180309 Toyota Belum Mampu Bicara di “Hatchback”

PT Toyota Astra Motor (TAM) mengakui belum mampu berbicara banyak di segmen sedan hatchback meskipun telah menawarkan Yaris sejak dua tahun lalu.

Penguasa di segmen tersebut adalah Honda Prospect Motor (HPM) dengan Honda Jazz, setelah itu disusul Yaris. Posisi Yaris tidak aman belakangan ini karena Indomobil grup melalui Suzuki dan Nissan agresif mengincar posisi TAM. Indomobil grup memiliki dua produk di segmen tersebut yaitu Suzuki Swift dan Nissan Livina.

“Kita akui terjadi penurunan pangsa pasar Yaris di kelas hatchback. Ini akibat TAM lengah mengantisipasi permintaan pasar yang tinggi dari segmen tersebut pada tahun lalu,” ungkap Presiden Direktur TAM Johnny Darmawan di Jakarta, belum lama ini.

Diungkapkannya, pada tahun lalu industri otomotif berhasil menjual sekitar 670 ribu unit kendaraan roda empat. Fenomena yang tak disangka oleh TAM adalah ternyata pertumbuhan dari sedan hatchback meningkat khususnya untuk produk yang mampu menawarkan hemat BBM dengan harga terjangkau.

Pasar hatchback pada tahun lalu terjual mencapai 57.000 unit. Sedangkan TAM membuat perkiraan segmen tersebut hanya akan terjual di industri sekitar 40.000 unit saja.

“Pada 2007 pangsa pasar Yaris sekitar 29 persen. Tahun lalu turun menjadi 23,5 persen. Kita mengharapkan pada tahun ini terjadi peningkatan menjadi 25 persen walau total penjualan industri pada tahun ini mengalami penurunan,” katanya.

Berdasarkan catatan, pada tahun ini industri otomotif khususnya roda empat hanya menargetkan terjadi penjualan sebesar 400 ribu unit. TAM sendiri untuk seluruh produknya menargetkan mampu menjual sekitar 150 ribu unit.

Johnny mengatakan, untuk mencapai target pangsa pasar dari Yaris, TAM meluncurkan New Yaris belum lama ini.. Produk ini ditargetkan terjual 9.600 unit hingga akhir tahun nanti.

“Kami menargetkan produk ini terjual 500 sampai 800 unit per bulan. Sedangkan di industri diperkirakan segmen hatchback bisa terjual hingga 50 ribu unit,” katanya.

Berkaitan dengan harga jual New Yaris yang dianggap menjadi lebih mahal antara 174,35 juta hingga 207,5 juta rupiah, Johnny mengaku tidak khawatir pecinta Yaris akan meninggalkan produknya karena yang dibidik adalah segmen muda.

“Anda harus tahu kami sudah menyesuaikan banderol dengan nilai tukar rupiah sekitar 10 ribu rupiah. Jika kita produk ini diluncurkan lebih lama lagi, bisa saja harganya makin melambung,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Utama Indomobil Gunadhi Sindhunata mengatakan, pihaknya memiliki varian yang lebih banyak di segmen hatchback sehingga optimis bisa menjadi pemain kuat di kelas tersebut.

“Produk kami lebih banyak variasinya. Kita lihat saja nanti hasil kompetisi di akhir tahun nanti,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s