261208 Pemulangan Jemaah Haji Menggunakan Dua Bandara

Proses pemulangan jemaah haji Indonesia terhitung mulai Jum’at (26/12), tidak lagi difokuskan pada satu bandara, yaitu Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA), Jeddah. Tetapi pemulangan juga dilakukan melalui Bandara Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz (PMBA), Madinah.

Diharapkan, dengan penggunaan dua bandara ini, proses keterlambatan jadwal pemulangan (delay) bisa ditekan atau dihilangkan sama sekali.

Proses pemulangan jemaah melalui Bandara PMBA tersebut akan difasilitasi Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines (SAA). Proses pemulangan pertama di Madinah pada hari itu akan dilakukan SAA dengan nomor penerbangan SV 5024. Menurut jadwal, sebanyak 450 jemaah kloter 41 jemaah asal Jawa Barat akan diterbangkan menuju Soekarno-Hatta pukul 00.30 waktu setempat.

Selain Kloter 41 Jabar, SAA juga akan menerbangkan Kloter 42 (SV 5026) pukul 01.30, 43 (SV 5028) pukul 02.30, dan 44 Jabar SV 5030 pukul 03.30 waktu setempat. Jemaah lain yang diterbangkan SAA pada hari yang sama adalah Kloter 42 Surabaya (SV 5058) pukul 15.00; Kloter 43 Surabaya (SV 5056) pukul 16.00; serta Kloter 15 Medan (SV 5098) pada pukul 21.00 waktu setempat.

Sementara Garuda Indonesia direcanakan hanya akan menerbangkan dua kloter jemaah di hari yang sama. Yakni 455 orang jemaah Kloter 28 Banten menggunakan penerbangan bernomor GA 7412 pada pukul 18.25 dan 455 jemaah Kloter 29 Banten pukul 19.25, dengan tujuan Bandara SOekarno-Hatta, Cengkareng.

”Dari Madinah, total kami akan menerbangan sebanyak 33 kloter. Seluruh pemulangan menuju Cengkareng dan Surabaya dialihkan melalui bandara ini,” jelas Juru Bicara Garuda di Jeddah Hotma P. Siregar melalui keterangan tertulisnya yang diterima kemarin.

Duty Manager Posko Operasi Haji Garuda di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA), Jeddah, Rudita Yuana menjelaskan, memasuki hari kesebelas, Rabu (24/12), total jemaah reguler yang telah pulang ke tanah air mencapai 74 ribu orang atau sekitar 38 persen dari total 192.178 jemaah. Sedangkan tingkat keterlambatan (delay) yang dialami jemaah penumpang Garuda pada masa-masa sekarang ini relatif berkurang yakni berkisar antara 1-2 jam dari jadwal.

Namun, Rudita menambahkan, jika mengacu pada jadwal penerbangan awal sebelum mengalami revisi, pergeseran waktu penerbangan masih di atas 10 jam per kloter. Setiap hari tim di posko tersebut memantau kondisi di lapangan untuk menyesuaikan waktu penerbangan. Seperti melihat kesiapan gate (pintu masuk) penumpang juga ketersediaan parking stand pesawat serta kondisi pesawat yang akan digunakan.

”Jika kami anggap perlu, misalnya gate atau parking stand penuh, atau pesawat bermasalah, jadwal pasti kami revisi. Saat itu juga kami langsung infokan perubahan tersebut kepada masing-masing kloter. Karena kondisi, satu jadwal ada yang bisa kami revisi dua sampai tiga kali,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia mengangkut sebanyak 107.109 orang jemaah yang terbagi dalam 302 kloter pada sembilan embarkasi. Yaitu Embarkasi Cengkareng (49 kloter), Embarkasi Surabaya (22 kloter), Embarkasi Palembang (28 kloter), Embarkasi Padang (28 kloter), Embarkasi Banjarmasin (17 kloter), Embarkasi Balikpapan (20 kloter), Embarkasi Solo (82 kloter), Embarkasi Ujung Pandang (42 kloter), dan Embarkasi Banda Aceh (14 kloter). Sementara Saudi Arabia Airlines mengangkut sekiar 86 ribu jemaah dalam 192 kloter dari empat embarkasi ( Medan , Jakarta , Surabaya , dan Batam)[dni]


Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s