190308 Program BTEL Molor

logo btelJAKARTA— Dua program korporasi dari PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dipastikan molor dari jadwal yang ditentukan. Kedua program tersebut adalah penjualan 543 menara dan peluncuran jasa Sambungan Langsung Internasional (SLI) dengan kode 009 dari pemegang merek Esia itu.

Penjualan menara seharusnya telah selesai dilakukan pada Januari lalu, namun dengan alasan ingin mendapatkan keuntungan yang lebih dari target 380 miliar rupiah, BTEL mengundurkan pengumuman pemenang hingga Februari lalu. Sayangnya, setelah Februari berlalu, pemenang hingga sekarang tidak diketahui rimbanya.

Enam perusahaan penyedia menara yang mengikuti tender tersebut adalah Solusi Tunas Pratama, Tower Bersama, Protelindo, Retower, Padi Mekatel, dan Powertel.

Sementara untuk program SLI seharusnya sudah diluncurkan pada Februari lalu juga. BTEL pada Januari lalu menegaskan telah mengantongi sertifikat Uji Laik Operasi (ULO) dan tinggal menunggu izin penyelenggaraan dari regulator.

Direktur Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaedi ketika dikonfirmasi mengakui, kedua aksi korporasi molor dari jadwal yang ditentukan karena beragam alasan.

“Untuk menara negosiasi sedang dijalankan. Kami akan mencoba menyelesaikannnya secepatnya di bulan ini,” katanya ketika dihubungi, Rabu (18/3).

Sementara untuk SLI, Rakhmat memperkirakan, baru bisa diluncurkan pada April nanti karena izin penyelenggaraan baru dikeluarkan awal Februari lalu. Selain itu terdapat hal lain yang menghambat berupa pembukaan interkoneksi dengan penyelenggara SLI lainnya.

“Negosiasi dengan penyelenggara lainnya ini sangat alot. Hal ini karena BTEL dinilai menawarkan tarif yang revolusioner di jasa tersebut,” kilahnya.

Berdasarkan catatan, Btel menganggarkan dana sebesar 25 juta dollar AS yang diambil dari belanja modal selama tiga tahun yakni sekitar 600 juta dollar AS untuk SLI.

Dana itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur SLI selama lima tahun. Di tahun ini BTEL telah dua sentral gerbang internasional SLI di Batam dan Jakarta .

Secara terpisah, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengancam, jika BTEL tidak menggelar layanan SLI hingga Mei nanti, regulator akan mengeluarkan peringatan pertama. “Tidak bisa izin diberikan hanya untuk koleksi operator. Jika ada hambatan di lapangan, bicara dengan regulator,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s