011208 Lembaga Pelayanan Navigasi Udara: BLU Lebih Transparan

20_18_2-air-atlanta-boeing-747-200-tf-atb_webDepartemen perhubungan menegaskan, dipilihnya lembaga pelayanan navigasi berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) untuk  menjamin transparansi pengelolaan navigasi udara.

 

“Pemerintah memilih bentuk BLU itu bukan tanpa alasan. Itu adalah pilihan terbaik dari yang ada saat ini,” tegas juru bicara Departemen Perhubungan Udara Bambang S Ervan di Jakarta, akhir pekan lalu.

 

Ditegaskannya, meskipun lembaga navigasi berbentuk BLU, tetapi nantinya tidak akan berada di bawah direktorat jenderal hubungan udara, melainkan langsung di bawah menteri perhubungan.

 

“Selain itu akan ada jaminan lembaga tersebut bisa berinvestasi untuk pengembangan peralatan dan menjaga kesejahteraan karyawannya. Dan gaji karyawannya tidak akan turun dari yang mereka dapatkan sekarang,” tuturnya.

 

Saat ini pengelolaan jasa pelayanan pemanduan lalu lintas udara masih dipegang dua BUMN, yaitu PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II. Ke depan, ketika sistim navigasi tunggal  diimplementasikan, maka secara otomatis kewenangan kedua perusahaan itu dalam pelayanan pemanduan lalu lintas udara akan terhapus.

 

Sistem navigasi tunggal tersebut diyakini akan meningkatkan biaya lintas udara (Overflight service charge) dari 5 sen dollar menjadi 5 dollar per rute penerbangan sehingga bisa menjadi tambahan devisa bagi negara.

 

Berkaitan dengan keberatan dari  Asosiasi Pemandu Lalu Lintas Udara Indonesia (Indonesia Air Traffic Controllers Association/IATCA) jika lembaga navigasi berbentuk BLU, Bambang mengatakan, selama ini pihaknya telah berulang kali mengundang asosiasi tersebut untuk berdiskusi, tetapi tidak pernah dipenuhi.

 

“Kita sudah undang mereka membahas soal ini. tetapi tidak dipenuhi. Sepertinya organisasi tersebut sudah ambil posisi untuk menentang pembentukan BLU tanpa mau melihat sisi positifnya,” katanya.

 

Sebelumnya, Presiden  IATCA, Adry Gunawan  mengungkapkan, jika lembaga pada badan usaha berbentuk BLU, dikhawatirkan tidak ada pemisahan antara fungsi regulator, operator, investigator, dan auditor.

 

Hal ini karena menurut aturan pembentukan BLU, lembaga tersebut cukup berada di bawah unit direktorat. “Ini kan artinya berada di bawah Direktorat Jenderal Hubungan Udara (DJU). Artinya sama saja regulator dan operator belum dipisahkan,” tegasnya.

 

Adry mengingatkan, jika lembaga tersebut berbentuk BLU  diragukan akan mampu berinvestasi jangka panjang karena birokrasi untuk menyetujui strategi tersebut sangat panjang. “Padahal di masalah navigasi itu jika radar rusak harus segera diperbaiki. Nah, bagaimana mau diganti kalau harus menunggu dana dari menteri keuangan dulu,” katanya.

 

Pengamat Penerbangan Suharto Madjid mengatakan, jika pemerintah memaksakan lembaga tersebut berbentuk BLU, nantinya bisa mempengaruhi kinerja karyawannya. Selain itu, di Indonesia belum ada sejarah BLU bisa sukses. Contoh kongkrit adalah  amburadulnya manajemen TransJakarta  mengelola Busway. 

 

Menurut dia, mengelola sistem navigasi membutuhkan keseriusan dan investasi yang besar, jika dijalankan oleh badan usaha berbentuk BLU, dikhawatirkan para karyawan menjadi tidak tenang bekerja karena suasana perusahaan tidak kondusif.

 

“Jika badan usaha berbentuk BUMN, ada keterjaminan negara siap menyuntik dana apabila terjadi apa-apa. Tetapi, BLU belum tentu itu terjadi. Bisa saja di tengah jalan nantinya bermasalah,” katanya.[dni]

1 Komentar

  1. Tolong yang gak ngerti ATS, gak pernah sekolah ATS, gak pernah kerja jadi personil ATS jangan banyak mulut sok tau bicara ATS. BLU itu kan akal akalan baru yang ujung ujungmya jabatan dan duwit. Ngaku bae laah.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s