Pemerintah Izinkan Investor Asing di Pelabuhan Batubara

JAKARTA —Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal menyambut

baik rencana perusahaan asal China, China Overseas Shiping Company

(Cosco), untuk berinvestasi di sektor pelayaran dan pelabuhan batubara

di Indonesia.

“Investasi yang dilakukan oleh perusahaan China itu sangat baik. Ini buktiya Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor asing,” katanya di Jakarta , Jumat (20/2).

Menurutnya, investasi palayaran asal China itu bakal menjadi awal yang baik bagi dunia pelayaran nasional. Namun syaratnya adalah dengan membuat perusahaan dengan perusahaan lokal dengan komposisi mayoritas modal dari perusahaan lokal.

“Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal dan asas cabottage, asing

boleh mendirikan perusahaan untuk investasi pelabuhan. Tetapi saham mayoritas harus tetap dikuasai oleh lokal,” tuturnya.

Pada saat krisis global seperti sekarang ini, jelasnya, potensi alam di Indonesia masih menarik asing untuk menanamkan investasinya. Salah satunya adalah batubara, hal ini menguntungkan Indonesia , selain meningkatkan investasi pertambangan juga investasi pendukungnya seperti pelabuhan dan pelayaran.

Sebelumnya, Cosco diberitakan telah mengincar sejumlah tempat untuk dijadikan pelabuhan batubara dan akan menyediakan kapal untuk operasi pelayaran.

Cosco adalah perusahaan milik pemerintah China yang telah melebarkan sayapnya di dunia. Di negeri tirai bambu, Cosco merupakan perusahaan terbesar nomor dua dunia.

Cosco menggandeng PT Global Putra International Group dengan menggunakan bendera PT Cosbulk Indonesia Global Shipping (CIGS) dan akan mendatangkan 10 unit kapal ukuran handymax senilai 300 juta dolar AS hingga 2010.

Saat ini, Cobulk masuk ke bisnis pengangkutan batu bara di Indonesia dengan mengoperasikan satu kapal curah kering ukuran 300.000 ton.

Operasi kapal besar di Indonesia masih dibutuhkan mengingat hingga saat ini perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal tipe coal carrier ukuran panamax dan handymax relatif terbatas. Perusahaan itu antara lain PT Arperni Pratama Ocean Line Tbk, PT Jaya Samudra Karunia Shipping, PT Gurita Lintas Samudera, dan PT Bahtera

Adhiguna (Persero).[dni]