250209 Indosat Targetkan Pendapatan Broadband Tumbuh 100 Persen

indosatPT Indosat Tbk (Indosat) menargetkan pendapatan layanan mobile broadband data yang diusungnya melalui teknologi 3G mampu tumbuh hingga 100 persen pada akhir tahun nanti. Saat ini layanan yang terkenal dengan Indosat 3,5G ditawarkan melalui Indosat Mega Media (IM2) dan paket data kepada pelanggan prabayar seluler tersebut berkontribusi sebesar satu hingga dua persen bagi total pendapatan perseroan pada tahun lalu.

“Untuk tahun lalu kontribusi layanan mobile broadband di luar jasa data korporat sebesar angka di atas. Melihat pertumbuhan pelanggan yang menjanjikan pada tahun lalu, kita berani menargetkan kontribusi yang lebih besar,” ujar Direktur Pemasaran Indosat Guntur S Siboro di Jakarta, Selasa (24/2).

Berdasarkan catatan, kinerja Indosat hingga kuartal ketiga 2008 meraih laba bersih sebesar 1,47 triliun rupiah. Sedangkan rata-rata tingkat pemakaian pulsa per orang per bulan atau average rate per users (arpu) sebesar 39.574 rupiah. Jumlah pelanggan Indosat pada periode itu sekitar 35,5 juta nomor.

Dikatakannya, saat ini pelanggan IM2 berjumlah sekitar 300 ribu nomor, sedangkan tingkat pelanggan prabayar yang menggunakan akses data sekitar 30 persen dari total pelanggan. “Di produk IM3 bisa 30 persen dari total sekitar 25 juta penggunanya mengaktifkan layanan data,” tambahnya. Guntur mengungkapkan, per minggu jumlah data yang disalurkan oleh jaringan Indosat mencapai 101 terabyte.

Jika menggunakan asumsi tarif data sebesar satu rupiah per kilobyte, maka per minggu Indosat meraup keuntungan sebesar 100 miliar rupiah. “Tetapi pola pentarifan di layanan data itu ada yang beli gelondongan. Jadi, bisa saja angka yang kita dapatkan di bawah hitungan kasar tersebut,” katanya sambil menambahkan untuk akurasi masalah keuntungan sebaiknya menunggu keluarnya laporan keuangan akhir tahun.

Selanjutnya dikatakan, untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan mengakses layanan data Indosat, perseroan berencana akan menambah seribu Node B (BTS 3G) pada tahun ini untuk memperkuat 1.500 Node B yang telah ada. Selain itu akan memperbesar bandwitdh yang menghubungkan setiap Node B hingga 10 Gbps.

Nilai investasi dari penambahan Node B tersebut jika mengacu pada harga produk itu di pasar sekitar 300 miliar rupiah. Hal ini karena berdasarkan data di pasar, satu Node B memiliki harga sekitar 300 juta rupiah.

“Penambahan kapasitas ini akan selesai pada April nanti. Sebagian menggunakan belanja modal tahun lalu dan 2009. Untuk jumlah belanja modal tahun ini kita belum bisa publikasikan. Satu hal yang pasti belanja modal kita akan mengikuti tren di industri yakni adanya penurunan,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s