290309 2011, Indonesia Miliki Kabel Laut Surabaya -Hong Kong

JAKARTA— Indonesia dalam waktu dua tahun ke depan akan memiliki tulang punggung (Backbone) jaringan telekomunikasi yang menghubungkan Surabaya dengan Hong Kong seiring ditandatanganinya perjanjian kontrak oleh tiga perusahaan untuk membangun proyek tersebut pada Sabtu (28/3) lalu.

Ketiga perusahaan yang menandatangani kontrak senilai 200 juta dollar AS untuk menyediakan kabel laut sepanjang 4.300 km dengan kapasitas 1,9 terabit per detik (Tbps) tersebut adalah PT Fangbian Iskan Corporindo (Indonesia), NEC Jepang, dan Telemedia Pacific Inc (Hong Kong). Pemegang izin prinsip jaringan tertutup (jartup) untuk infrastruktur tersebut di Indonesia adalah Fangbian Iskan Corporindo.

“Fangbian memperoleh izin prinsip dari Ditjen Postel pada 12 September 2008. Kehadiran perusahaan ini melengkapi 9 perusahaan penyelenggara jartup di Indonesia ,” ungkap Juru Bicara Depkominfo Gatot S Dewo Broto kepada Koran Jakarta , Minggu (29/3).

Untuk diketahui, SKKL berfungsi sebagai jaringan transmisi yang menyambungkan antarkanal. Transmisi ini bisa berupa data, suara, dan gambar sehingga pelanggan bisa menelepon melalui teknologi GSM, mengakses internet, melihat tayangan TV, dan melakukan video conference. Tiga operator besar ( PT Telkom, PT Indosat, dan PT Excelcomindo Pratama) telah memiliki SKKL.

Diungkapkannya, sebenarnya kewajiban Fabian menyelenggarakan SKKL antar negara dilakukan memasuki tahun ketiga izin prinsip dikantongi. Sedangkan untuk dua tahun pertama izin dimiliki, perseroan diwajibkan memenuhi komitmen pembangunan jaringan serat optik di area inner city dari Surabaya dan sekitarnya serta pembangunan backhaul hingga Gresik.

“Tetapi pada kenyataan, perusahaan mampu mempercepat komitmen. Pemerintah sangat bangga karena jalur ini akan melengkapi ASEAN – China Super Corridor yang akan direalisasikan pada tahun 2012 nanti,” jelasnya.

Gatot megharapkan, adanya SKKL baru tersebut akan mengurangi ketergantungan pada backbone telekomunikasi internasional yang eksisting, seperti melalui jalur Taiwan atau yang dikenal dengan nama Southeast Asia-Middle East-Western Europa (SMW3) dan Asia Pasifik Cable Network (APCN).

Selanjutnya Gatot mengungkapkan, belakangan ini pemerintah mendapatkan banyak pengajuan izin untuk membangun SKKL baik dari perusahaan domestik dan asing.

Jalur yang diminati oleh calon pemegang izin Jartup atau yang eksisting adalah rute Jakarta – Singapura, Batam – Singapura, Jakarta – Dampier (Australia), dan Riau – Johor (Malaysia). Sedangkan untuk rute domestik adalah Jakarta – Batam, Jakarta – Pontianak , dan Batam – Pontianak .

Secara terpisah, President Director PT FIC Linggar Mulyono mengungkapkan, selain menghubungkan Surabaya-HongKong, kabel tersebut juga memiliki cabang ke Kota Jakarta . “Kabel ini juga dipersiapkan untuk singgah di negara lain seperti Singapura, Manila, dan Kuala Lumpur ,” katanya.

Diyakininya, pembangunan kabel laut tersebut bisa menekan biaya

internet karena rute yang digunakan berbeda. “Sewa backbone internasional saat ini sekitar 600 dollar AS. Setelah kabel ini selesai dibangun bisa menurunkan biaya sewa menjadi 400 dollar AS,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s