241208 2009, Kunjungan Wisman Hanya Tumbuh 1%

JAKARTADepartemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) memperkirakan pada tahun depan arus kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia hanya tumbuh sekitar satu hingga dua persen.

Jika pada tahun ini berkat program tahun kunjungan wisata (Visit Indonesia Year/VIY) wisman yang mengunjungi Indonesia mencapai 6,4 juta orang, maka pada tahun depan diperkirakan jumlahnya hanya naik menjadi 6,5 juta orang.

“Itu pun target optimis dari kami. Target pesimisnya sekitar 6,25 juta orang. Dan realistisnya sama dengan tahun ini sekitar 6,4 juta orang,” ujar Menbudpar Jero Wacik di Jakarta, Selasa (23/12).

Jero menjelaskan, kecilnya pertumbuhan kunjungan wisman pada tahun depan tak dapat dilepaskan dari kondisi ekonomi dunia yang mengalami krisis pada tahun depan. “Di dunia saja pertumbuhan industri pariwisata sekitar dua pesen. Jika kita mampu mempertahankan performa pada tahun ini saja sudah luar biasa. Apalagi bisa menyamai pertumbuhan global,” katanya.

Dirjen Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar menambahkan, dalam rangka mencapai target wisman tahun depan, pemerintah akan membidik turis dari negara-negara terdekat seperti Malaysia , Korea , dan China . Selain itu akan digelar juga berbagai kegiatan yang mampu menarik datangnya wisman seperti kegiatan bahari atau Meeting, Incentive, konferensi, dan eksibisi.

Selanjutnya Jero mengungkapkan, tahun ini sektor pariwisata mampu menyumbang devisa sekitar 7,65 miliar dolar AS, lebih tinggi dari pencapaian tertinggi tahun 2000 senilai 5,74 miliar dolar AS.

Tingginya angka devisa pariwisata tahun 2008 didorong dua faktor yaitu peningkatan jumlah wisman, dan meningkatnya pengeluaran wisman saat berada di tanah air.

Dikatakannya, berdasarkan hasil penghitungan “passanger exit survey” 2008, rata-rata pengeluaran wisman per orang per kunjungan mencapai 1.178 dolar AS, naik dari tahun 2007 sekitar 970 dolar AS.

Dijelaskannya, selain kunjungan wisman selama tahun 2008 industri pariwisata juga di dipicu meningkatnya pergerakan wisatawan nusantara sebesar 223 juta perjalanan meningkat 4,95 persen dari tahun 2007 sebanyak 211 juta perjalanan.

Dari sisi pengeluaran atau belanja perjalanan wisatawan nusantara tahun 2008 tercatat 107,1 triliun rupiah atau naik dari tahun sebelumnya sebesar 102 triliun rupiah.

241208 Bulog Siap Tangani Distribusi Kebutuhan Pokok

containershiploading1JAKARTA—Perum Bulog menyatakan siap untuk kembali mengelola pendistribusian bahan kebutuhan pokok selain beras. Komoditi yang siap dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut adalah gula, jagung, dan kedelai.

“Jika diminta oleh pemerintah kami siap untuk menangani komoditi di atas. Hal ini karena gudang Bulog masih memiliki kapasitas untuk menguurus komoditi tersebut dan sumber daya manusia juga menunjang,” ujar Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar di Jakarta, Selasa (23/12).

Dikatakannya, kapasitas simpan gudang yang dimiliki Bulog saat ini mencapai 4 juta ton. Namun saat ini gudang tersebut banyak dalam kondisi idle (kosong) hingga 50 persen sejak BUMN tersebut hanya diberikan wewenang menangani distribusi beras.

“Saat ini gudang Bulog yang terpakai hanya sekitar 1,5 hingga 2 juta ton dari kapasitas 4 juta ton,” katanya.

Mustafa menyakini, masuknya Bulog mengelola penyaluran komoditi selain beras tidak akan ditolak oleh pasar karena BUMN tersebut telah berubah yakni memiliki manajemen lebih transparan dan mampu menjaga harga jual. Selain itu pasar menilai saat ini keberadaan Bulog mampu membawa kepastian terhadap harga, kendali, dan suplai dari komoditi yang dikelolanya.

“Ketika Bulog diminta masuk untuk menangani gula belum lama ini kami berhasil mengangkat harga gula yang sempat jatuh. Dan pelaku pasar juga gembira akan keberadaan Bulog,” katanya.

Dikatakannya, saat Bulog mulai menangani gula, komoditi tersebut dijual di pasar sekitar lima ribu rupiah. Dan ketika BUMN tersebut mulai masuk ke pasar harga gula terkerek di kisaran 5.200 rupiah. Bulog sendiri ditargetkan untuk menyerap 350 ribu ton gula dari petani dan saat ini berhasil menyerap sekitar 75 ribu ton.

