170209 Blok Natuna Alpha D: Pertamina akan Pilih Lebih dari Satu Mitra

pertamina1JAKARTA — PT Pertamina (Persero) akan memilih lebih dari satu mitra untuk mengelola Blok Natuna D Alpha.

“Kami akan memilih lebih dari satu mitra, itu sudah pasti. Tentang jumlahnya berapa akan dikaji terlebih dulu,” ungkap Dirut Pertamina Karen Agustiawan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI , di Jakarta, Senin (16/2).

Dikatakannya, saat ini sudah ada delapan perusahaan yang berminat untuk ikut mengelola blok tersebut. Nantinya pemilihan akan tergantung pada tiga kriteria yakni kecakapan teknologi, kekuatan finansial, dan ketersediaan untuk memenuhi semua persyaratan yang diberikan oleh Pertamina.

“Hal yang paling krusial adalah penunjukkan langsung dari pemerintah yang menunjuk Pertamina sebagai pengelola blok tersebut,” tambahnya.

Ditegaskannya, setelah mendapatkan mitra, Pertamina akan tetap menjadi lead operator dengan memiliki saham terbesar di blok tersebut. “Kami ingin menjadi leadernya di blok tersebut,” tegasnya.

Diskors

Sementara itu, jalanya Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran Pertamina pada sore kemarin berjalan sengit setelah dibuka selama setengah jam. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII Sonny Keraf mendadak menjadi ‘hangat’ ketika ketua sidang membacakan surat dari Sekretaris Perusahaan Pertamina Toharso, yang berisi kekecewaan atas pertanyaan Komisi tersebut dalam rapat dengar pendapat pada 10 Februari 2009.

Dalam surat tersebut, Pertamina mempertanyakan tidakan dari anggota Komisi VII saat RDP terdahulu yang memojokkan direksi Pertamina. Tindakan tersebut dianggap oleh Pertamina melanggar tata tertib DPR. Menurut Pertamina jalannya rapat kala itu sudah menyimpang dari pokok bahasan awal yakni fungsi pengawasan, namun lebih mempersoalkan penunjukkan direksi Pertamina dan bahkan kelayakan direksi.

Sontak angota yang mendengar isi dari surat tersebut menjadi geram dan meminta rapat diskors karena keberatan atas surat tersebut. Selanjutnya, Komisi VII DPR melakukan rapat internal guna membahas surat tersebut.

“Saya kecewa, surat ini merupakan bentuk intervensi,” kata Sonny.

Karen ketika diminta konfirmasinya langsung oleh anggota Dewan mengakui, surat tersebut sudah melalui persetujuan dirinya.” Surat itu dibuat oleh sekretaris perusahaan,’ katanya.

Toharso yang diminta pertanggungjawabannya oleh anggota Komisi VII mengatakan, keluarnya surat tersebut hanya mengacu pada tata tertib milik DPR.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s