270209 AP II Diduga Langgar UU No 5/99

JAKARTAPT Angkasa Pura II diduga melanggar UU No 5/99 tentang anti Persaingan Tidak Sehat karena menaikkan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dalam dan luar negeri di bandara-bandara yang dikelolanya belum lama ini.

“Kebijakan yang diambil oleh AP II itu sarat indikasi praktik monopoli. Selain itu ada beberapa regulasi yang mereka tabrak,” tegas Anggota Komisioner KPPU Tadjuddin Noersaid di Jakarta, Kamis (26/2).

Menurut Tadjuddin, kebijakan menaikkan PJP2U yang selama ini dikenal dengan airport tax tersebut membuat AP II seolah-olah memiliki kewenangan menarik pajak dari masyarakat. “Ini jelas sekali melanggar aturan,” katanya.

Belum lagi dengan kenaikan tersebut membuat BUMN tersebut memiliki hak untuk menentukan besaran kenaikan tarif di jasanya. “Ini kan namanya sudah mengambil alih fungsi negara. kami akan selidiki praktik ini,” jelasnya

Sebelumnya, Sebelumnya, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menyetujui penyesuaian tarif PJP2U melalui surat bernomor PR 303/1/2 Phb 2009 sejak 15 Januari 2009. Surat tersebut dikeluarkan menyikapi usulan yang diajukan PT AP II pada 4 Juni 208 silam.

Dengan dikeluarkannya surat persetujuan tersebut, tarif PJP2U di bandara-bandara yang dikelola PT AP II mengalami kenaikan antara 33-66 persen untuk rute dalam negeri dan 0-66 persen untuk penumpang tujuan luar negeri.

Untuk Bandara Soekarno-Hatta, tarif baru PJP2U penumpang domestik yang disetujui adalah sebesar Rp 40 ribu per penumpang, atau mengalami kenaikan sebesar 33.33 persen dari tarif sebelumnya, yaitu 30 ribu rupiah . Prosentase kenaikan yang sama pada Bandara Raja H. Fisabilillah Tanjung Pinang, yaitu dari 15 ribu rupiah menjadi 20 ribu rupiah (33,33 persen).

Sementara untuk Bandara Polonia Medan, Bandara SM Badaruddin II Palembang, Minangkabau Padang, St, Syarif Kasim II Pekanbaru, Halim Perdanakusuma dan Supadio Pontianak, tarif baru PJP2U mengalami kenaikan sebesar 40 persen dari 25 ribu rupiah menjadi 35 ribu rupiah.

Prosentase kenaikan tarif PJP2U tertinggi mencapai 66,67 persen terjadi di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, dan Husein Sastranegara Bandung, dari 15 ribu rupiah menjadi 25 ribu rupiah per penumpang.

Untuk rute luar negeri, kenaikan tarif PJP2U di Soekarno-Hatta mencapai 50 persen dari 100 ribu rupiah menjadi 150 ribu rupiah per penumpang. Sedangkan untuk Bandara Polonia Medan tidak berubah, yakni 75 ribu rupiah. Kemudian untuk Bandara SM Badaruddin II Palembang dan Minangkabau Padang naik dari 75 ribu rupiah menjadi 100 ribu rupiah (33,33 persen).

Selanjutnya St, Syarif Kasim II Pekanbaru dan Supadio Pontianak, tarif baru PJP2U luar negeri mengalami kenaikan sebesar 25 persen, dari 60 ribu rupiah menjadi 75 ribu rupiah. Kenaikan di Sultan Iskandar Muda Aceh, kenaikan tarif PJP2U luar negeri sebesar 66,67 persen dari 60 ribu rupiah menjadi 100 ribu rupiah.

penyesuaian tarif dapat dilaksanakan setelah berkonsultasi dengan pengguna jasa yang diwakili Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan tergantung evaluasi kinerja pelayanan dan pengawasan yang dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Udara.

Indonesia National Air Carrier Association (Inaca) menganggap kenaikan dari aiport tax tersebut membuat pertumbuhan penumpang akan turun karena masyarakat jadi enggan menggunakan pesawat terbang.[dni]


Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s