130309 Maskapai Disarankan Gunakan Satu Tipe Pesawat

b747 JAKARTA —Maskapai penerbangan di Indonesia diusulkan untuk menggunakan satu tipe pesawat untuk efisiensi perawatan.

Dirjen Perhubungan Udara Dephub Herry Bakti mengatakan kebijakan satu tipe pesawat akan memudahkan sistem perawatan sekaligus kebutuhan SDM-nya.

“Penggunaan banyak jenis pesawat akan membuat manajemen maskapai membutuhkan orang yang lebih banyak dan keahlian yang lebih banyak sehingga menjadi tidak efisien,” katanya di Jakarta , Kamis (12/3).

Dia menjelaskan maskapai yang mengoperasikan berbagai tipe pesawat dipastikan tidak efisien sehingga berpotensi menimbulkan kelalaian sehingga memunculkan insiden.

“ Awalnya benih insiden, selanjutnya berujung pada insiden serius hingga kecelakaan pesawat terbang . Usulan ini ada baiknya dipertimbangkan oleh maskapai,” katanya.

Secara terpisah, Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin mengakui, penggunaan satu tipe pesawat akan membuat maskapai menjadi lebih efisien.

“Masalahnya di Indonesia fasilitasnya tidak semuanya seragam. Bandara ada yang besar dan kecil. Jadi penggunaan pesawat itu tergantung pada kebutuhan maskapai,” katanya.

Kasus Lion Air

Sementara itu, juru bicara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) J.A. Barata menyatakan pihaknya tengah mendalami faktor aquaplanning dalam kasus kecelakaan MD-90 milik Lion Air selama pendaratan pesawat.

Aqua Planning merupakan keadaan terdapat air di antara ban dan permukaan jalan, sehingga traksi antara ban dengan permukaan jalan hampir tidak ada.

“Kami masih mendalami indikasi aquaplannig dalam kecelakaan Lion Air,” tuturnya.

Hal itu, lanjut Barata, lebih disebabkan kembangan ban tidak mampu membuang air ke samping dengan cepat, sehingga kendaraan seolah-olah melayang dan susah dikendalikan. “Namun kami belum dapat menyimpulkan penyebab utama kecelakaan itu,” tutur Barata.

Untuk diketahui, pesawat tipe MD-90 tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada 9 Maret lalu. Dalam kecelakaan itu tidak ditemukan korban jiwa atau luka.

Kecelakaan MD-90 milik Lion Air itu merupakan kali kedua setelah pesawat tipe sama nomor penerbangan JT 972 mendarat darurat tanpa roda depan di Bandara Hang Nadim, Batam, 23 Februari lalu. Dilaporkan juga tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.[dni]

130309 Pusat Perbelanjaan Tidak Matikan Pasar Tradisional

JAKARTA— Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menegaskan semakin maraknya pembangunan pusat perbelanjaan di kota-kota besar tidak akan mematikan pasar tradisional.

“Pasar tradisional tidak akan mati meskipun di sampingnya ada pusat perbelanjaan. Hal ini karena semuanya ada segmennya,” ujar Ketua Umum APPBI A. Stefanus Ridwan S di Jakarta, Kamis (12/3).

Dikatakannya, di luar negeri sudah menjadi pemandangan yang lumrah pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern bisa berdiri berdampingan. “Kuncinya adalah pasar tradisional itu harus bersih dan diberikan pinjaman yang ringan bagi penyewanya. Jangan seperti sekarang,” katanya.

Menurut dia, pusat perbelanjaan modern tak akan bisa mengalahkan pasar tradisional dari sisi harga karena ada biaya perawatan berbeda yang ditanggungnya. “Sampai kapan pun untuk masalah harga akan susah pusat belanja itu bersaing dengan pasar tradisional,” jelasnya.

Ketika ditanya masih wajarkah jumlah pusat perbelanjaan di Jakarta , Stefanus mengatakan, secara statistik Indonesia masih jauh tertinggal dibanding Hong Kong . Tercatat, di Hong Kong terdapat 200 pusat perbelanjaan. Sedangkan di Jakarta hanya 63 unit dan Indonesia secara keseluruhan sekitar 190 unit.

Selanjutnya dikatakan, pembangunan pusat perbelanjaan ke depan memang konsepnya berdekatan untuk memudahkan pengunjung dan menyukseskan wisata belanja. “Tren di luar negeri itu memang seperti satu komplek keberadaan dari pusat perbelanjaan itu. Jika ada pusat perbelanjaan yang terpisah-pisah, justru akan mati,” katanya.

Secara terpisah, Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Ngadiran membantah keras pernyataan dari APPBI. “Tidak benar pernyataan tersebut. Jika asosiasi itu hanya merujuk pada kasus di BSD city itu tidak bisa dijadikan pembenaran,” katanya.

Ngadiran menduga, pernyataan tersebut dilontarkan untuk mengalihkan perhatian dari usaha para pedagang pasar tradisional yang meminta keadilan dari pemerintah akibat semakin terdesaknya berusaha sejak pusat perbelanjaan semakin menjamur.[dni]

Pengembang Geber Superblok

JAKARTA —Pengembang tetap menggeber proyek yang sedang dibangunnya meskipun krisis ekonomi sedang menghantam dunia dan pasar lokal.

“Kami tetap menggeber pembangunan dari proyek yang sedang dikerjakan. Jika pada Oktober atau November 2008 terkesan kami memperlambat proyek itu karena sedang dilakukan perhitungan ulang biaya produksi,” ungkap Vice President PT Artisan Wahyu A. Stefanus Ridwan S di Jakarta, Kamis (12/3).

Stefanus mengungkapkan, akibat adanya krisis beberapa bahan bangunan mengalami peningkatan harga antara 10 hingga 20 persen. Contohnya semen naik sebesar 10 persen dan barang impor akibat depresiasi rupiah mengaami kenaikan sekitar 20 persen.

“Tetapi ada juga bahan bangunan yang mengalami penurunan. Jadi, karena situasinya tidak berubah banyak, kami tetap menggeber pembangunan,” jelasnya.

Berdasarkan catatan, Artisan Wahyu yang menjadi bagian dari Pakuwon grup memiliki dua proyek supeblok di Jakarta yakni kota Casablanca dan Gandaria City . Gandaria City diperkirakan akan beroperasi mulai April 2010 untuk pusat perbelanjaan dan apartemen.

“ Gandaria City proyek superblok kami yang pertama. Proyek senilai 2,1 triliun rupiah itu menawarkan mall, perkantoran, dan apartemen secara terintegrasi,” katanya.

Diungkapkannya, hampir 70 persen dari total 600 unit apartemen seharga 600 juta hingga tiga miliar rupiah tersebut telah terjual. Sementara untuk pusat perbelanjaan juga telah tersewakan sekitar 65 persen ke para tenant.

“Kondisi kami yang telah menyewakan ruang itu tidak memungkinkan lagi menunda pembangunan. Karena itu kami akan geber secepatnya pembangunan dari setiap proyek superblok yang dimiliki,” jelasnya.

Dia memperkirakan, Mall Gandaria City dan Tower A dari apartemen akan bisa beroperasi secara penuh pada April 2010. sedangkan untuk tower B dari apartemen akan selesai pada Oktober tahun mendatang.

“Untuk masalah pendanaan tidak masalah. Dua pertiga dari pembangunan proyek Gandaria City melalui kas internal, sisanya dari penjualan. Tidak ada hutang sehingga aman dari krisis finansial,” jelasnya.[dni]