271108 Regulator Berusaha Penuhi Standar Aturan Internasional

a380Regulator penerbangan sipil Indonesia berjanji segera memenuhi aturan penerbangan internasional seiring disahkannya Undang-undang Penerbangan tak lama lagi.

“Alasan dari Uni Eropa masih tidak mencabut embargo itu kan karena mereka menilai ada poin-poin dari aturan internasional yang belum diadaptasi oleh regulasi lokal. Nah, jika UU penerbangan disahkan, secepatnya akan dilakukan ratifikasi,” ujar juru bicara Departemen Perhubungan Bambang S Ervan kepada Koran Jakarta , Rabu (26/11).

Dikatakannya, dalam RUU penerbangan beberapa regulasi internasional sudah diadopsi seperti pemisahan regulator dan operator bandara dan lainnya. “Nanti akan dibentuk Badan Layanan Umum (BLU) untuk pengelolaan navigasi. Begitu juga aturan lainnya,” katanya.

Bambang mengatakan, pemerintah saat ini lebih fokus kepada proses pemenuhan tersebut sementara masalah adanya pembahasan dari UE untuk mencabut pada Februari atau Maret 2009 diserahkan pada negara-negara Eropa itu.

“Yang jelas, besok (Kamis, 27/11) Presiden organisasi penerbangan sipil internasional (ICAO) datang ke Indonesia . Dan kita akan tunjukkan komitmen pemerintah memenuhi aspek keselamatan sesuai standar mereka,” jelasnya.

Secara terpisah, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyarankan, pemerintah untuk lebih fokus memenuhi aspek teknis yang diminta oleh UE ketimbang sibuk berdiplomasi atau melakukan lobi.

“Ini masalah teknis, jangan dicampur adukkan dengan lobi politik. Jika masalah teknis sudah dipenuhi, wajar dilakukan lobi,” jelasnya.

Sebelumnya, otoritar UE mengatakan, diperpanjangnya pencabutan embargo karena diragukannya kemampuan regulator lokal untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh maskapai lokal, tidak adanya pemisahan peran regulator dan operator, serta posisi dari Direktorat Perhubungan Udara yang tidak otonom.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Ari Sapari mengatakan, pihaknya untuk larangan terbang tersebut mengikuti kebijakan dari pemerintah. “Kita ikut pemerintah saja. Yang jelas untuk standar keselamatan, Garuda sudah mengantongi sertifikat IOSA dari IATA,” tegasnya.

Sebagai perusahaan, lanjutnya, selama ini kerjasama dengan perusahaan dari Eropa lebih bersifat business to business (B2B).

Garuda sendiri, lanjutnya, akan mendatangkan 25 pesawat Boeing 737 seri 800 NG pada 2009. Pesawat generasi terbaru yang memiliki daya jelajah cukup canggih itu, merupakan bagian dari 50 unit pesawat yang telah dipesat Garuda.


Pesawat yang dikirim langsung dari pabrik Boeing Co itu, nantinya akan melayani penerbangan domestik dan regional yang akan menggantikan sejumlah posisi lain yang usia tehnisnya sudah cukup uzur.25

Sementara dari sisi operasional Garuda akan mengefisienskan konsumsi Avtur. Hal ini karena harga dollar AS yang terus naik memaksa pihaknya perlu menyusun strategi menurunkan biaya operasional. Salah satunya adalah menekan penggunaan bahan bakar avtur hingga 3 persen pada 2009.

”Kalau meilhat angkanya, tiga persen memang kecil. Tetapi eksesnya lumayan besar. Karena dalam komponen struktur operasional Garuda, penggunaan BBM paling besar, mencapai 48 persen,” ujarnya.

Menurut Ari, dalam setahun, Garuda mengkonsumsi sedikitnya 900 juta liter avtur. ”Jika dikalikan 3 persen, berarti kita sudah melakukan efisiensi sekitar 27 juta liter. Ini angka yang signifikan,” jelasnya.

Selain menekan penggunaan BBM, lanjut Ari Sapari, strategi lain yang bakal diterapkan Garuda adalah melakukan efisiensi terkait masalah teknis untuk mendukung upaya pengefisiensian bahan bakar. Di antaranya, mengevaluasi penentuan rute, cara menerbangkan pesawat, serta mendisiplinkan penumpang dalam hal pengaturan bagasi.

Garuda bersama tiga operator lainnya adalah maskapai yang diusulkan regulator untuk dicabut embargonya oleh UE. Tiga maskapai lainnya adalah PT Mandala Airlines, PT Premi Air, dan PT Air Fast.

Secara bisnis bagi Garuda Indonesia madanya larangan terbang tersebut membuat perseroan mengalami kerugian (potential loss) sebesar 13,8 miliar rupiah per bulan.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s