Ekspor Beras

Berkaitan dengan komoditi yang dikelolanya selama ini, Perum Bulog menyatakan siap untuk melakukan ekspor beras sebanyak 1 – 1,5 juta ton pada 2009 jika produksi beras di dalam negeri mengalami surplus hingga lima juta ton.


Mustafa mengatakan, jika terjadi kelebihan lima juta ton , maka sebanyak tiga juta ton dimanfaatkan untuk menjaga stok beras Bulog, sedangkan sisanya bisa untuk ekspor.


“Angka itu feeling saya. Tetapi sewajarnya kita berani ekspor satu sampai 1,5 juta ton jika surplus lima juta ton,” katanya.

Mustafa memperkirakan, kegiatan ekspor untuk ekspor beras dengan kualitas menengah atau medium dapat dilakukan pada pertengahan tahun atau kuartala ketiga 2009 apabila kondisi indikator  perekonomian Indonesia membaik.

Negara-negara yang akan menjadi tujuan ekspor adalah Malaysia , Timor Leste, Filipina dan Brunei Darussalam.


“Rencana ini sudah dibicarakan dengan Departemen Perdagangan dan Departemen Pertanian. Pengusaha dalam negeri juga banyak yang mengajak Bulog kerjasama. Karena mereka tidak boleh ekspor langsung maka mereka kerjasama dengan Bulog,” katanya.

Diungkapkannya, beberapa pengusaha yang sudah mengajak Bulog kerjasama untuk melakukan ekspor beras ini antara lain berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Jika beras kualitas medium baru bisa diekspor pada pertengahan tahun, maka untuk kualitas high quality, Mustafa memperkirakan, mampu dilakukan pada awal 2009.

Beberapa jenis beras yang termasuk dalam kualitas tinggi  yakni  beras Pandan Wangi, beras Cianjur, beras Organik dan beras Padi Mulia.

Beberapa negara yang memesan beras-beras berkualitas tinggi dari Indonesia , antara lain Hongkong Jepang dan AS. Meskipun pasarnya terbatas, harganya menjanjikan bahkan di Jepang dihargai 2-3 dolar AS per kilogram.

Untuk volume beras premium yang siap diekspor, jumlahnya hanya ribuan ton tepatnya sekitar 1000-2000 ton.”Segmen ini pasarnya terbatas tetapi ruang gerak hargnya tinggi,” katanya.

Sementara itu mengenai pengadaan beras dalam negeri oleh Bulog pada tahun depan, Mustafa menargetkan mampu mencapai 10 persen dari produksi beras nasional yang diperkirakan sebanyak 37 juta ton.

“Jika target produksi beras  nasional pada 2009 sebanyak 37 juta ton, maka penyerapan Bulog diharapkan mencapai 3,8 juta ton,” katanya.

Tingkat penyerapan tersebut naik dibandingkan tahun 2008 yang sebesar 9,3 persen atau 3,19 juta ton  dari produksi besar sebesar 34,2 juta ton.[dni]

231208 Operator Siapkan Jaringan Hadapi Libur Akhir Tahun

teleponBagi operator telekomunikasi, datangnya liburan akhir tahun yang ditandai peringatan hari Natal dan Tahun Baru merupakan kesempatan terakhir untuk mengeruk keuntungan dari pelanggannya.

Ya, setelah pada bulan Ramadan lalu operator berhasil mendapatkan keuntungan dari layanan suara dan SMS, maka pada libur akhir tahun ini diharapkan hal serupa terjadi juga dimana yakni trafik jasa teleponi (Suara dan SMS) melonjak dibandingkan hari-hari biasa.

Untuk diketahui, biasanya operator telekomunikasi selalu membagi jangka waktu satu tahun dalam beberapa tahap untuk mengeruk keuntungan. Tahap pertama adalah liburan sekolah, kedua masa Ramadhan dan Lebaran, serta libur akhir tahun.

Biasanya untuk liburan sekolah diharapkan berkontribusi sebesar 15 persen bagi total pendapatan satu tahun. Selanjutnya, bulan Ramadhan sekitar 30 persen dari total pendapatan. Dan libur akhir tahun menyumbang sebesar 20 persen bagi pendapatan satu operator selama satu tahun.

Berdasarkan catatan yang berhasil dihimpun beberapa waktu lalu, saat Lebaran lalu para pemain besar seperti Telkomsel, Indosat, XL, Telkom, dan Bakrie Telecom, berhasil mengeruk keuntungan dari pelanggan dalam waktu beberapa hari baik sebelum Lebaran atau sesudahnya.

Data yang dipaparkan oleh Indosat mulai dari dua hari menjelang Lebaran hingga H+1. Indosat dengan 32 juta pelanggan yang dimilikinya pada dua hari menjelang Lebaran melayani 214 juta SMS. Berikutnya pada H-1 terdapat sekitar 314 juta SMS, saat Lebaran terkirim 312 juta SMS, dan pada H+1 terdapat 225,3 juta SMS.

