270109 KPPU Akan Pelajari Monopoli Frekuensi

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membuka diri untuk menerima masukan dari masyarakat terkait adanya dugaan penguasaan frekuensi di spektrum 2,5 GHz.

“Kami tidak keberatan jika ada kelompok masyarakat yang ingin melaporkan adanya dugaan monopoli di spektrum 2,5 GHz. Jika indikasi praktik monopoli atau penguasaanya melanggar UU anti monopoli, lembaga ini berhak untuk melakukan penyelidikan,” tegas Komisioner KPPU Tadjuddin Noer Said kepada Koran Jakarta, akhir pekan lalu.

Tadjuddin menegaskan, lembaganya tidak pertama kali menyelidiki kasus monopoli di industri telekomunikasi. Dan biasanya ketika KPPU turun tangan, bisa mengubah lanskap persaingan di industri tersebut.

“Bukti nyata saat masalah kartel tarif SMS atau penyelenggaraan Sambungan Langsung Internasional (SLI). Yang diuntungkan adalah pelanggan karena tidak ada lagi tarif tinggi atau dominasi layanan oleh satu operator,” katanya.

Masalah frekuensi pun, diakui Tadjuddin, menjadi perhatian KPPU karena merupakan sumber daya alam terbatas dan berpotensi menjadi sumbangan pendapatan bagi negara. “Karena itu jika benar ada monopoli di frekuensi, laporkan pada kami,” katanya.

Sebelumnya, penggiat telematika dari Forum Komunikasi Broadband Wireless Indonesia (FKBWI) Barata Wisnu Wardhana mengatakan, penguasaan frekuensi 2,5 Ghz sebesar 150 Mhz oleh Media Citra Indostar (MCI) tidak sesuai dengan kesepakatan di International Telecommunication Union (ITU) dan cenderung banyak memberikan mudarat bagi masyarakat.

Menurut Barata, jika pemerintah membiarkan penguasaan sedemikian besar oleh MCI membuat terjadinya pemborosan penggunaan frekuensi. Hal ini karena dengan teknologi teresterial spektrum tersebut bisa digunakan untuk melayani 10 juta pengguna. Sedangkan dengan teknologi satelite broadcast hanya melayani 500 ribu pengguna.

Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, pemerintah memang sedang mengaji ulang masalah penggunaan frekuensi yang tidak efisien oleh pemiliknya.

Basuki membantah, meskipun pemerintah mendukung peluncuran satelit Indostar II pada 17 Maret nanti, tidak akan berdampak pada mudahnya perpanjangan penguasaan frekuensi oleh MCI. “Tidak semudah itulah. Beda dong antara slot satelit dan frekuensi. Keduanya sedang kita kaji kembali,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s