260209 Telkomsel Tidak Akan Terbitkan Obligasi

logo-telkomselPT Telkomsel tidak akan menerbitkan obligasi dalam upayanya untuk memenuhi belanja modal sebesar 1,5 miliar dollar AS tahun ini.

Anak Usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tersebut lebih mengandalkan kepada kas internal dan hutang dari perbankan dalam negeri sebagai pasokan belanja modalnya.

“Rencana menerbitkan obligasi belum terpikirkan. Belanja modal tetap lebih banyak dipasok oleh kas internal dan sisanya perbankan. Bagaimana komposisi keduanya itu belum bisa saya ungkap sekarang,” ujar Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.

Satu hal yang pasti, lanjutnya, karena Telkomsel tidak menurunkan nilai belanja modal tahun ini, banyak perbankan yang menawarkan kredit ekspor kepada perseroan. “Itu buktinya kami dipercaya oleh industri,” katanya.

Diungkapkannya, belanja modal itu akan digunakan sebanyak 60 persen untuk peningkatan kapasitas jaringan, 10 persen perluasan jangkauan, dan sisanya untuk teknologi pendukung. Rencananya tahun ini Telkomsel akan membangun 4000 BTS baru agar pada akhir tahun nanti, perseroan memiliki 31.000 BTS.

Sedangkan untuk pengembangan teknologi, Telkomsel akan mulai mencoba evolusi dari teknologi 3G yakni Long Term Evolution (LTE) dan akses internet pita lebar WIMAX. LTE rencananya akan difokuskan untuk daerah perkotaan, sedangkan WIMAX di pedesaan, seiring kemenangan Telkomsel di tender Universal Service Obligation (USO) beberapa waktu lalu. Teknologi 3G sendiri akan ditambah di 24 kota baru hingga akhir tahun nanti.

Dana untuk penggelaran USO alias telepon pedesaan disiapkan sebesar 600 miliar rupiah atau empat persen dari belanja modal tahun ini untuk pembangunan di tahun pertama. Sedangkan untuk pengoperasian selama lima tahun dibutuhkan dana sebesar 2,5 triliun rupiah.

Berkaitan dengan analisa yang dilakukan oleh JP Morgan belum lama ini tentang kenaikan pendapatan usaha Telkomsel sebesar 12 persen pada kuartal empat 2008, dibandingkan kuartal ketiga tahun yang sama, Sarwoto mengatakan prediksi itu bisa saja benar, “Tetapi karena laporan keuangan dari Telkom Grup belum keluar, saya tidak bisa publish laporan keuangan,” jelasnya.

Satu hal yang pasti, katanya, dampak dari krisis ekonomi global akan terasa mulai tahun ini. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Telkomsel lebih fokus menggarap pasar komunitas dan area-area yang belum jenuh tingkat penetrasinya, seperti area di luar Jawa. Sedangkan target jumlah pelanggan hingga akhir tahun nanti diharapkan ada 15 juta nomor baru, melengkapi 67,2 juta pelanggan yang dimiliki saat ini. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s