Jika dirata-rata kenaikan jumlah SMS dari pelanggan Indosat dibandingkan hari-hari biasa pada bulan September adalah sekitar 18,05 persen. Di hari biasa sejak adanya penurunan tarif Indosat mengirim SMS di atas 200 juta per hari.

Sementara XL yang memiliki 22,9 juta pelanggan pada hari H-1 dan Lebaran berhasil mengirimkan total lebih dari 200 juta SMS. Jika dilihat lebih jauh, maka kenaikan jumlah pengiriman SMS di XL hanya sekitar 66 persen dibandingkan hari-hari biasa dimana operator ini melayani 60 juta SMS.

Senada dengan dua operator itu, Bakrie Telecom pun hanya mengalami kenaikan jumlah SMS pada hari H sebesar 54 juta SMS alias naik 35 persen dari biasanya mengirim 40 juta SMS per hari.

Klaim luar biasa justru ditunjukkan oleh Telkomsel dan Telkom yang mengaku ada peningkatan dua hingga tiga kali lipat pengiriman SMS oleh pelanggannya hanya saat hari Lebaran.

Telkomsel mengklaim sebanyak 58 juta pelanggannya mengirimkan 500 juta SMS atau naik dua kali lipat dari rata-rata 250 juta SMS per hari. Sementara Telkom dengan layanan Flexi yang digunakan 9 juta pelanggan mengklaim terjadi kenaikan dari biasanya melayani 63 juta SMS menjadi mengirim 189 juta SMS saat hari Lebaran.

Jika dihitung dengan mengambil tarif rata-rata SMS dari biaya interkoneksi yang ditawarkan berbagai operator maka tercatat Indosat dari jasa SMS berhasil meraih keuntungan sekitar 147 miliar rupiah, sementara XL mendapatkan pendapatan selama dua hari dari jasa SMS sebesar 27,6 miliar rupiah.

Berikutnya, hanya dalam waktu satu hari Bakrie Telecom berhasil meraup 7,452 miliar rupiah), Telkomsel (69 miliar rupiah), dan Telkom (26,08 miliar rupiah) hanya dari jasa SMS.

Nilai rupiah tersebut didapat dengan mengambil rata-rata tarif SMS berdasarkan penawaran biaya interkoneksi yakni 138 rupiah dan dikalikan dengan total perolehan kiriman SMS masing-masing operator.

Siapkan Jaringan

Berbeda dengan masa Ramadhan dimana operator harus menyiapkan jaringannya jauh hari sebelum Lebaran datang, maka untuk libur akhir tahun ini operator hanya menjaga kinerja optimasi jaringan kala menghadapi Lebaran lalu.

”Logikanya ketika trafik Lebaran melonjak hingga dua kali lipat, semua aman-aman saja. Tentunya untuk libur akhir tahun selama Natal dan Tahun Baru nanti tidak terjadi masalah,” ujar GM Corporate Communication Telkomsel Aziz Fuedi kepada Koran Jakarta, Senin (22/12).

VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia memperkirakan, lonjakan trafik selama libur akhir tahun nanti meningkat sebesar 30 persen dibandingkan tahun lalu. ”Angka pastinya saya belum hitung. Tetapi satu hal yang pasti, tidak akan melonjak sebesar Lebaran karena masa memberikan ucapan selamat bagi pelanggan ada rentang waktu,” kata Eddy.

Eddy mengaku, telah mempersiapkan 3.200 BTS untuk layanan Flexi agar bisa menjalankan roaming ala Fixed Wireless Access (FWA) yakni FlexiCombo. ”Kita siapkan nomor virtual setengah dari 12 juta pelanggan Flexi saat ini,” kata Eddy.

Direktur Pemasaran Indosat Guntur S. Siboro mengungkapkan, kapasitas komunikasi suara dan SMS milik operator tersebut telah ditingkatkan sebesar 2.5 kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

Antisipasi kenaikan trafik telekomunikasi dari pelanggan Indosat juga dilakukan dengan penambahan cakupan dan jaringan melalui pembangunan seperti BTS, Base Station Controller (BSC), Mobile Switching Center (MSC), dan Short Message Service Center (SMSC). Hingga dengan akhir September lalu Indosat telah mengoperasikan lebih dari 13.000 BTS, 270 BSC dan 69 MSC.

Pada kesempatan lain, Direktur Jaringan XL Dian Siswarini memperkirakan, trafik jasa teleponi di XL akan mirip dengan tren Lebaran tahun ini yaitu panggilan suara lebih tinggi dari pengiriman SMS karena program tarif telepon murah dari XL.

