290109 Izin Jasa Titipan Bisa Direvisi

JAKARTA— Para pemain di industri jasa titipan tidak bisa lagi ongkang-ongkang kaki dengan izin yang dikantonginya. Jika selama ini, izin yang dikantongi berlaku selama perusahaan berdiri, maka dalam regulasi baru yang sedang digodog, setiap dua tahun izin tersebut ditinjau ulang oleh regulator.

“Regulasi lama yang memayungi bisnis ini tidak kondusif lagi. Karena itu perlu kami revisi. Sekarang dalam tahap rancangan peraturan menteri. Salah satunya tentang masa berlaku izin selama dua tahun dan selanjutnya bisa diperpanjang kembali,” ujar juru bicara Depkominfo Gatot S Dewo Broto di Jakarta, Selsa (27/1).

Dijelaskannya, dalam Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Penyelenggaraan Jasa Titipan, sebagai perubahan dari Peraturan Menteri Perhubungan No. KM.5 Tahun 2005, perusahaan jasa titipan juga harus memiliki rencana kerja selama lima tahun ke depan. Pemerintah akan mencabut izin usaha jasa titipan apabila tidak dapat memenuhi rncana kerja yang sudah disusunnya sendiri.

Dikatakannya, selama ini izin industri jasa titipan berlaku seterusnya, sepanjang perusahaan tersebut masih beroperasi. Namun dalam perubahannya, pemerintah ingin membatasi dalam jangka waktu tertentu, yaitu dua tahun untuk kemudian dievaluasi kembali perizinannya.

Selain itu, dalam regulasi terbaru izin jasa titipan juga hanya berlaku dalam wilayah regional tertentu, tidak secara otomatis mencakup nasional seperti yang selama ini berlaku.

Menurut Gatot, apabila perusahaan jasa titipan ingin membuka cabangnya di ibu kota provinsi harus meminta izin pemprov, sementara apabula ingin membuka kantor cabang di wilayah kabupaten atau kota maka perlu minta izin ke pemkab atau pemkot setempat.

Selanjutnya dikatakan, pemerintah juga berencana membuat penilaian secara skoring agar diperoleh penyelenggara yang tangguh dalam menghadapi pasar bebas.

Penyelenggara jasa titipan juga dapat dapat melakukan kerja sama dengan perusahaan asing yang bergerak di bidang jasa titipan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kerja sama tersebut hanya dapat dilaksanakan oleh kantor pusat penyelenggara jasa titipan dan wajib dilaporkan kepada Dirjen Postel dan dibatasi hanya 35 persen kepemilikan asingnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Mohammad Kadrial menyambut baik rencana pemerintah yang hanya akan membatasi perizinan jasa titipan kurir selama dua tahun saja dan boleh diperpanjang.

“Hal tersebut sangat bagus, sehingga keberadaan perusahaan jasa titipan bisa lebih termonitor,” ujarnya.

Menurut dia, seharusnya pemerintah bisa melakukan hal yang lebih dari itu dalam rangka pengembangan jasa titipan yang umumnya adalah usaha kecil menengah (UKM).

Asperindo mengusulkan perizinan sebaiknya didasarkan kepada kualifikasi, misalnya, izin untuk jangkauan laynaan internasional tentu membutuhkan persyaratan yang lebih dibandingkan dengan untuk cakupan dalam negeri sehingga kepastian layanan untuk pengguna jasa bisa lebih terjamin

Namun Kadrial menyayangkan, dalam rancangan terbaru pemerintah masih memberikan keistimewaan pada PT Pos Indonesia (Posindo) berupa monopoli surat “Ini kami tolak. Dan itu diperjuangkan melalui revisi UU No. 6/1984 ,” tegasnya.[dni]

2 Komentar

  1. Slm siang,
    slm kenal pak, sy sedang mempersiapkan usaha jasa titipan, menghandling paket/kargo dari perusahaan lain.pertanyaanya:
    langkah apa yang harus saya lakukan, khususnya dg perijinannya.tq atas bantuannya pak.

    nb: mhn jawabannya ke email: rsafari77@yahoo.com

  2. Slm siang,
    slm kenal pak, sy sedang mempersiapkan usaha jasa titipan, menghandling paket/kargo dari perusahaan lain.pertanyaanya:
    langkah apa yang harus saya lakukan, khususnya dg perijinannya.tq atas bantuannya pak.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s