220109 Regional Director RIM Asia Pasifik, Adele Beachley: Masyarakat Sudah Kecanduan

adeleTak terasa Blackberry telah berusia empat tahun mewarnai layanan telekomunikasi di Indonesia . Aplikasi push email yang dirancang oleh Research in Motion (RIM) dari Kanada tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Indosat menjelang tutup tahun 2004 untuk pasar korporasinya.

Setelah itu pada kuartal pertama 2005, Indosat meluncurkan layanan tersebut bagi pasar retailnya. Langkah tersebut disusul oleh Telkomsel dan XL.

Aplikasi yang identik dengan handset keluaran RIM tersebut mulai menunjukkan taringnya pada tahun lalu. Tercatat, hingga saat ini ada 70-80 ribu pengguna Blackberry di Indonesia. Indosat menguasai 55 persen pangsa pasarnya, disusul XL dan Telkomsel.

Melihat pasar yang terus tumbuh di Indonesia, para petinggi RIM telah menjadikan negeri ini sebagai salah satu prioritas untuk meluncurkan produk baru. Hal itu dibuktikan dengan diluncurkannya BlackBerry Curve 8900 dan BlackBerry Pearl Flip 8220 di Jakarta, Selasa (20/1).

Tak tangung-tanggung yang dikirim adalah orang nomor satu untuk mengurus kawasan Asia Pasifik yakni Adele Beachley. Wartawan Koran Jakarta, Doni Ismanto, berhasil mewawancarai Wanita yang menduduki posisi Regional Director RIM Asia Pasifik tersebut seusai pembukaan Indosat Blackberry Store pada Selasa (20/1). Berikut kutipannya.

Apa yang membuat Blackberry akhirnya diterima oleh pasar Indonesia ?

Simplicity dan kemudahan. Handset yang kami miliki tidak hanya menawarkan push email, tetapi berkembang menjadi alat untuk bersosialisasi. Ini berkat adanya aplikasi Face Book, Blackberry Messenger, atau Yahoo Messenger yang membuat biaya berkomunikasi menjadi lebih murah..

Selain itu?

Inovasi yang dilakukan oleh mitra kami yang membuat entry barrier di pasar berkurang. Misalnya dengan diluncurkannya Blackberry On Demand yang membuat segmen prabayar bisa mencicipi aplikasi ini. Tak dapat dipungkiri masuknya Blackberry ke prabayar membuat pertumbuhan positif di Indonesia dapat diraih pada tahun lalu. Dan tentu saja produk-produk yang kami keluarkan semakin modis seperti Blackberry Bold atau dua yang terbaru ini.

Secara global berapa pengguna Blackberry saat ini?

Hingga kuartal ketiga 2008, tercatat 21 juta pengguna. Dan pada dua bulan terakhir sebelum tutup tahun 2008 ada penambahan sekitar 2,6 juta pelanggan. Untuk angka pastinya kita tunggu laporan akhir tahun kami yang dipublikasikan sebentar lagi.

Bagaimana RIM melihat pasar Indonesia?

Secara umum, pasar di sini sama dengan Singapura. Ada potensi yang besar, tergantung bagaimana menggarapnya. Dan kami percaya kepada para mitra di sini untuk mengembangkan pasar.

RIM terkesan eksklusif menjual alat ini dengan hanya menggandeng para operator, apakah strategi ini akan diubah di masa mendatang?

Di Indonesia kami memang menggandeng tiga operator besar (Telkomsel, Indosat, dan XL) dan satu distributor, Trikomsel. Strategi ini belum berubah. Rekanan kami ini memiliki jalur distribusi yang sudah mumpuni. Satu lagi yang perlu diingat, produk ini high end, perlu kehati-hatian memasarkannya. Kami tidak bisa langsung dengan para distributor selain rekanan kami, terlalu beresiko.

Di Indonesia mulai marak masuk Blackberry selundupan. Bagaimana melihat fenomena ini?

Kami hanya berurusan dengan rekanan yang ditunjuk langsung. Masalah ada barang selundupan saya tidak tahu. Saran saya belilah produk asli dari rekanan kami. Hal ini karena menyangkut jaminan kualitas produk.

Bagaimana melihat perkembangan ke depan, khususnya dikaitkan dengan krisis ekonomi yang membuat daya beli masyarakat menurun?

Saya tetap yakin akan terjadi pertumbuhan yang positif. Hal ini karena masyarakat sudah kecanduan dengan Blackberry. Bahakn di saat krisis ini justru menjadi peluang bagi layanan ini. biaya transportasi akan ditekan. Ujungnya frekeunsi berkomunikasi untuk koordinasi akan meningkat. Kalau sudah begini tentu permintaan akan Blackberry meningkat.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s