Saat ini trafik SMS di hari-hari normal milik XL pada jam sibuk mencapai sekitar 70 juta SMS per hari. Sementara trafik panggilan keluar rata-rata adalah 300 juta menit per hari.

Diperkirakan pada Natal dan Tahun Baru tahun ini akan terjadi lonjakan trafik SMS hingga 200 persen dari trafik normal. Untuk itu XL telah meningkatkan kapasitas SMS hingga 23.000 SMS per detik.

Pada H-1 dan H Lebaran tahun ini, XL menyambungkan 850 juta menit dan 870 juta menit panggilan. Lonjakan tersebut tidak menimbulkan gangguan yang berarti.

“Jaringan XL sudah siap menghadapi lonjakan trafik di akhir tahun ini, baik untuk Natal maupun Tahun Baru 2009. Kami telah melakukan antisipasi sedemikian rupa sehingga dapat melayani kebutuhan pelanggan yang hendak merayakan Natal dan pergantian tahun nanti,“ ungkapnya sambil menambahkan pelanggan XL saat ini telah didukung oleh lebih dari 15.300 BTS.

Berjualan

Jika operator yang memiliki pelanggan di atas 10 juta nomor sibuk mempersiapkan jaringan pemain yang memiliki pelanggan di bawah angka tersebut lebih sibuk mengejar target pelanggan. Lihat saja Bakrie Telecom dan Smart Telecom yang masih sempat meluncurkan produk baru meskipun beberapa minggu lagi tahun 2008 tutup lembaran.

Bakrie Telecom meluncurkan ponsel khusus untuk penggemar Slank yang dibanderol dibawah 300 ribu rupiah. Sementara Smart meluncurkan program SMS dan Nelpon sepuasnya.

‘Kami mempersiapkan 100 ribu ponsel khusus edisi Slank bagi calon pelanggan Esia. Meskipun sekarang pelanggan sudah mencapai 7 juta, tentu lebih baik jika target terlewati,” ungkap Wakil Direktur Utama Bakrie Telecom Erik Meijer.

Menanggapi perilaku operator menghadapi libur tutup tahun, Sekjen Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG) meminta operator tidak menganggap remeh layanan di akhir tahun meskipun rentang waktu memberikan liburan lumayan panjang.

“Operator harus tetap menjaga kinerjanya secara optimal. Saat peralihan dari 2006 ke 2007, jaringan Telkomsel tumbang. Jangan sampai kejadian itu terulang di tahun ini. hal ini karena pelanggan lebih tinggi menggunakan jasa telekomunikasi akibat tarif makin murah,” katanya.[dni]


231208 Segmen Korporasi Sumbang 50% Pendapatan Telkom

logo_telkomPelanggan dari segmen korporasi ternyata selama ini memiliki kontribusi positif bagi pendapatan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).

Tercatat, segmen tersebut berhasil berkontribusi sebesar 50 persen dari total 44,6 triliun rupiah pendapatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu hingga kuartal ketiga tahun ini.

“Kami memiliki enam ribu pelanggan dari segmen korporasi. Jumlah ini diharapkan akan tumbuh sebesar lima persen hingga akhir tahun nanti,” ujar Direktur Utama Telkom Rinaldi firma

Direktur Enterprise and Wholesale, Arif Yahya menambahkan, meski pertumbuhan dari basis pelanggan relatif melambat, namun dari sisi bisnis pasar korporasi tetap akan ada pertumbuhan sebesar 10 persen.

Selama ini, ungkap Arif, perusahaan yang menggunakan jasa infrastruktur milik Telkom berasal dari perusahaan finansial dan perbankan , pertambangan, pendidikan, dan underlicense operator atau operator telekomunikasi yang menyewa jaringan Telkom.

Arif mengakui, perusahaan-perusahaan tersebut memilih Telkom tak lain karena jangkauan layanannya yang luas. “Enam puluh persen perusahaan memilih jasa kami karena jangkauan. Baru sisanya memilih karena pertimbangan kustomisasi, konsultasi dan biaya,” tuturnya.

Rinaldi mengungkapkan, guna menjaga kesetiaan pelanggan korporasi menggunakan jasa Telkom, pihaknya meluncurkan layanan i-Sure yang menghabiskan investasi sebesar 81 miliar rupiah. Layanan tersebut khusus dibuat untuk memberi jaminan kepada pelanggan korporasi agar tetap puas dengan layanan berbasis TI yang diselenggarakan Telkom.

Berkaitan dengan belanja modal dari perseroan pada tahun depan, Rinaldi memperkirakan, jumlahnya akan sama dengan tahun ini yakni sekitar 22 hingga 24 triliun rupiah. “Pendanaan akan berasal dari dana internal dan perbankan lokal. Hampir 60 persen akan digunakan oleh anak usaha, Telkomsel,” ungkapnya.[dni]