170309 Menanti Gebrakan iPhone

apple-iphone-3g-blackLembaga riset Gartner belum lama ini melaporkan hasil penelitiannya tentang penjualan ponsel pintar di dunia selama tahun lalu.

Dalam penelitian tersebut terungkap vendor ponsel dari Finlandia, Nokia, menguasai pangsa pasar sekitar 43,7 persen dengan keberhasilan menjual sekitar 60,9 juta unit ponsel pintar tahun lalu. Angka tersebut mengalami penurunan dari sebelumnya yang menguasai 49,4 persen pangsa pasar pada 2007.

Pada posisi kedua bertengger perangkat milik Research In Motion (RIM), BlackBerry, dengan pangsa pasar 16,6 persen. Merek ketiga adalah iPhone keluaran Apple. Produk tersebut berhasil menguasai pasar ponsel cerdas global sebesar 8,2 persen dari sebelumnya hanya berkisar 2,7 persen pada 2007.

Tingginya perolehan penjualan dari iPhone karena Apple agresif membuka pasar baru selain di Amerika Serikat, seperti ke Jepang dan Rusia. Dan tak lama lagi adalah Indonesia pada 20 Maret nanti.

Masuknya iPhone ke Indonesia setelah Apple menggandeng Telkomsel secara eksklusif. Hasilnya, karena kerjasama eksklusif, maka harga yang dibanderol ke masyarakat Indonesia pun “eksklusif”.

Tercatat, untuk handset iPhone 3G kapasitas 8GB dibanderol 9.605.000 rupiah dan ponsel dengan kapasitas 16 GB dibanderol 11.205.000 rupiah. Harga tersebut jika dibandingkan dengan di negara tetangga, Singapura, terdapat disparitas harga rata-rata 2,5 jutaan rupiah untuk kedua ponsel tersebut.

Tingginya angka yang ditawarkan oleh Telkomsel tersebut membuat para calon pelanggan yang telah mendaftar melalui situs operator tersebut mundur teratur. “Dari 17 ribu pendaftar, Banyak yang ngeri dengan harga yang dibanderol. Jadinya, banyak yang mundur teratur,” kata sumber Koran Jakarta belum lama ini.

Kepala Pemasaran dan Merek Indosat Teguh Prasetya mengatakan, masyarakat sekarang membutuhkan perangkat yang bisa membuat dirinya selalu terkoneksi baik dengan akses data atau jasa telephony. “Untuk saat ini sepertinya semua itu telah dipenuhi oleh BlackBerry,” katanya kepada Koran Jakarta, Minggu (15/3).

Pernyataan dari Teguh itu ada benarnya karena iPhone memang tidak cocok untuk menjadi alat bekerja bagi para eksekutif. Hal ini karena tidak adanya fasilitas cut and paste untuk mengedit dokumen, tidak bisanya perangkat ini mensupport MMS yang berujung susahnya mengirim gambar secara langsung, dan tidak bisa merekam video. Selanjutnya jika banyak aplikasi dijalankan tidak bisa membaca pesan singkat yang masuk dan ponsel ini sangat boros baterai.

Menurut Teguh, segmen dari iPhone adalah para anak muda yang suka dengan hiburan mengingat ponsel ini memiliki kekuatan pada fitur entertainment. “Tetapi yang menjadi kendala adalah tidak adanya satu fitur yang baru ditawarkan oleh iPhone sejak diluncurkan pada tahun lalu,” katanya.

Tidak adanya fitur baru, lanjutnya, membuat iPhone tidak menarik lagi untuk dijual mengingat ponsel ini sudah banyak masuk secara ilegal di Indonesia pada tahun lalu. “Jika diistilahkan di pemasaran itu masa hype-nya sudah hilang,” katanya.

Manager Broadband BlackBerry & 3G XL Handono Warih mengatakan, kunci sukses dari penjualan iPhone di Indonesia terletak pada harga jual yang ditawarkan. “Jika ditawarkan lebih mahal ketimbang harga di pusat penjualan ponsel, masyarakat enggan membelinya,” katanya.

Tidak jelasnya masa depan dari iPhone tersebut membuat XL mengambil langkah menunggu untuk mengajak Apple bekerjasama. “Kami sejauh ini tidak ada rencana untuk menggandeng Apple. Tidak tahu kalau nanti,” katanya.

Product Marketing Manager LG Electronic Indonesia John Halim mengingatkan, di Indonesia pada tahun ini hanya akan terjual sekitar 21 juta unit ponsel. Pasar dari ponsel pintar hanya lima persen dari produk yang terjual.

“Sekarang masyarakat mengeluarkan uangnya lebih ketat. Jika tidak mendesak, ponsel pintarnya tidak diganti,” katanya.

Sementara pengamat telematika Ventura Elisawati mengatakan, di Indonesia terdapat keunikan dalam pasar ponsel cerdas. “Terdapat segmen yang ingin diakui di lingkungannya. Itu terlihat ketika Nokia meluncurkan Communicator. Indonesia adalah salah satu pengguna Communicator terbanyak. Hal yang sama juga berlaku dengan BlackBerry, dimana penjualannya meningkat karena banyak digunakan untuk memenuhi gaya hidup ketimbang pekerjaan,” katanya.

Senada dengan Ventura, VP Product and Mobile Data Telkomsel Hendri Mulya Sjam menegaskan, harga yang ditawarkan oleh Telkomsel untuk iPhone tidaklah terlalu mahal. “Di Indonesia memang ada segmen yang mampu membeli seharga yang kami tawarkan. Itu sudah terbukti dengan Communicator,” tegasnya.[dni]


Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s