021208 6 Perusahaan Incar Beli Menara BTEL

Sebanyak enam perusahaan penyedia menara tengah mengincar membeli 543 menara telekomunikasi milik Bakrie Telecom (BTEL) yang akan dijual Desember ini.

“Kami sedang menyeleksi perusahaan yang berminat. Jumlahnya enam perusahaan. Beberapa telah mempresentasikan penawarannya pada kami,” ungkap Direktur Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaedi, kepada Koran Jakarta, Senin (1/12).

Rakhmat mengungkapkan, jika Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Desember 2008 nanti aksi korporasi itu disetujui oleh pemegang saham, maka pada bulan ini juga 543 menara itu akan dijual beserta sarana dan prasarananya.

“Dari hasil penjualan ini akan ada dana segar sekitar 380 miliar rupiah. Ini akan digunakan untuk memenuhi belanja modal tahun depan,” katanya.

Secara terpisah, Wadirut Bakrie Telecom Bidang Jaringan, Muhammad Buldansyah menambahkan, penjualan menara itu sebagai bagian dari strategi BTEL untuk mengimplementasikan light asset strategy.

“Ke depan nilai depresiasi dari menara itu akan besar. Nah, dari pada ujungnya memberatkan perseroan, mending dijual sekarang,” tuturnya.

Pria yang akrab dipanggil Danny tersebut mengungkapkan, nantinya BTEL akan menyewa kembali menara tersebut kepada pemenang karena titik menara tersebut selama ini sesuai dengan pengembangan jaringan perseroan.

“Karena itu saya tidak khawatir langkah ini menghambat ekspansi jaringan di masa depan. Wong, site itu masih bisa dipakai kok,” tuturnya.

Berdasarkan catatan, BTEL adalah perusahaan telekomunikasi kedua yang melakukan penjualan menara BTS setelah PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) yang sedang mempersiapkan penjualan 700 menaranya. Per 30 September 2008 BTEl memiliki total aset 8,1 triliun rupiah diantaranya adalah 2.500 BTS. Sementara belanja modal untuk tiga tahun ke depan sebesar 600 juta dollar AS telah terpenuhi semuanya tahun ini.

Menurut sumber yang dekat dengan operator milik keluarga Bakrie tersebut, perusahaan yang telah melakukan presentasi ingin membeli menara BTEL adalah anak usaha Sinar Mas Grup, Protelindo, dan Indonesia Tower . Dua perusahaan terakhir juga ikut dalam tender pembelian menara XL.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s