290309 Bengkel Pesawat Harus Bekerja Sesuai Rating

JAKARTA —Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal mengharapkan bengkel-bengkel pesawat di Indonesia bekerja sesuai dengan rating yang dimilikinya guna memenuhi aspek keselamatan penerbangan.

“Bengkel pesawat hanya boleh menerima perbaikan pesawat sesuai spesifikasi yang dimilikinya. Jangan menerima di luar rating dimiliki. Jika ditemukan kejadian melanggar aturan akan kita cabut izinnnya,” katanya di Jakarta , belum lama ini.

Ditegaskannya, langkah tersebut perlu ditunjukkan regulator untuk menumbuhkan suasana kalau perawatan pesawat-pesawat yang beroperasi di Indonesia telah dilakukan sesuai ketentuan.

Menhub menegaskan, dirinya tidak akan bermain-main dengan pelanggaran yang berpotensi mengancam keselamatan penerbangan. “Semua yang terbukti melanggar ketentuan Undang-undang, akan kita berikan sanksi. Izinnya bisa kita cabut,” tegasnya.

Salah satu contoh pelanggaran yang dimaksud, ungkap Menhub, adalah ketika sebuah bengkel yang mengerjakan pekerjaan di luar spesifikasi yang dimiliki atau rating yang disetujui oleh Dephub.

“Tidak cuma bengkel, maskapainya juga akan kena sanksi apabila ketahuan melakukan itu. Atau jika ketahuan memperbaiki pesawat di bengkel yang spesifikasinya tidak sesuai, atau menggunakan suku cadang tidak legal,” tuturnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti menambahkan, di Indonesia tidak ada istilah bengkel “kaki lima “. “Yang ada hanya bengkel yang mendapat approval (izin), atau tidak,” katanya.

Menurut Herry, di Indonesia ada 55 bengkel perawatan pesawat yang telah memiliki izin dan spesifikasi yang sesuai. Salah satunya adalah Aero Nusantara Indonesia, yang menjadi bengkel perawatan pesawat Sriwijaya Air, Express Air, Kartika Air, dan Asian Spirit Air (Filipina).[dni]

290309 2011, Indonesia Miliki Kabel Laut Surabaya -Hong Kong

JAKARTA— Indonesia dalam waktu dua tahun ke depan akan memiliki tulang punggung (Backbone) jaringan telekomunikasi yang menghubungkan Surabaya dengan Hong Kong seiring ditandatanganinya perjanjian kontrak oleh tiga perusahaan untuk membangun proyek tersebut pada Sabtu (28/3) lalu.

Ketiga perusahaan yang menandatangani kontrak senilai 200 juta dollar AS untuk menyediakan kabel laut sepanjang 4.300 km dengan kapasitas 1,9 terabit per detik (Tbps) tersebut adalah PT Fangbian Iskan Corporindo (Indonesia), NEC Jepang, dan Telemedia Pacific Inc (Hong Kong). Pemegang izin prinsip jaringan tertutup (jartup) untuk infrastruktur tersebut di Indonesia adalah Fangbian Iskan Corporindo.

“Fangbian memperoleh izin prinsip dari Ditjen Postel pada 12 September 2008. Kehadiran perusahaan ini melengkapi 9 perusahaan penyelenggara jartup di Indonesia ,” ungkap Juru Bicara Depkominfo Gatot S Dewo Broto kepada Koran Jakarta , Minggu (29/3).

Untuk diketahui, SKKL berfungsi sebagai jaringan transmisi yang menyambungkan antarkanal. Transmisi ini bisa berupa data, suara, dan gambar sehingga pelanggan bisa menelepon melalui teknologi GSM, mengakses internet, melihat tayangan TV, dan melakukan video conference. Tiga operator besar ( PT Telkom, PT Indosat, dan PT Excelcomindo Pratama) telah memiliki SKKL.

Diungkapkannya, sebenarnya kewajiban Fabian menyelenggarakan SKKL antar negara dilakukan memasuki tahun ketiga izin prinsip dikantongi. Sedangkan untuk dua tahun pertama izin dimiliki, perseroan diwajibkan memenuhi komitmen pembangunan jaringan serat optik di area inner city dari Surabaya dan sekitarnya serta pembangunan backhaul hingga Gresik.

“Tetapi pada kenyataan, perusahaan mampu mempercepat komitmen. Pemerintah sangat bangga karena jalur ini akan melengkapi ASEAN – China Super Corridor yang akan direalisasikan pada tahun 2012 nanti,” jelasnya.

Gatot megharapkan, adanya SKKL baru tersebut akan mengurangi ketergantungan pada backbone telekomunikasi internasional yang eksisting, seperti melalui jalur Taiwan atau yang dikenal dengan nama Southeast Asia-Middle East-Western Europa (SMW3) dan Asia Pasifik Cable Network (APCN).

Selanjutnya Gatot mengungkapkan, belakangan ini pemerintah mendapatkan banyak pengajuan izin untuk membangun SKKL baik dari perusahaan domestik dan asing.

Jalur yang diminati oleh calon pemegang izin Jartup atau yang eksisting adalah rute Jakarta – Singapura, Batam – Singapura, Jakarta – Dampier (Australia), dan Riau – Johor (Malaysia). Sedangkan untuk rute domestik adalah Jakarta – Batam, Jakarta – Pontianak , dan Batam – Pontianak .

Secara terpisah, President Director PT FIC Linggar Mulyono mengungkapkan, selain menghubungkan Surabaya-HongKong, kabel tersebut juga memiliki cabang ke Kota Jakarta . “Kabel ini juga dipersiapkan untuk singgah di negara lain seperti Singapura, Manila, dan Kuala Lumpur ,” katanya.

Diyakininya, pembangunan kabel laut tersebut bisa menekan biaya

internet karena rute yang digunakan berbeda. “Sewa backbone internasional saat ini sekitar 600 dollar AS. Setelah kabel ini selesai dibangun bisa menurunkan biaya sewa menjadi 400 dollar AS,” katanya.[dni]