190208 Pasar Ponsel 2009: Penjualan Mulai Melambat

ngetik-smsPada tahun lalu perusahaan riset IDC di Washington mencatat penjualan ponsel mencapai 1,18 miliar unit di seluruh dunia. Angka itu merupakan 3,5 persen lebih tinggi dari tahun 2007 yang hanya 1,14 miliar unit.

Fakta yang mengejutkan adalah pada kuartal keempat 2008, pasar ponsel mulai tertekan hingga 12,6 persen atau hanya menjual 289 juta unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut IDC, penurunan dua digit penjualan ponsel dalam triwulan keempat itu tidak biasa. Bagi lembaga riset itu, melemahnya penjualan pada kuartal keempat menunjukkan krisis ekonomi memberikan dampak serius terhadap penjualan ponsel.

Berdasarkan catatan tahun lalu, vendor dari Finlandia, Nokia, masih menjadi pemimpin pasar dengan penjualan 468,4 juta unit, atau pangsa pasarnya tercatat 39,7 persen. Urutan kedua dan ketiga dikuasai pabrikan asal Korea Selatan, Samsung, dengan 196,7 juta unit (pangsa pasar 16,7 persen) dan LG dengan penjualan 100,7 juta unit (pangsa pasar 8,5 persen).

Sedangkan urutan keempat diduduki oleh Motorolla dengan penjualan 100,1 juta unit (pangsa pasar 8,5 persen), diikuti Sony Ericsson yang menjual 96,6 juta unit atau meraih pangsa pasar 8,2 persen.

Pasar 2009

Sementara itu, Lembaga Survei Strategy Analytics (SA) memperkirakan pada tahun ini hanya 1,08 miliar handset yang akan terjual, atau turun dari 1,18 miliar dibandingkan 2008. Terjadinya penurunan tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak hal yang sama dialami pasar ponsel dunia pada 2001 dengan penurunan sebesar enam persen.

Jika pasar dunia terjadi penurunan, bagaimana di Indonesia ? Ketua Asosiasi Importir Telepon Seluler Indonesia Eko Nilam memprediksikan pasar ponsel di Indonesia akan tumbuh sebesar 12 persen tahun ini.

“Tanpa ekspansi pasar sekalipun kebutuhan ponsel akan tumbuh mencapai sekitar 22,5 juta unit. Kebutuhan ini hanya datang dari masyarakat yang perlu mengganti ponselnya karena rusak atau kedaluwarsa, belum termasuk pengguna baru,” katanya di Jakarta , belum lama ini.

Jika benar prediksi yang dibuat Eko, bisa dikatakan pada tahun ini terjadi pelambatan penjualan ponsel sebesar 8 persen. Hal ini karena pada tahun lalu pertumbuhan penjualan ponsel di Indonesia mencapai 20 persen atau menjual 21,6 juta unit.

Sebaliknya, Product Marketing Manager LG Electronic Indonesia John Halim memperkirakan, pada tahun ini tidak terjadi pertumbuhan penjualan di pasar ponsel Indonesia . “Diperkirakan jumlah penjualan akan sama dengan tahun lalu, sekitar 21 jutaan unit,” katanya.

LG sendiri menargetkan mampu menikmati 6 persen dari total penjualan tersebut pada tahun ini untuk menduduki posisi empat besar. Di Indonesia sendiri posisi tiga besar untuk merek terkenal posisi pertama adalah Nokia, Sony Ericsson, dan Samsung.

Sedangkan di pasar dunia LG menargetkan untuk menjual lebih dari 100 juta handset agar pangsa pasarnya naik dari 8,5 persen menjadi 10 persen. Sementara vendor dari Korea lainnya, Samsung, menargetkan menjual lebih dari 200 juta handset tahun ini untuk memacu pertumbuhan pasarnya dari 16 persen menjadi sekitar 20 persen.

Halim memperkirakan, penjualan ponsel pada tahun ini akan banyak datang dari segmen low end yang memiliki nilai jual di bawah satu juta rupiah. Pasar dari segmen ini bisa mencapai 60 persen.”Sedangkan untuk harga 100 hingga 500 ribu rupiah itu bisa menguasai 40 persen dari pasar low end,” jelasnya.

Country Manager Nokia Indonesia Hasan Aula mengakui, krisis ekonomi berdampak pada penjualan ponsel di pasar lokal. “Jika secara global Nokia terkena dampak, hal yang sama juga berlaku di Indonesia ,” katanya.

Untuk mengatasi krisis, lanjut Hasan, Nokia akan lebih fokus menggarap pasar mid low-mid high. “Pasar memang ada di situ sekarang. Karena itu tiap kuartal kita akan meluncurkan produk baru nantinya yang didominasi oleh segemen tersebut,” jelasnya.

Hasan mengatakan, meskipun banyak bermain di segmen low end, tetapi pasar menengah atas tetap akan digarap oleh Nokia. “Segmen ini unik. Mereka sering berganti ponsel secara rutin. Karena itu harus ditawarkan ponsel sesuai kebutuhannya,” katanya.

Halim memperkirakan, ponsel untuk menengah atas hanya akan menikmati 5 persen dari total penjualan ponsel. “Sekarang masyarakat mengeluarkan uangnya lebih ketat. Jika tidak mendesak, ponsel pintarnya tidak diganti,” katanya sambil mengungkapkan LG bersiap-siap meluncurkan 10 model baru smartphone tahun ini.

Merek Medioker

Jika merek terkenal mulai aktif menggarap segmen low end mulai dua tahun lalu, maka merek medioker yang didatangkan dari China atau negara Asia lainnya telah lama bermain di segmen tersebut

Pasar dari merek medioker ini biasanya menguasai lima persen dari total penjualan setiap tahunnya. “Pertarungan di pasar ini lumayan ketat. Setiap bulan bisa berganti-ganti pemimpin pasarnya seperti klasemen sepak bola,” ujar Service Manager Asiafone, Jarot

Susanto R.

Dikatakannya, keunggulan dari produk medioker adalah mampu menghadirkan produk dengan fitur multimedia yang banyak dengan harga sesuai kantong segmen menengah bawah. “Pasar kita masih sensitif harga. Karena itu produk kami cepat diterima pasar,” jelasnya.

President Samart Corporation, Watchai Vilailuck mengharapkan, pada tahun ini bisa menjual sebanyak satu juta unit ponsel yang berasal dari Thailand tersebut. “Samart i-mobile berencana meluncurkan lima ponsel baru pada kuartal pertama 2009. Secara keseluruhan pada tahun ini akan diluncurkan 30 ponsel seri baru, diantaranya yang mendukung teknologi 3G dan CDMA,” jelasnya.

Secara terpisah, pengamat telematika Miftadi Sudjai memperkirakan, pejualan ponsel pada semester pertama 2009 akan menjadi penentu kinerja pasar tahun ini. “Jika sebelum periode tersebut stok penjualan 2008 sudah habis. Maka kinerja pasar tahun ini bisa jadi positif alias ada pertumbuhan,”katanya.[dni]