011208 Tarif Angkutan Umum Wajar Tidak Diturunkan

Tidak turunnya tarif angkutan umum meskipun telah terjadi penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sekitar 8,3 persen dari 6 ribu rupiah menjadi 5.500 rupiah dinilai merupakan hal yang wajar.

“Komponen BBM hanya mempengaruhi biaya operasional angkutan umum itu sebesar 2 hingga 3 persen. Dan penurunan itu hanya terjadi untuk jenis premium, padahal angkutan umum itu kebanyakan menggunakan BBM jenis solar,” ujar pengamat transportasi darat Wiryanto kepada Koran Jakarta, Minggu (30/11).

Dikatakannya, jika pemerintah menurunkan BBM jenis premium hingga 1.000 rupiah, barulah wajar dilakukan permintaan evaluasi tarif untuk jenis angkutan umum yang mengonsumsi bahan bakar tersebut.

“Sebenarnya yang paling mempengaruhi biaya operasional angkutan darat itu adalah harga suku cadang. Komponen ini berdasarkan studi bisa berkontribusi hingga 25 persen. Seharusnya pemerintah memikirkan bagaimana menurunkan komponen tersebut karena fluktuasi nilai dollar AS,” jelasnya.

Pada kesempatan lain, Dirjen hubungan darat Suroyo Alimoeso memastikan, tarif angkutan umum tidak akan diturunkan meski harga jual premium telah diturunkan mulai 1 Desember 2008.


“Kami dengan Organda sudah sepakat, tarif angkutan umum tak bisa diturunkan karena penurunan harga premium itu hanya berpengaruh 3,4 persen dari komponen tarif,” katanya.


Namun, Suroyo memperkirakan, dampak berbeda pada penghitungan komponen tarif dimungkinkan, jika harga solar juga diturunkan oleh pemerintah.

Menurut dia, ketika nilai tukar mata uang Indonesia menyentuh level
12.000 rupiah per dolar AS, harga suku cadang mengalami kenaikan hingga di atas 100 persen.

“Karena itu, kami sudah membicarakan mengenai keinginan adanya suatu pemisahan tarif. Pertama, struktur biaya yang dipengaruhi harga BBM dan suku cadang. Kedua, struktur biaya yang dipengaruhi beban lain,”ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal sebelumnya, mengatakan kedua belah pihak melihat penurunan harga satu jenis BBM tidak bisa langsung menjadi acuan untuk menurunkan tarif.


“Organda memberikan penjelasan turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berdampak pada kenaikan struktur biaya, besarnya lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan BBM,” ujarnya.

Menhub menambahkan, hasil diskusi dengan Organda memang melihat adanya penurunan struktur biaya terkait BBM ketika harganya diturunkan.


Namun, karena melemahnya nilai tukar rupiah, dampak atas penurunan harga BBM tersebut tidak menjadi signifikan. “Karena harga suku cadang sangat terpengaruh fluktuasi mata uang asing terhadap rupiah,” kata Jusman.

Secara terpisah, Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Murphy Hutagalung mengakui, sulit bagi pengusaha untuk menurunkan tarif angkutan karena perlakuan pemerintah terhadap mobil pribadi dan angkutan umum sama saja.

“Penurunan premium itu kan lebih menguntungkan kendaraan pribadi. Dan jika pun ada angkutan umum yang menikmatinya, tetapi harganya masih sama dengan mobil pribadi. Jadi, bagaimana mau menurunkan tarif,” jelasnya.

Diungkapkannya, saat ini tingkat isian dari setiap angkutan umum cenderung mengalami penurunan karena masyarakat menengah bawah beralih ke sepeda motor. “Jadi, jika mau minta tarif diturunkan harusnya harga BBM untuk angkutan umum dibedakan dengan mobil pribadi. Jika tidak, masyarakat ke depan akan lebih besar lagi mengeluarkan biaya untuk transportasi. Sekarang saja sudah mencapai 30 persen dari pendapatan bulanannya,” jelasnya.

Selain meminta BBM disubsidi, Murphy juga meminta, pemerintah untuk mensubsidi harga suku cadang akibat kenaikan nilai dollar AS. “Sejak kenaikan awal tahun ini janji subsidi itu tidak pernah direalisasikan. Sebaiknya itu dijalankan, agar pengusaha bisa bertahan,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s