170209 UU ITE: Penyelamat Pendapatan Negara

cybercrimeHadirnya UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebenarnya tidak hanya ingin mengamankan para pengguna transaksi elektornik dari cyber crime. Tetapi ada yang lebih besar lagi, yakni menyelamatakan pendapatan negara.

Dirjen Aplikasi Telematika KomInfo, Cahyana Amadjayadi memprediksi jika UU ITE dijalankan ada potensi pendapatan yang diterima negara sebesar 400 miliar rupiah dalam tahap pertama mplementasinya.

Angka tersebut merupakan 20 persen dari total dua triliun rupiah yang sebelumnya dinikmati lembaga Certification Authority (CA) asing.

CA merupakan lembaga penjamin yang mensertifikasi setiap transaksi elektronik yang dilakukan. Saat ini Indonesia belum memiliki CA karena tidak ada payung hukumnya yakni UU ITE. Hal itu membuat setiap transaksi yang dilakukan oleh manusia dengan alat elektronik disertifikasi oleh pihak asing.

Pada dua tahun lalu, dunia perbankan saja melakukan transaksi elektronik melalui kartu debit dan kartu kredit senilai 230 triliun rupiah. Sedangkan secara total di dunia pada transaksi e-commerce tercatat sebanyak 150 miliar dollar AS. Dan pada tahun lalu diperkirakan mencapai 200 miliar dollar AS.

“Pada tahap awal yang bisa dihitung sebagai pendapatan yang mungkin diterima itu adalah dari CA. sedangkan dari nilai pajak untuk setiap transaksi belum dilakukan. Sejauh ini sudah ada 10 perusahaan lokal yang tertarik menjadi CA,” jelas Cahyana kala UU ITE baru dirilis pada Maret lalu.

Selain peluang di CA, hadirnya UU ITE juga membuat adanya kepastian dari berkembangnya e-procurement, uang digital, dan e-commerce karena payung hukumnya sudah jelas yakni UU ITE.

Selama ini para pelaku bisnis tidak berani untuk mengembangkan transaksi berbasis elektronik karena Indonesia posisinya belum sejajar di dunia akibat tidak ada UU ITE.

Juru bicara Depkominfo Gatot S Dewo Broto mengakui, UU ITE membuat black list nama Indonesia di kancah transaksi elektronik dunia dicabut karena sudah ada kepastian hukum.

“Industri yang langsung memperoleh manfaat adalah jasa keuangan dan perbankan serta korespondensi perikatan hukum karena transaksi komunikasi elektroniknya memperoleh kepastian hukum dari kemungkinan pihak lain yang meragukan keabsahannya,” katanya kepada Koran Jakarta, Senin (16/2).

Penggiat internet Onno W Purbo memperkirakan, harapan dari pemerintah untuk menyelamatkan pendapatan akan sulit berjalan karena transaksi elektronik sangat tergantung pada konsep tanda tangan digital dan CA. “Kenyataan di Indonesia sebagian besar transaksi di internet indonesia masih berbasis surat elektronik. Angkanya mencapai 99,9 persen,” katanya.

Hal lain yang diingatkan adalah kemampuan dari certificate authorities Indonesia di percaya oleh komunitas internasional dan masuk ke daftar certificate authorities di browser. “Tingginya angka pencurian kartu kredit di Internet dari Indonesia membuat komunitas internasional sulit mempercayai Indonesia,” jelasnya.

Mantan Anggota Pokja Tim Draft UU ITE Rudi Rusdiah mengakui jika dilihat dari perdagangan, regulasi ini memang dibutuhkan. “Namun apa gunanya sebuah ayat jika Peraturan Pemerintah (PP) belum ada. Jadi, sebaiknya disiapkan amandemen dan PP-nya terlebih dahulu sebelum diberlakukan,” katanya.

Menurut dia, jika UU tersebut tidak tidak tumpang tindih dan terlalu umum yang berujung pada timbulnya multitafsir barulah bisa diukur nilai ekonomisnya.[doni ismanto]

Daftar Certificate Authority (CA) yang digunakan oleh beberapa situs e-banking Indonesia,

Nama Situs

CA

Kedudukan

http://www.permatanet.com

VeriSign International Server

AS

Ibank,klikbca,com

Cybertrust SureServer Standard Validation CA

AS

http://www.bankbii.com

VeriSign International Server CA

AS

Ebanking.lippobank.co.id

VeriSign International Server CA

AS

http://www.permatae-business.com

VeriSign International Server CA

AS

Sumber: Onno W Purbo

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s