191208 Keterlambatan Maskapai Dipicu Faktor Eksternal

JAKARTA—Keterlambatan jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai lokal ternyata 99 persen dipicu oleh faktor eksternal.

Faktor eksternal yang dimaksud adalah cuaca, layanan Air Traffic Control (ATC), penutupan bandara, atau latihan penerbangan oleh militer.

“Hampir 99 persen pemicu keterlambatan penerbangan kami karena faktor di atas. Sementara dari sisi teknis, khususnya internal maskapai tidak ada masalah karena Mandala Airlines memilik armada muda usia,” kata CEO Mandala Warwick Brady di Jakarta, Kamis (18/12).

Masalah keterlambatan pemebrangkatan tersebut diatur dalan Keputusan Menteri Perhubungan No 25/2008 yang merevisi Keputusan Menteri (KM) tentang penyelenggaraan angkutan udara.

Dalam aturan tersebut, maskapai diwajibkan memberikan kompensasi bagi pelanggan sesuai dengan tingkat keterlambatan yang dialaminya. Misalnya, jika mengalami keterlambatan 30-90 menit, maskapai wajib memberikan refreshment berupa makanan ringan.

Sedangkan, jika maskapai terlambat 90-180 menit, selain wajib memberikan refreshment, diwajibkan memberikan makanan berat atau mengalihkan penumpang ke penerbangan berikutnya atau penerbangan maskapai lain. Terakhir, jika keterlambatan lebih dari 180 menit, maskapai wajib memberikan kompensasi tambahan berupa akomodasi kepada penumpang.

”Regulasi tersebut hanya mengatur keterlambatan karena faktor teknis atau berasal dari maskapai. Tetapi jika karena faktor eksternal tidak diatur. Karena itu kami menggandeng CIU Insurance untuk memberikan asuransi tambahan,” katanya.

Asuransi tambahan tersebut dibungkus dengan nama Mandala plusGuard yang merupakan perlindungan dari segala gangguan penerbangan termasuk keterlambatan penerbanangan, kemacetan lalu lintas, dan lainnya.

Sepuluh hari sejak diluncurkan produk ini telah terjual sebanyak 20 ribu polis. Sedangkan rata-rata pemesanan tiket Mandala sehari berkisar 20.000 tiket. Dan untuk kapasitas kursi setiap bulannya sebesar 600 ribu kursi.

”Produk ini bukan memindahkan tanggungjawab maskapai berkaitan aturan delay ke pihak asuransi. Jika delay sesuai KM 25 Mandala tetap akan memberikan kompensasi sesuai aturan. Dan bagi mereka yang membeli produk ini ketika memesan tiket, akan ditambahkan kompensasinya sesuai perjanjian,” jelas Brady.

Brady mengharapkan, produk ini akan membuat penumpang semakin banyak berminat menggunakan maskapainya karena dari sisi keselamatan Mandala telah menggunakan satu jenis armada yakni Airbus. ”Karena itu kita optimistis target penumpang tahun depan akan bertamabah 50 persen dari tahun ini. Kita targetkan tahun depan akan mengangkut 7-8 juta penumpang meskipun pendapatan dari sisi dollar AS kemungkinan mengalami penurunan,” katanya tanpa menyebut besaran penurunan pendapatan tersebut.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s