280309 Bertahan dengan Warnet

internetKerasnya persaingan menyediakan jasa internet dengan para penyelenggara jaringan membuat banyak Penyedia Jasa Internet (PJI) melirik warung internet (Warnet) sebagai salah satu ceruk pasar untuk digarap.

“Salah satu konsumen dari PJI adalah warnet. Jumlahnya yang mencapai puluan ribu menjadikan warnet menjadi mitra potensial untuk berbisnis,” kata Managing Director Melsa Net, Heru Nugroho kepada Koran Jakarta, Jumat ( 27/3).

Dikatakannya, PJI tidak hanya menyediakan jaringan internet bagi warnet tetapi juga memasarkan game online ke tempat tersebut. “Perilaku pelanggan warnet sekarang banyak menghabiskan waktu untuk bermain game ketimbang akses internet. Karena itu banyak PJI yang bertahan dengan memasarkan game online,” katanya.

Heru mengungkapkan untuk mempertahankan warnet setia menjadi pelanggan, PJI biasanya memberikan insentif biaya berlangganan. “Namun untuk memberikannya harus hati-hati karena warnet adalah pelanggan yang rentan berpindah-pindah layanan,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) Irwin Day mengakui, pengusaha warnet dan PJI memiliki hubungan simbiosis mutualis meskipun insentif yang diberikan oleh PJI kurang “nendang”.”Kondisi bisnis kami yang bisa maju tentu berkat dukungan teman-teman PJI. Saat ini kondisi bisnis warnet masih bagus,” katanya.

Anggota  resmi Awari sekitar 500-an pengusaha dengan  1000-an warnet. Di Indonesia diperkirakan terdapat  20-25 ribu warnet.

Dikatakannya, saat ini rata-rata warnet di kota kota besar dan kota kabupaten minimal sudah meggunakan bandwidth sebesar  satu Mbps. “Dan biasanya warnet itu memiliki back-up koneksi untuk mengantisipasi jaringan satu PJI ambruk,” katanya.

Diungkapkannya, terjadi perubahan dari pengunjung warnet belakangan ini. Dulu pelanggan ke warnet adalah  mereka yang memiliki  budget mulai 300 ribu rupiah per bulan untuk pemakaian internet. Sekarang, pengunjung internet adalah mereka yang memiliki budget di bawah 300 ribu rupiah. Hal ini karena adanya paket internet murah langsung ke pelanggan dari operator telekomunikasi.

“Namun saya yakin meskipun ada teknologi baru untuk akses internet, itu tidak akan mematikan warnet.  Jika terjadi irisan di pasar itu tentu tak bisa dielakkan. Tetapi  dalam prakteknya   warnet itu berbeda dengan pasar 3G ataupun WiMax,” katanya.

Selanjutnya Irwin mengungkapkan, kendala yang dihadapi oleh para pengusaha warnet adalah masih susahnya izin untuk membuka warnet dari pemerintah dan banyaknya pungutan tidak resmi dilakukan  oknum pemerintah. “Warnet ini kan usaha sektor riil. Seharusnya proses izinnya tidak ribet. Selain itu, ada kecenderungan di lapangan banyak oknum malakin warnet dengan berdalih razia aplikasi,” jelasnya.

Dijelaskannya, di lapangan sudah banyak pelaku usaha yang menggunakan aplikasi berbasis  open source untuk menghindari adanya tuntutan dari pemilik lisensi. “Masalah ini sebenarnya bisa diatasi jika pemerintah menyediakan aplikasi dengan harga terjangkau bagi warnet,” katanya.

Berkaitan dengan aplikasi yang sering dirazia oleh pemerintah ke warnet-warnet, Irwin mengaku miris  melihat departemen negara digunakan oleh vendor asing untuk melakukan sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (Haki). “Razia itu  itu murni untuk kepentingan asing,” katanya.

Menurut Irwin, jika pemilik aplikasi benar mempertimbangan nasib warnet tentunya harus memberikan insentif jika menggunakan aplikasi asli. “Buktinya mereka hanya berniat jualan. Lihat saja warnet sudah pakai aplikasi asli tidak dapat benefit apa-apa selain tambahan investasi,” tuturnya.

Secara terpisah, Juru bicara Depkominfo Gatot S Dewa Broto membantah, aksi pemerintah merazia aplikasi ilegal sebagai corong dari kepentingan asing. “Tidak benar itu. Kami hanya ingin menegakkan aturan,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s