091208 Kokarga Targetkan Raih Pendapatan Rp 7,7 Miliar

garuda-pesawatKoperasi Karyawan Garuda Indonesia Group (Kokarga) menargetkan mampu meraih
pendapatan sebesar 7,7 miliar hingga akhir tahun nanti.

Ketua Umum Kokarga Joni Gusmali A.S. mengungkapkan, layanan antar jemput karyawan
dan simpan pinjam akan menjadi andalan dari organisasinya untuk mencapai target
tersebut.

“Sekitar 42 persen atau 3,6 miliar rupiah akan dikontribusi oleh antar jemput dan
40 persen lagi atau 3,1 miliar rupiah dari simpan pinjam,” ujar Joni di Jakarta,
akhir pekan lalu.

Selain kedua layanan tersebut, lanjutnya, Kokarga memiliki layanan lain seperti mini
market dan lainnya. Jasa penjualan tersebut ditargetkan pada tahun ini akan
menghasilkan pendapatan 330 juta rupiah “Kami memiliki enam mini market dan satu
toko serba ada yang lebih besar dibandingkan mini market. Namanya Pusako,”
ujarnya.

Di semua toko tersebut, anggota Kokarga yang berjumlah sekitar 8.700 orang bisa
melakukan aktivitas pembelian barang seperti kebutuhan sehari-hari atau melakukan
aktivitas simpan-pinjam,” katanya.

Diungkapkannya, organisasinya telah mengucurkan kredit sebesar 40 miliar rupiah
hingga saat ini dimana bunga yang diberikan rata-rata 2 persen di bawah suku bunga
bank komersial.

Umumnya kredit tersebut digunakan oleh anggota Kokarga untuk menyelesaikan
pendidikan anak, kesehatan, dan memenuhi kebutuhan sandang, pangan, serta papan.
Sedangkan untuk penyimpanan, Kokarga memberikan bunga sekitar dua persen di atas
bank komersial.

Agresifnya Kokarga melakukan aktivitas membuat organisasi ini diganjar oleh salah
satu majalah yang khusus mengupas masalah koperasi sebagai organisasi yang memiliki
omzet terbesar untuk tahun buku 2007. “Kami berada di peringkat ke -14. Tahun ini
kita menargetkan mampu berada di 10 besar,” jelasnya.

Dompet Digital
Selanjutnya Joni mengungkapkan, dalam rangka meningkatkan layanan koperasinya kepada
para anggota, pada akhir bulan November lalu Kokarga baru saja menggandeng Bank
Internasional Indonesia (BII) untuk menerbitkan kartu kredit bagi para anggota
Kokarga.

Kenyamanan yang diberikan oleh kartu kredit hasil co-branding tersebut adalah
didapatnya cash back sebesar 50 ribu rupiah oleh pengguna jika berbelanja di atas
500 ribu rupiah. Dan diperbolehkannya pengguna untuk berbelanja di atas 500 ribu
rupiah jika berbelanja di koperasi.

“Biasanya anggota berbelanja di koperasi hanya dibatasi sebesar 500 ribu rupiah.
Dengan adanya kartu ini anggota bisa berbelanja lebih banyak. Untuk sementara kita
menargetkan kartu ini bisa digunakan oleh sekitar 17 persen dari anggota atau
sekitar 1.500 orang,” ungkapnya.

Dijelaskannya, target yang ditetapkan untuk penggunaan kartu kredit sedikit minim
karena persyaratan untuk mendapatkannya tetap menggunakan standar perbankan. “Kita
juga tidak mau anggota terjerat dengan kredit konsumtif,” tuturnya.

Setelah penggunaan kartu kredit menjadi marak di anggota, lanjutnya, Kokarga akan
mengembangkan layanan dompet digital melalui kartu tersebut. Dompet digital semacam
layanan non tunai untuk transaksi micro payment.

“Kartu BII tersebut telah dilengkapi oleh chip. Nanti tinggal ditingkatkan untuk
bisa dikenali di electronic data capture (EDC) merchant tertentu. Tetapi jika BII
belum memungkinkan, tak terbuka ini dilaksanakan dengan pihak lain. Bidikan utama
kami, dompet digital dapat dilakukan untuk pembayaran tol bandara,” tuturnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s