270309 Pendapatan Telkom Hanya Tumbuh Single Digit

telkomJAKARTAPT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memperkirakan pendapatannya pada tahun lalu hanya tumbuh single digit karena kondisi makro ekonomi Indonesia tidak secerah 2007.

“Berdasarkan perhitungan sementara pertumbuhan pendapatan secara grup dan anak usaha (Telkomsel) hanya sebesar dua hingga lima persen. Untuk angka pastinya akan diumumkan sebentar lagi,” ungkap Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah, di Jakarta, Rabu (25/3).

Sebenarnya, lanjutnya, jika melihat kinerja Telkomsel pada kuartal keempat 2008 terjadi pertumbuhan pendapatan sebesar 12 persen ketimbang kuartal ketiga 2008. Namun, itu tidak mampu meningkatkan pertumbuhan yang melambat secara keseluruhan sehingga pada tutup tahun tetap saja mesin uang Telkom itu hanya mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar dua hingga lima persen.

“Laba bersih Telkom juga mengalami penurunan. Diperkirakan bisa mencapai 12 persen. tetapi angka pastinya semua belum final, mengingat proses accounting masih berjalan,” katanya.

Dikatakannya, menurunnya laba bersih perseroan akibat kerugian selisih kurs, program pensiun dini, tarif retail yang terpangkas hingga 70 persen, dan turunnya pendapatan dari interkoneksi.

“Kerugian akibat kurs dialami semua operator. Sedangkan program pensiun dini tahun ini menyerap dana hingga lebih dari 700-an miliar rupiah,” katanya.

Berdasarkan catatan, pada akhir 2007 perusahaan dengan kode saham TLKM tersebut berhasil meraih laba 12,9 triliun rupiah atau tumbuh 16,8 persen dibanding periode 2006 sebesar lebih dari 11 triliun rupiah. Telkom sebelumnya pada awal 2008 masih optimistis akan mampu mendapatkan pertumbuhan pendapatan sebesar dua digit.

Selanjutnya Rinaldi mengatakan, untuk menghadapi tantangan yang berat pada tahun ini Telkom mulai menggarap pasar regional. Salah satunya adalah dengan menggandeng raksasa telekomunikasi dari Malaysia , Telekom Malaysia (TM).

“Pasar Asean memiliki potensi bisins untuk lima tahun ke depan sebesar dua triliun rupiah. Jika tidak dimulai dari sekarang menggarapnya, bisa ketinggalan kereta,” katanya.

Telkom dan TM baru saja menjalin kerjasama bisnis yang meliputi pengembangan layanan berupa data, suara, dan co-location data center, serta penggunaan infrastruktur jaringan bersama lewat Dumai Melaka Cable System (DMCS).

DMCS merupakan hub koneksi jaringan internasional milik kedua perusahaan telekomunikasi ini yang menjangkau beberapa negara di Asia selain Indonesia dan Malaysia , seperti Hong Kong dan Singapura. DMCS terdiri dari 4 core serat optik yang memiliki kecepatan akses maksimal 1,92 Terabit per detik. Telkom dan TM masing-masing memiliki kapasitas sebesar 10 Gbps di infrastruktur tersebut.

“Kami harap dengan kerjasama ini kita bisa saling berbagi pasar telekomunikasi di Asia yang masih besar potensinya,” kata Rinaldi.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s