Pasar Elektronik Tumbuh 10 Persen

JAKARTA —Pasar elektronik diperkirakan akan tumbuh sebesar lima hingga 10 persen tahun ini meskipun krisis ekonomi masih berlangsung.

“Awalnya diperkirakan tahun ini pertumbuhan akan minus. Tetapi melihat perkembangan pada Desember tahun lalu, kami menjadi optimistis akan ada pertumbuhan lima hingga 10 persen,” ungkap Sekjen Electronics Marketer Club (EMC) Handojo Soetanto kepada Koran Jakarta, Rabu (18/2).

Dikatakannya, pada tahun lalu penjualan dari produk elektronik mencapai 18 triliun rupiah. Segmen yang paling tinggi penjualannya adalah TV sekitar 40 persen, sedangkan AC sebesar 20 persen. “Kalau tidak salah AC itu terjual satu juta unit,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Penjualan LG Electronic Indonesia (LGEIN) Budi Setiawan mengungkapkan, pada tahun lalu produk air-conditioner (AC) LG memberi kontribusi 15 persen atau 3,03 triliun rupiah untuk pendapatan LG Electronics Indonesia (LGEIN) yang mencapai 1,7 miliar dollar AS atau setara 20,2 triliun rupiah.

Dibandingkan tahun 2007, terjadi pertumbuhan penjualan 20 persen. Sedangkan secara domestik, pertumbuhannya mencapai 30 persen.

Budi mengungkapkan, LGEIN kini menguasai sekitar 27 persen pangsa pasar AC di Tanah Air dengan estimasi besar pangsa pasar mencapai 800.000 unit. Diperkirakan, pertumbuhan pangsa pasar AC akan menyentuh 23 persen tahun ini atau menjadi sekitar satu juta unit.”Kami yakin dapat menguasai 30 persennya di akhir tahun,” ujarnya.


Berkaitan dengan harga jual ritel produknya, Budi mengaku telah menaikkan harga jual retailnya 2-3 persen pada rata-rata seluruh produk LGE setiap bulan sejak November lalu. Adapun terdapat empat unit bisnis LGE yakni Mobile Communications, Digital Appliance, Digital Display, dan Digital Media.

“Harga yang dipatok adalah berdasarkan kurs Rupiah terhadap Dolar masih sekitar 9.000 rupiah. Karena kini berkisar di angka 11.000 rupiah, maka kami naikkan harganya sedikit-sedikit,” jelasnya.[dni]

190209 Pascabayar CDMA: Titik Awal Pengembangan Layanan

Bagi operator berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) memiliki pelanggan pascabayar tidak hanya merupakan diversifikasi produk untuk memenangkan persaingan di pasar.

Bagi pemain CDMA, jasa pascabayar memiliki arti yang strategis. Hal ini karena dari jasa tersebut, operator CDMA bisa mengembangkan banyak layanan untuk memanjakan pelanggannya. “Prabayar itu kita butuhkan untuk mengakuisisi pasar. Tetapi untuk retensi tentunya dari pascabayar,” ungkap Head of Commercial Marketing Smart Telecom Ruby Hermanto kepada Koran Jakarta, Rabu (18/2).

Menurut Ruby, memiliki pelanggan pascabayar merupakan titik awal untuk pengembangan layanan bagi operator berbasis CDMA. “Dari jasa inilah bisa ditawarkan layanan yang lebih eksklusif di luar suara dan SMS,” ujarnya.

Dikatakannya, berbeda dengan jasa prabayar dimana data dari pelanggan tidak bisa divalidasi, maka di pascabayar hal tersebut bisa dieliminir. “Data yang valid ini membuat kita lebih percaya memberikan layanan yang bisa dipertanggungjawabkan oleh pelanggan,” katanya.

Layanan yang masuk dalam kategori bertanggungjawab tersebut adalah fasilitas roaming untuk keluar negeri, akses data, dan fleksibilitas pembayaran. “Jika di prabayar itu dilakukan, bisa saja pelanggan kabur setelah menikmati layanan. Dan operator tidak tahu mencarinya kemana. Terutama untuk fasilitas roaming,” jelasnya.

Diungkapkannya, untuk tahap awal Smart Telecom akan meluncurkan dua paket pascabayar dengan menggandeng Nokia dan Haier. Paket Haier D1100 dibanderol seharga 99 ribu rupiah dan paket Nokia 250 ribu rupiah. Paket tersebut harus dibeli melalui kartu kredit keluaran bank tertentu.

”Masing-masing paket dengan berbagai kemudahan yang diterima pelanggan. Target kita komposisi dari pengguna pasca dan prabayar nantinya sama dengan di industri yakni sekitar lima persen dari total pelanggan,” katanya sambil menambahkan hingga akhir tahun lalu Smart telah memiliki 1,5 juta pelanggan.

Selanjutnya Ruby mengatakan, Smart akan terus menawarkan produk yang berkualitas bagi pelanggan pascabayarnya. Salah satu yang dipersiapkan adalah akses data secara mingguan dan harian. ”Paket itu dipersiapkan untuk menunjang jangkauan Smart yang terus dikembangkan hingga semester pertama tahun ini ke Lampung, Aceh, Pekanbaru, Lombok, dan Makassar,” katanya.