040409 Akuisisi Alfa Bisa Dibatalkan

JAKARTA—Akuisisi 75 persen saham Alfa Retailindo Tbk (ALFA) senilai 674 miliar rupiah yang dilakukan oleh Carrefour Group pada tahun lalu bisa dibatalkan jika Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan bukti kongkrit aksi korporasi tersebut merugikan konsumen dan menyuburkan praktik persaingan tidak sehat.

“Jika hasil pemeriksaan KPPU menemukan pemicu dari kerugian konsumen lebih banyak karena adanya akuisisi, bisa saja nantinya majelis komisi memutuskan akuisisi itu dibatalkan,” tegas Wakil Ketua KPPU Didik Ahmadi di Jakarta, Kamis (2/4).

Dikatakanya, saat ini KPPU telah resmi memeriksa kasus akuisisi Alfa oleh raksasa ritel dari Perancis tersebut. Pasal yang dikenakan adalah pasal 17 ayat (1) jo pasal 25 UU No5/99.

Pasal 17 berisi tentang pelarangan menguasai alat produksi dan penguasaan barang yang bisa memicu terjadinya praktik monopoli. Dan pasal 25 ayat 1 berisi tentang posisi dominan dalam menetapkan syarat-syarat perdagangan dengan tujuan untuk mencegah dan atau menghalangi konsumen memperoleh barang dan atau jasa yang bersaing, baik dari segi harga maupun kualitas.

“Dua pasal itu memang kita gunakan untuk menjerat Carrefour dengan maksimal denda 25 miliar rupiah. Namun, dua pasal ini lebih melihat conduct dari Carrefour setelah adanya akuisisi. Secara struktur bisa dijerat dengan Pasal 28 dalam UU yang sama. Nah, jika pasal 28 ikut digunakan, kemungkinan besar pembatalan akuisisi itu besar sekali,” tandasnya.

Dalam pasal 28 ayat satu disebutkan pelaku usaha dilarang melakukan penggabungan atau peleburan badan usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Sedangkan di ayat 2 dikatakan pelaku usaha dilarang melakukan pengambilalihan saham perusahaan lain

apabila tindakan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan awal terhadap Carrefour yang akan selesai pada 12 Mei nanti,” katanya.

Direktur Komunikasi KPPU A. Junaidi mengungkapkan, sejak Alfa diakuisisi oleh Carrefour terjadi kerugian pada konsumen dan pemasok karena raksasa ritel tersebut melakukan praktik monopoli.

Hal itu terindikasi dengan meningkatkanya pangsa pasar upstream dari Carrefour dimana sebelumnya 44,72 persen menjadi 66,73 persen. Sedangkan pasar downstream juga mengalami kenaikan dari 37,98 persen menjadi 48,38 persen. Pasar downstream adalah pasar supplier dan upstream lebih dikenal dengan pasar ritel.

“Itu membuktikan kalau pangsa pasar Carrefour di atas 50 persen bukan 7 persen seperti yang diklaim Carrefour. Jika ini terjadi di Amerika Serikat, merger itu sudah di blok,” tegasnya.

Akibat dari melonjaknya pangsa pasar tersebut, menurut Junaidi, Carrefour menjadi semena-mena terhadap pemasoknya sehingga para beban para supplier meningkat setelah adanya aksi merger.

“Pemasok kosmetik berteriak ada kenaikan biaya yang ditanggung dari dulunya cuma 13 persen meningkat mejadi 33 persen. Ujung-ujungnya beban tersebut dibebankan ke konsumen yang akhirnya merugikan masyarakat,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s