231208 Operator Siapkan Jaringan Hadapi Libur Akhir Tahun

teleponBagi operator telekomunikasi, datangnya liburan akhir tahun yang ditandai peringatan hari Natal dan Tahun Baru merupakan kesempatan terakhir untuk mengeruk keuntungan dari pelanggannya.

Ya, setelah pada bulan Ramadan lalu operator berhasil mendapatkan keuntungan dari layanan suara dan SMS, maka pada libur akhir tahun ini diharapkan hal serupa terjadi juga dimana yakni trafik jasa teleponi (Suara dan SMS) melonjak dibandingkan hari-hari biasa.

Untuk diketahui, biasanya operator telekomunikasi selalu membagi jangka waktu satu tahun dalam beberapa tahap untuk mengeruk keuntungan. Tahap pertama adalah liburan sekolah, kedua masa Ramadhan dan Lebaran, serta libur akhir tahun.

Biasanya untuk liburan sekolah diharapkan berkontribusi sebesar 15 persen bagi total pendapatan satu tahun. Selanjutnya, bulan Ramadhan sekitar 30 persen dari total pendapatan. Dan libur akhir tahun menyumbang sebesar 20 persen bagi pendapatan satu operator selama satu tahun.

Berdasarkan catatan yang berhasil dihimpun beberapa waktu lalu, saat Lebaran lalu para pemain besar seperti Telkomsel, Indosat, XL, Telkom, dan Bakrie Telecom, berhasil mengeruk keuntungan dari pelanggan dalam waktu beberapa hari baik sebelum Lebaran atau sesudahnya.

Data yang dipaparkan oleh Indosat mulai dari dua hari menjelang Lebaran hingga H+1. Indosat dengan 32 juta pelanggan yang dimilikinya pada dua hari menjelang Lebaran melayani 214 juta SMS. Berikutnya pada H-1 terdapat sekitar 314 juta SMS, saat Lebaran terkirim 312 juta SMS, dan pada H+1 terdapat 225,3 juta SMS.

Jika dirata-rata kenaikan jumlah SMS dari pelanggan Indosat dibandingkan hari-hari biasa pada bulan September adalah sekitar 18,05 persen. Di hari biasa sejak adanya penurunan tarif Indosat mengirim SMS di atas 200 juta per hari.

Sementara XL yang memiliki 22,9 juta pelanggan pada hari H-1 dan Lebaran berhasil mengirimkan total lebih dari 200 juta SMS. Jika dilihat lebih jauh, maka kenaikan jumlah pengiriman SMS di XL hanya sekitar 66 persen dibandingkan hari-hari biasa dimana operator ini melayani 60 juta SMS.

Senada dengan dua operator itu, Bakrie Telecom pun hanya mengalami kenaikan jumlah SMS pada hari H sebesar 54 juta SMS alias naik 35 persen dari biasanya mengirim 40 juta SMS per hari.

Klaim luar biasa justru ditunjukkan oleh Telkomsel dan Telkom yang mengaku ada peningkatan dua hingga tiga kali lipat pengiriman SMS oleh pelanggannya hanya saat hari Lebaran.

Telkomsel mengklaim sebanyak 58 juta pelanggannya mengirimkan 500 juta SMS atau naik dua kali lipat dari rata-rata 250 juta SMS per hari. Sementara Telkom dengan layanan Flexi yang digunakan 9 juta pelanggan mengklaim terjadi kenaikan dari biasanya melayani 63 juta SMS menjadi mengirim 189 juta SMS saat hari Lebaran.

Jika dihitung dengan mengambil tarif rata-rata SMS dari biaya interkoneksi yang ditawarkan berbagai operator maka tercatat Indosat dari jasa SMS berhasil meraih keuntungan sekitar 147 miliar rupiah, sementara XL mendapatkan pendapatan selama dua hari dari jasa SMS sebesar 27,6 miliar rupiah.

Berikutnya, hanya dalam waktu satu hari Bakrie Telecom berhasil meraup 7,452 miliar rupiah), Telkomsel (69 miliar rupiah), dan Telkom (26,08 miliar rupiah) hanya dari jasa SMS.

Nilai rupiah tersebut didapat dengan mengambil rata-rata tarif SMS berdasarkan penawaran biaya interkoneksi yakni 138 rupiah dan dikalikan dengan total perolehan kiriman SMS masing-masing operator.

Siapkan Jaringan

Berbeda dengan masa Ramadhan dimana operator harus menyiapkan jaringannya jauh hari sebelum Lebaran datang, maka untuk libur akhir tahun ini operator hanya menjaga kinerja optimasi jaringan kala menghadapi Lebaran lalu.

