Obligasi Mobile-8 : Jaminan Dinaikkan Akibat Peringkat Turun

JAKARTA —PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) mengatakan dinaikkannya jaminan pinjaman dalam nilai rupiah belum lama ini tak dapat dilepaskan dari melorotnya peringkat perseroan oleh pemeringkat efek Indonesia (Pefindo).

“Peringkat kami belum lama ini melorot oleh Pefindo. Sesuai perjanjian, jika peringkat melorot, kami harus menaikkan jaminan,” ujar Driketur Korporasi Mobile-8 Telecom, Merza Fachys kepada Koran Jakarta, Kamis (19/2).

Dikatakannya, kenaikan jaminan obligasi senilai 670 miliar rupiah adalah 130 persen dari 110 persen. “Aset kami sebesar tiga triliun rupiah. Jadi, bukan masalah besarlah bagi Mobile-8,” katanya.

Diungkapkannya, aset yang dijaminkan berupa infrastruktur perusahaan dan perangkat telekomunikasi lainnya. Berkaitan dengan tuntutan di pengadilan oleh salah satu Debitur, DB Trustee, Merza mengatakan, sidang pertama akan dilakukan pada 19 April nanti. “Kami belum menunjuk pengacara. Tetapi ini masalah yang berbeda lho dengan jaminan tadi,” katanya.

Dijelaskannya, adanya tuntutan bermula dari berubahnya kepemilikan saham Mobile-8 dimana Media Comm menjual sebagian sahamnya ke Jerash Investment. Saat ini Jerash memiliki 32 persen saham Mobile-8, Media Comm 19 persen, dan sisanya publik. Akibat perubahan kepemilikan tersebut, DB Trustee menuntut Mobile-8 membayar hutangnya sebelum jatuh tempo.

Telkom

Pada kesempatan lain, Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia mengungkapkan, perseroan telah menyalurkan dana untuk Program Kemitraan dengan Usaha Kecil dan Mikro (UKM) sejak tahun 2006 hingga 2008 mencapai lebih dari 481 miliar rupiah. Di sisi lain, untuk Program Bina Lingkungan Telkom telah menyalurkan dana tak kurang dari 110 miliar rupiah.

Jumlah dana yang disalurkan tersebut mengalami kenaikan setiap tahunnya. Tercatat, pada tahun 2007 dana yang disalurkan baru sekitar 182 miliar rupiah, sedangkan pada tahun 2008 meningkat menjadi sekitar 205 miliar rupiah.

Begitupun jumlah mitra binaan naik cukup dratis. Pada tahun 2007 baru ada sekitar 9.700 mitra binaan maka pada tahun 2008 jumlahnya mencapai lebih dari 11 ribu mitra binaan, sedangkan total jumlah penerima bantuan mencapai 27 ribu.

”Program program kemitraan dengan usaha kecil bertujuan untuk mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi, terciptanya lapangan kerja serta kesempatan berusaha untuk masyarakat. Di samping itu, ini bagian dari tanggung jawab perusahaan menjalankan good corporat governance,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima, kemarin.

Untuk program kemitraan, dana bantuan disalurkan kepada sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan jasa. Penyerapan dana terbesar adalah pada sektor usaha perdagangan sebesar 43 persen setelah itu diikuti sektor usaha jasa 34 persen dan sektor usaha industri 11 persen.

Dilihat dari sisi sebarannya, Propinsi Jawa Timur menempati posisi sebagai penerima bantuan terbanyak. Di Jawa Timur Telkom memiliki sekitar 3.700 mitra binaan yang menyerap bantuan senilai kurang lebih 50 miliar rupiah.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s