281108 Lembaga Pelayanan Udara Akan Berbentuk BLU

planePemerintah akan lebih memilih lembaga pelayanan udara berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) ketimbang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena sudah disetujui oleh parlemen dan sesuai regulasi International Civil Aviation Organization (ICAO).

Dirjen Perhubungan Udara Budhi Mulyawan Suyitno mengungkapkan, terdapat tiga opsi untuk mengembangkan sistem navigasi udara tunggal di Indonesia . Pertama, membuat BLU untuk mengelola sistem navigasi. Kedua, menyerahkan pengelolaan oleh BUMN, dan ketiga mempertahankan kondisi yanga ada selama ini

Saat ini pengelolaan jasa pelayanan pemanduan lalu lintas udara masih dipegang dua BUMN, yaitu PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II. Ke depan, ketika sistim navigasi tunggal diimplementasikan, maka secara otomatis kewenangan kedua perusahaan itu dalam pelayanan pemanduan lalu lintas udara akan terhapus.

Sistem navigasi tunggal tersebut diyakini akan meningkatkan biaya lintas udara (Overflight service charge) dari 5 sen dollar menjadi 5 dollar per rute penerbangan sehingga bisa menjadi tambahan devisa bagi negara.


“ Kami lebih memilih untuk menggunakan opsi pertama yakni membuat BLU,” ujarnya di Jakarta , Kamis (27/11).

Menurut dia, pilihan yang dibuat pemerintah dengan membentuk BLU adalah menjadikan lembaga tersebut mampu memenuhi kewajiban publiknya, tidak bergantung kepada subsidi pemerintah karena keuntungan yang didapat harus ditanamkan dalam bentuk investasi peralatan, dan karyawannya dibayar secara profesional.

Budhi juga menegaskan, bentuk BLU untuk mengelola pelayanan lalu lintas udara sejalan dengan isi konvensi internasional penerbangan sipil (Chicago Convention) yang digelar Desember 1944 silam. Di mana, saat itu, pemerintah Indonesia ikut menandatanganinya.

Dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa keselamatan dan keamanan menjadi tanggungjawab regulator. ”Sehingga jika ada kekurangan dana untuk investasi fasilitas, pemerintah wajib memberikan subsidi langsung,” jelas Budhi.

Budhi menjamin, BLU tersebut akan bekerja secara profesional dan tidak tumpang tindih wewenangnya seperti selama ini karena bertanggung jawab langsung ke Menteri Perhubungan.

Presiden International Civil Aviation Organization (ICAO), Roberto Kobeh Gonzales menambahkan, idelanya lembaga pengelola navigasi udara di bawah kontrol pemerintah karena tidak hanya menangani penerbangan sipil, tetapi juga militer. “Idelanya lembaga itu non profit. Tetapi harus mampu membiayai operasional dan berinvestasi untuk peralatannya,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Presiden Asosiasi Pemandu Lalu Lintas Udara Indonesia (Indonesia Air Traffic Controllers Association/IATCA), Adry Gunawan mengungkapkan, jika lembaga pada badan usaha berbentuk BLU, dikhawatirkan tidak ada pemisahan antara fungsi regulator, operator, investigator, dan auditor.

Hal ini karena menurut aturan pembentukan BLU, lembaga tersebut cukup berada di bawah unit direktorat. “Ini kan artinya berada di bawah Direktorat Jenderal Hubungan Udara (DJU). Artinya sama saja regulator dan operator belum dipisahkan,” tegasnya.

Adry mengingatkan, jika lembaga tersebut berbentuk BLU diragukan akan mampu berinvestasi jangka panjang karena birokrasi untuk menyetujui strategi tersebut sangat panjang. “Padahal di masalah navigasi itu jika radar rusak harus segera diperbaiki. Nah, bagaimana mau diganti kalau harus menunggu dana dari menteri keuangan dulu,” katanya.

Adry pun meragukan, dibentuknya tim transformasi penerbangan sipil Civil Aviation Transport Team (CATT) sebagai advisor pembentukan system navigasi tunggal akan mampu mengakomodasi kepentingan Air Traffic Controller (ATC) karena di badan tersebut lebih sarat perwakilan maskapai.

“Bisnis penerbangan itu isinya maskapai, pengelola bandara, dan ATC. DI CATT itu isinya maskapai semua. Ini maksudnya apa? Bagaimana mau mengakomodasi kepentingan ATC kalau yang menentukan pemain lain,” sesalnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s