251108 BRTI Harus Diisi Kaum Muda

Keanggotaan dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) periode 2009-2011
disarankan diisi oleh kaum muda dan bersih dari kepentingan operator.

brti“BRTI itu adalah wasit dan penjaga aturan main di industri telekomunikasi.
Sebaiknya diisi oleh kaum muda yang berintegritas tinggi dan mengerti industri
telekomunikasi,” tegas Ketua Komite Nasional Telekomunikasi Indonesia (KNTI)
Srijanto Tjokrosudarmo kepada Koran Jakarta, Senin (24/11).

Dia meminta, tim seleksi anggota BRTI yang akan menyaring lima orang perwakilan
masyarakat tidak memilih mantan pejabat tinggi negara atau operator untuk terpilih
menjadi anggota komite regulasi karena bisa membuat lembaga tersebut tidak
produktif.

“Jika para mantan direksi operator tersebut yang menjadi anggota komite dapat
dipastikan ada konflik kepentingan. Sementara jika mantan pejabat negara
dikhawatirkan BRTI hanya menjadi tempat istirahat mengisi waktu pensiun,” katanya.

Menurut dia, kiprah BRTI selama ini kurang bergigi di industri telekomunikasi tak
dapat dilepaskan dari kurangnya anak muda yang mengisi posisi di lembaga tersebut.
“BRTI perlu 10 orang seperti Saudara Heru Sutadi. Selain vokal, Saudara Heru juga
mengerti industri,” katanya.

Heru Sutadi adalah anggota komite regulasi periode 2007-2009. Bagi sebagian
eksekutif operator mantan pegawai di salah satu vendor jaringan internasional
tersebut  dinilai kontroversial karena sering berbicara terbuka ke media massa.
Bahkan, julukan selebritis telekomunikasi pun menempel pada diri seorang Heru karena
berani beradu argumen di berbagai ajang seminar dan media massa.

Secara terpisah, Juru bicara Depkominfo Gatot S Dewo Broto mengungkapkan, kandidat
yang lolos dari seleksi administrasi anggota BRTI tersisa 46 orang. “Sebelumnya
jumlah kandidat 88 orang, karena tersangkut masalah umur dan kompetensi, sebagian
terpaksa digugurkan,’ tuturnya.

Berkaitan adanya mantan pejabat operator yang ingin bergabung di BRTI, Gatot
mengatakan, hal itu tak dapat dicegah,”Kami menerima kandidat dari operator.
Namun, jika terpilih, dia harus melepaskan semua jabatannya di perusahaan
lama”.[dni]

2 Komentar

  1. Yang dibutuhkan BRTI itu jelas orang yang netra dan berani berbuat untuk kepentingan masyarakat. Bukan yang berani bicara saja, tapi tidak berbuat. Atau berbuat tapi berpihak pada kepentingan operator atau pemerintah (Telko BUMN). Lha Heru masuk kategori mana? Sudah berbuatkah dia?…Nggak ada yang tahu. Beranikah dia? Berani memang berwacana –kalau tak mau dibilang hanya ngomong. Contohnya: sejak tahun lalu dia gembar-gembor akan menindak 4 CP yang bandel, nakal, ngampok pulsa dan sebagainya. Sampai setahun, nggak ada yang ditindak. Malah CP sudah berubah jadi HP (hadiah provider) juga gak ada yang ditutup.

    Sudah lah, selama BRTI masih sebagai alat pemerintah, mau seperti apa pun kehebatan anggotanya, ya sami mawon. Mereka tak lebih dari kepanjangan tangan pemerintah.

  2. Apa sih track record BRTI (dan anggota mudanya), yang sesuai kitahnya sebagai Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia? Nggak jelas…cuma bikin move-move untuk kepentingan publikasi (pribadi), omong doang, dan selanjutnya hilang tak berlanjut. Ngerjain hal2 yang kurang penting, nggak strategij …kayak manggil CP, dimarahin, lalu muncul di koran. Juga ngerjain hal-hal seremonial, kayak nge-test sinyal itu. Nggak heran kalau dapat label selebriti telekomunikasi. Mestinya dibedakan tugas Postel (yang memang sarat seremonialnya) dengan tugas BRTI lah. BRTI perlu orang yang tak cuma bisa NATO, tapi punya visi, bisa mikirin masa depan industri telekomunikasi. Kalau sekarang jadinya BRTI tumbuh tak ubahnya seperti LSM tapi diberi kekuasaan oleh pemerintah. Lalu, apa yang bisa diharapkan dari lembaga dan orang-orang seperti itu?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s