”Logikanya ketika trafik Lebaran melonjak hingga dua kali lipat, semua aman-aman saja. Tentunya untuk libur akhir tahun selama Natal dan Tahun Baru nanti tidak terjadi masalah,” ujar GM Corporate Communication Telkomsel Aziz Fuedi kepada Koran Jakarta, Senin (22/12).

VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia memperkirakan, lonjakan trafik selama libur akhir tahun nanti meningkat sebesar 30 persen dibandingkan tahun lalu. ”Angka pastinya saya belum hitung. Tetapi satu hal yang pasti, tidak akan melonjak sebesar Lebaran karena masa memberikan ucapan selamat bagi pelanggan ada rentang waktu,” kata Eddy.

Eddy mengaku, telah mempersiapkan 3.200 BTS untuk layanan Flexi agar bisa menjalankan roaming ala Fixed Wireless Access (FWA) yakni FlexiCombo. ”Kita siapkan nomor virtual setengah dari 12 juta pelanggan Flexi saat ini,” kata Eddy.

Direktur Pemasaran Indosat Guntur S. Siboro mengungkapkan, kapasitas komunikasi suara dan SMS milik operator tersebut telah ditingkatkan sebesar 2.5 kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

Antisipasi kenaikan trafik telekomunikasi dari pelanggan Indosat juga dilakukan dengan penambahan cakupan dan jaringan melalui pembangunan seperti BTS, Base Station Controller (BSC), Mobile Switching Center (MSC), dan Short Message Service Center (SMSC). Hingga dengan akhir September lalu Indosat telah mengoperasikan lebih dari 13.000 BTS, 270 BSC dan 69 MSC.

Pada kesempatan lain, Direktur Jaringan XL Dian Siswarini memperkirakan, trafik jasa teleponi di XL akan mirip dengan tren Lebaran tahun ini yaitu panggilan suara lebih tinggi dari pengiriman SMS karena program tarif telepon murah dari XL.

Saat ini trafik SMS di hari-hari normal milik XL pada jam sibuk mencapai sekitar 70 juta SMS per hari. Sementara trafik panggilan keluar rata-rata adalah 300 juta menit per hari.

Diperkirakan pada Natal dan Tahun Baru tahun ini akan terjadi lonjakan trafik SMS hingga 200 persen dari trafik normal. Untuk itu XL telah meningkatkan kapasitas SMS hingga 23.000 SMS per detik.

Pada H-1 dan H Lebaran tahun ini, XL menyambungkan 850 juta menit dan 870 juta menit panggilan. Lonjakan tersebut tidak menimbulkan gangguan yang berarti.

“Jaringan XL sudah siap menghadapi lonjakan trafik di akhir tahun ini, baik untuk Natal maupun Tahun Baru 2009. Kami telah melakukan antisipasi sedemikian rupa sehingga dapat melayani kebutuhan pelanggan yang hendak merayakan Natal dan pergantian tahun nanti,“ ungkapnya sambil menambahkan pelanggan XL saat ini telah didukung oleh lebih dari 15.300 BTS.

Berjualan

Jika operator yang memiliki pelanggan di atas 10 juta nomor sibuk mempersiapkan jaringan pemain yang memiliki pelanggan di bawah angka tersebut lebih sibuk mengejar target pelanggan. Lihat saja Bakrie Telecom dan Smart Telecom yang masih sempat meluncurkan produk baru meskipun beberapa minggu lagi tahun 2008 tutup lembaran.

Bakrie Telecom meluncurkan ponsel khusus untuk penggemar Slank yang dibanderol dibawah 300 ribu rupiah. Sementara Smart meluncurkan program SMS dan Nelpon sepuasnya.

‘Kami mempersiapkan 100 ribu ponsel khusus edisi Slank bagi calon pelanggan Esia. Meskipun sekarang pelanggan sudah mencapai 7 juta, tentu lebih baik jika target terlewati,” ungkap Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom Erik Meijer.

Menanggapi perilaku operator menghadapi libur tutup tahun, Sekjen Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG) meminta operator tidak menganggap remeh layanan di akhir tahun meskipun rentang waktu memberikan liburan lumayan panjang.

“Operator harus tetap menjaga kinerjanya secara optimal. Saat peralihan dari 2006 ke 2007, jaringan Telkomsel tumbang. Jangan sampai kejadian itu terulang di tahun ini. hal ini karena pelanggan lebih tinggi menggunakan jasa telekomunikasi akibat tarif makin murah,” katanya.[dni]


Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s