040409 Maskapai Nasional Sebaiknya Masuk IATA

JAKARTA —Maskapai nasional yang telah memiliki jalur penerbangan internasional disarankan untuk menjadi anggota International Air Transport Association (IATA) untuk meningkatkan kredibilitasnya.

”Sebaiknya jika maskapai sudah memiliki rute internasional, masuk IATA. Karena organisasi punya audit keselamatan internasional juga. Ini baik untuk meningkatkan krediblitas dari maskapai lokal,” ujar Menhub Jusman Syafii Djamal di Jakarta, Jumat (3/4).

Menhub menambahkan, dirinya menyambut baik informasi yang menyebutkan bahwa organisasi tersebut telah meloloskan audit keselamatan seluruh 224 anggotanya di dunia, termasuk Garuda Indonesia . Hal tersebut tidak hanya mengangkat kredibilitas maskapai. Tetapi juga memberikan pencitraan baik terhadap dunia penerbangan Indonesia secara nasional.

Namun, Menhub Jusman tampak sedikit pesimistis bahwa pencitraan tersebut bisa digunakan mempengaruhi penilaian Uni Eropa agar segera mencabut larangan terbangnya. ”Kalau kita melihat UE, mereka punya standar sendiri. Bahkan terkadang kurang fair,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Merpati, Batavia Air, Indonesia AirAsia, dan Riau Airlines adalah maskapai-maskapai nasional yang telah membuka jalur penerbangan internasional ke beberapa negara. Namun, hingga saat ini baru Garuda Indonesia yang menggabungkan diri dengan IATA.

Pada 1 April lalu, IATA menyatakan bahwa seluruh anggotanya dari seluruh penjuru dunia telah lolos audit keselamatan IOSA (IATA Operational Safety Audit). Direktur Jenderal dan CEO IATA Giovanni Bisignani dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa total 224 maskapai yang tergabung dalam organisasinya telah mempunyai standar keselamatan yang sama.

”Kami berharap berharap, keselamatan penerbangan global akan lebih terjamin dan jumlah kecelakaan penerbangan akan bisa lebih ditekan,” ujarnya.

IOSA adalah sistem audit keselamatan dari IATA yang dikembangkan dari sistem keselamatan penerbangan beberapa negara. Pada tahun 2009 ini, IATA telah menganggarkan 8 juta dollar AS untuk mengaudit keselamatan penerbangan seluruh anggotanya. IATA juga membuka audit tersebut bagi maskapai non anggota.[dni]