190309 Kampanye Belum Dongkrak Jumlah Penumpang

lion air pesawatJAKARTA – Dimulainya kampanye Pemilu secara terbuka ternyata belum berhasil mendongkrak jumlah penumpang angkutan udara.

“Tidak ada peningkatan signifikan. Sebelumnya diperkirakan selama kampanye akan ada peningkatan jumlah penumpang hingga 20 persen. Ternyata tiga bulan pertama ini hanya ada peningkatan sebesar lima persen,” ungkap Direktur Umum PT Lion Air Edward Sirait, di Jakarta Direktur Umum PT Lion Air Edward Sirait, Rabu (18/3).

Dikatakannya, sistem Pemilu yang mengutamakan suara terbanyak membuat para calon legislatif lebih memilih untuk berkampanye secara efektif. “Jika dulu kan memilih partai sehingga dana terpusat. Sekarang penyaluran dana lebih merata,” katanya.

Dikatakannya, jika pun ada peningkatan jumlah penumpang, hanya terjadi untuk rute-rute dengan suara gemuk seperti ke Padang, Medan, Ujung Pandang, dan Surabaya. “Dan sejauh ini belum ada partai yang menyewa secara khusus armada kami. Semua dengan penerbangan biasa,” katanya sambil menambahkan per hari Lion Air mampu mengangkut 35 ribu penumpang.

Peremajaan

Berkaitan dengan instruksi dari regulator untuk meremajakan pesawat, Edward menegaskan, manajemen berkomitmen terhadap saran tersebut dengan memrogramkan penggantian seluruh pesawat jenis MD-80 series dan MD-90 series.

”Untuk MD-80 series, kita targetkan proses peremajaannya selesai hingga akhir tahun ini. Itu pun jika tidak ada kendala pada proses pengiriman pesawat baru. Untuk yang MD-90, menyusul setelahnya,” ungkapnya.

Berdasarkan data, Lion Air memiliki sebanyak 11 unit pesawat berjenis MD-80. Sedangkan untuk berjenis MD-90 sebanyak 5 unit. Dari lima pesawat jenis MD-90 tersebut, Lion saat ini hanya mengoperasikan dua di antaranya. Karena satu dari tiga lainnya sedang menjalani perawatan rutin di Bandung . Sementara dua pesawat lainnya masih menjadi objek penelitian Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Yaitu pesawat yang mengalami kecelakan di Batam dan Cengkareng beberapa waktu lalu.

Menurut Edward, hingga 2010 mendatang, perusahaannya menargetkan pengoperasian sebanyak 42 dari total 178 unit pesawat anyar berjenis Boeing 737-900 ER yang dipesan. Hingga saat ini Lion telah menerima sebanyak 19 unit 737-900 ER. ”Terakhir kami terima (Selasa) semalam dan sudah ada di Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dalam beberapa hari ini pesawat itu akan kita operasikan,” papar Edward.

Dia menambahkan, pesanan pesawat ke-20 rakitan pabrik pesawat Amerika itu dijadwalkan datang 25 Maret mendatang. Hingga akhir 2009, lanjut Edward, sebanyak 13 unit pesawat berkapasitas tempat duduk hingga 213 penumpang tersebut direncanakan tiba di hanggarnya.

Selain itu, Lion Air saat ini juga tengah menunggu kedatangan dua unit pesawat baru jenis Boeing 747-400. Sedianya kedua pesawat itu akan dioperasikan untuk melayani jalur penerbangan internasional menuju Timur Tengah. ”Salah satunya akan melayani rute reguler langsung Jakarta-Jeddah pp mulai Juni tahun ini, untuk memfasilitasi tenaga kerja yang ada di sana dan kegiatan ibadah Umrah,” jelas Edward.

Selanjutnya, pada Mei mendatang, Lion juga akan menerima kiriman sebanyak lima pesawat bermesin turboprop ATR 72-500 dari pabrik pembuatnya di Toulouse , Perancis. Kelima pesawat baling-baling berkapasitas 72 seats yang akan di-branding logo Wings Air ini, akan difungsikan sebagai feeder pada rute-rute pengumpan (hub) utama. Di antaranya rute Medan-Gunung Sitoli, Nias, atau Medan-Lhokseumawe, Aceh. ”Prinsipnya seperti penerbangan perintis yang dijalankan pemerintah,” kata dia.

Terbangi Jeddah

Lebih lanjut Edward mengungkapkan, manajemen akan segera membuka rute

ke Timur Tengah pada Juni nanti. Maskapai tersebut berencana untuk menerbangi

pelayanan penumpang secara reguler jurusan Jakarta-Jeddah pp.

Dua unit pesawat berbadan lebar yaitu Boeing 747-400 yang diproyeksikan sebagai armada pengangkut untuk rute ke kota di Arab Saudi tersebut akan datang pada Maret ini.

“Maret ini registrasi PK (kode penerbangan) diharapkan telah selesai. Saat ini pesawat sedang direkonfigurasi seat dan dicat di negara tetangga,” katanya

Dijelaskannya, alasan Lion membidik Jeddah sebagai tujuan utama operasi Lion di Timur Tengah karena secara ekonomi cukup menguntungkan. Selain banyak penumpang dari kalangan tenaga kerja Indonesia (TKI), Jeddah juga menjadi tujuan utama masyarakat muslim Indonesia yang akan melakukan ibadah umrah..[dni] 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s