170206 Telkom Bidik KTI

logo_telkomJAKARTA —PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan membidik Kawasan Timur Indonesia (KTI) jika pemerintah merealisasikan janjinya melakukan tender Broadband Wireless Access (BWA) pada April nanti.

“Kami akan bidik zona dimana Telkom belum hadir dengan wimax saat tender nanti. Untuk sementara ini kawasan yang belum terjamah itu adalah KTI,” ujar Direktur Pemasaran Telkom I Nyoman G Wiryanata, kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Dikatakannya, selama ini Telkom telah melayani teknologi broadband dengan mulus di kawasan barat Indonesia melalui Speedy. Selain itu pemanfaatan frekuensi 3,3 GHz juga membuat mulus jalannya teknologi broadband.

“KTI belum optimal. Karena itu kita akan ikut tender untuk zona tersebut,” katanya.

Selanjutnya dikatakan, untuk mengembangkan penggunaan jaringan telepon kabelnya Telkom akan mengembangkan triple play. Jasa yang memungkinkan data, suara , dan gambar berjalan dalam satu jaringan tersebut rencananya akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun ini.

“Triple Play ini identik dengan IPTV. Kami menganggarkan dana sebesar satu triliun rupiah untuk infrastrukturnya dan pengembangan konten sekitar 10 hingga 15 juta dollar AS. Besaran dana tersebut diambil dari belanja modal perseroan tahun ini yang dianggarkan sebesar 2,5 miliar dollar AS,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah.

IPTV adalah layanan televisi berbasis internet protocol yang menggunakan jaringan kabel untuk penghantarnya.

Diungkapkannya, dalam jangka waktu dua tahun terakhir ini pendapatan suara dari telepon kabel terus mengalami penurunan. Tercatat, pada 2007 terjadi penurunan sebesar 9 persen dan pada tahun lalu turun sekitar 13 hingga 14 persen. Saat ini telepon kabel digunakan 8,7 juta pelanggan. Sebanyak 20 persen dari jumlah tersebut dinilai mampu untuk menyelenggarakan IPTV.

“Secara trafik suara memang terus terjadi penurunan. Hal ini karena berubahnya gaya hidup masyarakat dari telepon tetap ke layanan bergerak seluler. Namun, meskipun terjadi pernurunan, telepon tetap masih berkontribusi sebesar 80 persen bagi pendapatan perusahaan yang belum dikonsolidasi,” katanya.

Selanjutnya Rinaldi mengatakan, untuk mengembangkan jasa triple play dibutuhkan waktu yang lama agar diterima pasar. “Tetapi kita harus melakukan sesuatu agar tren penurunan tidak berlanjut. Karena itu Telkom mulai bermain dengan menawarkan tarif paket berlangganan bagi telepon tetap kabel,” jelasnya.

Diungkapkannya, pola pemasaran yang ditawarkan adalah mengubah sistem penarikan tagihan telepon tetap sesuai dengan pola berkomunikasi dari pelanggan dengan menawarkan berbagai paket berlangganan.

“Ini untuk membuat telepon rumah yang selama ini hanya digunakan untuk menerima telepon digunakan untuk melakukan panggilan,” tuturnya.

Nyoman mengungkapkan, terdapat tujuh paket pola berlangganan telepon tetap kabel sesuai kebutuhan konsumen. “Bahkan diantara paket tersebut terdapat yang membebaskan abonemen bulanan atau biaya telepon Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ),” tuturnya.

Nyoman mengaku, konsep pemasaran tersebut sudah mendapatkan restu dari regulator karena sistem penagihan yang ditawarkan tidak memaksa pelanggan. “Kami akui sistem tarif di telepon kabel harus mendapatakan persetujuan dari regulator. Namun, karena konsep dari berlangganan ini tidak memaksa pelanggan, regulator mempersilahkan,” jelasnya.

Nyoman mengklaim, jika pelanggan memilih konsep berlangganan tujuh paket tersebut maka akan lebih menghemat nilai rupiah yang dikeluarkan hingga 58 persen ketimbang berlangganan tanpa paket. “Kami harapkan adanya program ini tidak lagi membuat adanya penurunan trafik suara jasa telepon rumah. Jika pun ada penurunan maksimal cukup 4 persen saja,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s