UU Minerba Perhatikan BUMN

JAKARTA—Pemerintah menegaskan Undang-undang Mineral dan Pertambangan (Minerba) yang disahkan belum lama ini telah memperhatikan kepentingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor tersebut.

“Regulasi tersebut sudah mengakomodasi kepentingan BUMN yang bermain di sektor tersebut. Sekarang kita sedang membuat peraturan pemerintah (PP) turunannya untuk menunjukkan keseriusan,” kata Dirjen Minerbapabum Bambang Setiawan di Jakarta, Selasa (24/2).

Berkaitan dengan adanya kontrak jangka panjang dalam menjual produk, Bambang mengatakan, tak membuat produksi mineral terhambat. “Produksi harus tetap dijalankan untuk meningkat dibanding tahun lalu. Hal ini tetap dijalankan meskipun harga untuk komoditas saat ini cenderung mengalami penurunan,” katanya.

Untuk diketahui, kontrak-kontrak jangka panjang memang berlaku di sektor mineral. Hal ini karena di sektor tersebut komoditasnya jarang ditemukan pasar spot. Akibatnya, mineral sangat tergantung dengan kontrak dan kontrak tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja. Biasanya yang di pasar spot adalah batu bara. Sedangkan logam jangka panjang.

Berdasarkan catatan, sejumlah produksi mineral direncanakan mengalami kenaikan pada 2009 ini. Seperti tembaga dari realisasi 2008 sebesar 597,07 ribu ton menjadi 826,37 ribu ton. Emas meningkat 68,5 persen atau meningkat menjadi 99,34 ton di tahun ini dibandingkan realisasi produksi tahun lalu, 58,83 ton.

Untuk perak target produksinya meningkat dari 209 ton menjadi 238,61 ton. Produksi timah juga direncanakan akan naik sekira 41,62 persen dari 71,61 ribu ton menjadi 105 ribu ton di tahun ini.

Selain itu, produksi granit naik 2,5 juta metrik ton menjadi 1,71 juta metrik ton. Begitu pun dengan intan meningkat tajam dari 96 ribu karat menjadi 27.668 karat. Bijih besi juga ditargetkan produksinya naik dari 3,9 juta ton menjadi 4,6 juta ton.

Sedangkan untuk produksi bauksit ditargetkan meningkat dari realisasi tahun sebelumnya 9.885,55 ribu ton menjadi 14.439,32 ribu ton di tahun ini. Nikel in Matte produksinya direncanakan naik menjadi 86,18 ribu ton dari realisasi sebelumnya 73,36 ribu ton. dan Bijih nikel naik 37,8 persen dari 10.634,45 ribu ton menjadi 14.660,14 ribu ton.

Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, pemerintah menargetkan investasi di sektor energi dan pertambangan mencapai 18 miliar dollar AS atau 36 persen dari total investasi tahun ini

Sedangkan di Australia selama 2008 perusahaan pertambangannya tercatat memiliki nilai ekspor Australia dari sumber pertambangan energi dan mineral mencapai 116 miliar dolar atau melonjak 11 persen dari tahun sebelumnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s