120209 Telkom Siapkan Dana Rp 1 Triliun Demi IPTV

JAKARTA —PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyiapkan dana sebesar satu triliun rupiah untuk mengembangkan jaringan telepon kabelnya guna menunjang layanan IPTV yang akan diluncurkan tak lama lagi.

Angka tersebut di luar pengembangan konten yang menelan biaya sekitar 10 hingga 15 juta dollar AS. Besaran dana tersebut diambil dari belanja modal perseroan tahun ini yang dianggarkan sebesar 2,5 miliar dollar AS

IPTV adalah layanan televisi berbasis internet protocol yang menggunakan jaringan kabel untuk penghantarnya. Berdasarkan catatan, Telkom rencananya meluncurkan layanan ini pada kuartal ketiga tahun lalu di enam kota besar seperti Jakarta , Bandung , Surabaya , dan lainnya.

“Layanan IPTV memang tertunda kami luncurkan dari rencana. Tetapi sebentar lagi akan kita luncurkan untuk menahan turunnya pendapatan dari telepon tetap kabel,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, (12/2).

Diungkapkannya, dalam jangka waktu dua tahun terakhir ini pendapatan suara dari telepon kabel terus mengalami penurunan. Tercatat, pada 2007 terjadi penurunan sebesar 9 persen dan pada tahun lalu turun sekitar 13 hingga 14 persen. Saat ini telepon kabel digunakan 8,7 juta pelanggan. Sebanyak 20 persen dari jumlah tersebut dinilai mampu untuk menyelenggarakan IPTV.

“Secara trafik suara memang terus terjadi penurunan. Hal ini karena berubahnya gaya hidup masyarakat dari telepon tetap ke layanan bergerak seluler. Namun, meskipun terjadi pernurunan, telepon tetap masih berkontribusi sebesar 80 persen bagi pendapatan perusahaan yang belum dikonsolidasi,” katanya.

Besarnya pendapatan tersebut karena telepon tetap memiliki senjata lain untuk meraup keuntungan seperti jasa data dan pembayaran abonemen yang tetap. Untuk layanan data terkenal dengan nama Speedy.

Jika Telkom berhasil menjalankan IPTV, maka konsep triple play berhasil dijalankan untuk telepon tetap kabel karena jasa suara, data, dan gambar disalurkan bersamaan melalui satu jaringan.

Selanjutnya Rinaldi mengatakan, untuk mengembangkan jasa triple play dibutuhkan waktu yang lama agar diterima pasar. “Tetapi kita harus melakukan sesuatu agar tren penurunan tidak berlanjut. Karena itu Telkom mulai bermain dengan menawarkan tarif paket berlangganan bagi telepon tetap kabel,” jelasnya.

Diungkapkannya, pola pemasaran yang ditawarkan adalah mengubah sistem penarikan tagihan telepon tetap sesuai dengan pola berkomunikasi dari pelanggan dengan menawarkan berbagai paket berlangganan.

“Ini untuk membuat telepon rumah yang selama ini hanya digunakan untuk menerima telepon digunakan untuk melakukan panggilan,” tuturnya.

Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata mengungkapkan, terdapat tujuh paket pola berlangganan telepon tetap kabel sesuai kebutuhan konsumen. “Bahkan diantara paket tersebut terdapat yang membebaskan abonemen bulanan atau biaya telepon Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ),” tuturnya.

Nyoman mengaku, konsep pemasaran tersebut sudah mendapatkan restu dari regulator karena sistem penagihan yang ditawarkan tidak memaksa pelanggan. “Kami akui sistem tarif di telepon kabel harus mendapatakan persetujuan dari regulator. Namun, karena konsep dari berlangganan ini tidak memaksa pelanggan, regulator mempersilahkan,” jelasnya.

Nyoman mengklaim, jika pelanggan memilih konsep berlangganan tujuh paket tersebut maka akan lebih menghemat nilai rupiah yang dikeluarkan hingga 58 persen ketimbang berlangganan tanpa paket. “Kami harapkan adanya program ini tidak lagi membuat adanya penurunan trafik suara jasa telepon rumah. Jika pun ada penurunan maksimal cukup 4 persen saja,” tegasnya.[dni]