan pemasok yang notabene pengusaha skala kecil.

Dukung KPPU

Melihat aksi dari KPPU, para pemasok lokal yang menyuplai barang ke sang Monsieur pun memberikan dukungan.

“KPPU tentu bergerak karena adanya bukti yang kuat. Kami harap ini menjadi pelajaran bagi peritel lain untuk berusaha dan memperlakukan pemasok,” kata Juru bicara aliansi sembilan asosiasi Putri K Wardani.

Kesembilan organisasi yang diwakili oleh eksekutif Mustika Ratu itu adalah Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi), Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI), Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (Aprogakob), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Se-Indonesia (Gapmmi), Asosiasi Pemasok Garmen & Aksesoris Indonesia (APGAI), Gabungan Elektronika Indonesia (Gabel), Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), dan National Meat Processor Association (Nampa).

Ketika ditanya adakah peritel lain yang berperilaku layaknya Carrefour, Putri mengaku sedang memantau terus di lapangan. “Tetapi saya yakin jika KPPU agresif seperti ini, peritel akan berfikir ulang memperlakukan pemasok secara semena-mena,” katanya.

Sekjen APPSI Ngadiran, mengharapkan, KPPU benar-benar menuntaskan dugaan monopoli oleh Carrefour secara tuntas. “Kasus ini bisa menjadi jalan keluar bagi KPPU untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa independen dan bebas dari pengaruh pemilik modal,” katanya.

Dikatakannya, sudah bukan rahasia pemasok lokal dan pasar tradisional posisinya semakin terjepit akibat semakin kuatnya posisi daya tawar peritel. “Jika terus dibiarkan seperti itu, kematian tinggal menunggu waktu,” katanya.

Selanjutnya Putri mengakui memang ada upaya menyamakan persyaratan (termin) sejak Alfa diakuisisi oleh Carrefour. “Memang ada indikasi sejak Alfa diakuisisi terjadi upaya menyamakan termin oleh Carrefour untuk memasukkan barang ke Alfa atau Carrefour,” ungkapnya.

Putri mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti untuk membuktikan indikasi tersebut. “Sekarang ini sedang ada negosiasi trading term. Jadi, kita belum firm sampai negosiasi ini semuanya beres,” katanya.

Pengamat persaingan usaha Bambang P Adiwiyoto menyarankan, regulator perdagangan untuk bertindak terkait penetapan harga sewa.

“Penetapan harga sewa tempat itu bukan hak dari Carrefour. Jika mereka yang menentukan tentunya harga menjadi tak keruan. Seharusnya regulator yang menetapkan harga sewa,” katanya.

Menurut Bambang, seandainya Carrefour tidak memaksa Alfa hanya membeli barang dari pemasok yang ditunjuk oleh Carrefour, tentu indikasi adanya monopoli bisa dieliminr. “Sayangnya Carrefour bertindak sebaliknya,” katanya.

Bambang menyarankan, masalah kisruh bisnis hipermarket ini harus dikembalikan pada peraturan Gubernur yang menetapkan lokasi pendirian pusat perbelanjaan. “Sekarang kan semuanya sudah tidak jelas. Berdirinya di pusat kota dan dekat pasar tradisional. Kalau begini, kisruhnya udah seperti benang kusut,” katanya.

Sementara PT Carrefour Indonesia justru menyesalkan KPPU yang mengumumkan tuduhan pelanggaran UU No 5/99 kepada media tanpa terlebih dulu memberikan pemberitahuan resmi kepada pihaknya.

“Kita sangat menyesalkan KPPU sudah mengumumkannya ke media massa. Carrefour melanggar ini lah, itu lah, padahal belum ada pemberitahuan resmi ke Carrefour,” kata Corporate Affairs Director PT Carrefour Indonesia Irawan D Kadarman.

Irawan juga menolak jika Carrefour dikatakan telah memonopoli pasar bisnis ritel di Indonesia. Menurut dia, pangsa pasar Carrefour setelah mengakuisisi PT Alfa Retailindo hanya tujuh persen. “Tidak tepat jika Carrefour dinilai memonopoli pangsa pasar ritel dan mengancam keberadaan pasar tradisional,” ujarnya.

Terkait hubungan Carrefour dengan pemasok, Irawan menambahkan, Carrefour memiliki hubungan yang baik dengan empat ribu lebih pemasok. “Kalau cuma satu pemasok yang mengeluhkan kerjasama dengan kita, saya bisa sebutkan pemasok-pemasok yang happy kerjasama dengan kita,” tegasnya.

Menanggapi reaksi Sang Monsieur, Junaidi menghimbau untuk bersikap tenang, “Pemeriksaan awal bukanlah kiamat. Harusnya mereka (Carrefour) tidak berpolemik di media massa. Datang saja untuk klarifikasi. Ini kan baru awal pemeriksaan”.dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s