130309 Pusat Perbelanjaan Tidak Matikan Pasar Tradisional

JAKARTA— Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menegaskan semakin maraknya pembangunan pusat perbelanjaan di kota-kota besar tidak akan mematikan pasar tradisional.

“Pasar tradisional tidak akan mati meskipun di sampingnya ada pusat perbelanjaan. Hal ini karena semuanya ada segmennya,” ujar Ketua Umum APPBI A. Stefanus Ridwan S di Jakarta, Kamis (12/3).

Dikatakannya, di luar negeri sudah menjadi pemandangan yang lumrah pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern bisa berdiri berdampingan. “Kuncinya adalah pasar tradisional itu harus bersih dan diberikan pinjaman yang ringan bagi penyewanya. Jangan seperti sekarang,” katanya.

Menurut dia, pusat perbelanjaan modern tak akan bisa mengalahkan pasar tradisional dari sisi harga karena ada biaya perawatan berbeda yang ditanggungnya. “Sampai kapan pun untuk masalah harga akan susah pusat belanja itu bersaing dengan pasar tradisional,” jelasnya.

Ketika ditanya masih wajarkah jumlah pusat perbelanjaan di Jakarta , Stefanus mengatakan, secara statistik Indonesia masih jauh tertinggal dibanding Hong Kong . Tercatat, di Hong Kong terdapat 200 pusat perbelanjaan. Sedangkan di Jakarta hanya 63 unit dan Indonesia secara keseluruhan sekitar 190 unit.

Selanjutnya dikatakan, pembangunan pusat perbelanjaan ke depan memang konsepnya berdekatan untuk memudahkan pengunjung dan menyukseskan wisata belanja. “Tren di luar negeri itu memang seperti satu komplek keberadaan dari pusat perbelanjaan itu. Jika ada pusat perbelanjaan yang terpisah-pisah, justru akan mati,” katanya.

Secara terpisah, Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Ngadiran membantah keras pernyataan dari APPBI. “Tidak benar pernyataan tersebut. Jika asosiasi itu hanya merujuk pada kasus di BSD city itu tidak bisa dijadikan pembenaran,” katanya.

Ngadiran menduga, pernyataan tersebut dilontarkan untuk mengalihkan perhatian dari usaha para pedagang pasar tradisional yang meminta keadilan dari pemerintah akibat semakin terdesaknya berusaha sejak pusat perbelanjaan semakin menjamur.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s