280307 2010, Merger Mulai Terjadi di Industri Penerbangan

JAKARTA —Indonesia National Air Carriers Association (INACA) memperkirakan mulai tahun depan akan terjadi merger di industri penerbangan lokal karena kerasnya persaingan dan krisis ekonomi yang terjadi.

“Saya perkirakan mulai tahun depan akan ada operator yang merger. Ini hal yang lumrah karena di Indonesia kebanyakan operator tetapi armadanya sedikit,” ujar Ketua umum Inaca Emirsyah Satar di Jakarta, Jumat (27/3).

Menurut Emirsyah, di industri penerbangan masalah kepemilikan pesawat memang memegang peranan penting karena Indonesia memliki wilayah yang luas. “Saya perkirakan yang aka melakukan merger adalah operator kecil dengan jumlah pesawat terbatas,” katanya.

Emirsyah mengatakan, untuk tahun ini maskapai penerbangan akan tetap mampu bertahan meskipun krisis ekonomi mulai mengintip. “Saya tahu ada riset yang dilakukan oleh IATA tentang kerugian global di industri penerbangan. Tetapi di Indonesia kecil sekali kemungkinan terjadi kerugian,” katanya.

Menurut Emirsyah, kondisi bisnis penerbangan di Indonesia yang mengandalkan rute domestik dan regional akan membuat operator lokal mampu bertahan dari krisis. “Apalagi di Indonesia ada Pemilu. Biasanya triwula pertama setiap tahunnya pertumbuhan penumpang itu rendah. Tetapi yang terjadi di triwulan pertama ini ada peningkatan sebesar lima persen,” katanya.

Dikatakannya, dampak krisis akan sangat terasa bagi maskapai yang mengandalkan rute internasional. “Karena itu hitungan IATA secara global. Maskapai yang membidik rute global pasti langsung terkena dampak krisis,” katanya.

Secara terpisah, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengakui, kondisi industri penrbangan di Indonesia memang tidak ideal. “Lebih banyak operatornya ketimbang jumlah armadanya,” katanya.

Menurut Jusman, idealnya di Indonesia hanya memiliki tujuh maskapai dengan jumlah armada total sekitar 400-an pesawat. Sedangkan kondisi yang ada di lapangan terdapat 40 maskapai dengan jumlah armada sekitar 200 pesawat.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti memperkirakan persaingan akan semakin ketat pada tahun ini karena pasar global sedang terpukul. “Krisis global sudah memukul maskapai yang punya rute regional dan internasional. Karena itu, pasar domestik akan lebih kompetitif ,” katanya.

\

Regenerasi Armada

Berkaitan dengan masih banyaknya pesawat tua berkeliaran di langit Indonesia , Jusman mengungkapkan, regulator sedang memikirkan untuk menetapkan sistim pajak progresif bagi maskapai.

“Kita sedang memikirkan penerapan sistem pajak tinggi bagi pesawat tua dan pajak rendah untuk pesawat baru,” katanya.

Langkah tersebut, lanjutnya, salah satu cara tidak langsung mendorong maskapai agar sadar bahwa pesawat tua tidak efisien. “Maksimal usia pesawat itu tak lebih dari 21 tahun. Maskapai Singapore Airlines saja sekali lima tahun ganti pesawat,” katanya.

Herry menambahkan, untuk meningkatkan aspek keselamatan dari dunia penerbangan, regulator mulai 1 April nanti akan menetapkan 10 designated instruktur. “Instruktur ini akan diambil dari pilot senior yang bekerja di Garuda, Lion Air, dan Merpati,” katanya.

Langkah tersebut, lanjutnya, selain untuk memenuhi tuntutan dari Uni Eropa tentang aspek keselamatan juga untuk memastikan pesawat-pesawat tua memenuhi aspek keselamatan.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s