211108 Toleransi Tonase 0% Masih Butuh Sosialisasi

truk-antrePemberlakuan kelebihan muatan 0 persen (tonase 0%) di Pelabuhan Merak dan Bakauheni masih membutuhkan waktu untuk sosialisasi.

Sebelumnya, mulai 15 November lalu PT Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan telah memberlakukan toleransi tonase 0 persen, namun melihat kenyataan di lapangan, akhirnya perusahaan tersebut memberikan masa sosialisasi hingga 15 Desember nanti.

”Kami sebenarnya siap melakukan instruksi yang diberikan regulator. Tetapi melihat kenyataan di lapangan, beleid tersebut masih butuh sosialisasi,” ujar Dirut Indonesia Ferry, Bambang Soerjanto di Jakarta, Kamis (20/11).

Dikatakannya, pemberlakuan toleransi 0 persen atas kelebihan berat muatan mendukung penerapan transformasi bisnis dalam peningkatan pelayanan dan keselamatan.

”Pembatasan tonase terhadap truk, akan mengoptimalkan tingkat keamanan kapal. Sebagai regulator yang memberikan fasilitas kepada operator lain di lingkungan pelabuhan, kebijakan toleransi 0% atas kelebihan berat muatan juga dapat meningkatkan keuntungan bagi operator penyeberangan,” ujarnya.

Bukti dari kesiapan tersebut, sebanyak 7 truk yang melebihi muatan sebesar 30 ton pada tanggal 15 November dikeluarkan dari kapal oleh Indonesia Ferry. Begitu juga hingga tanggal 19 November tercatat ada 33 truk yang terkena denda karena kelebihan muatan.

Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Ali Moeso mengakui diperlukannya waktu sosialisasi untuk menerapkan kebijakan tersebut dan memaklumi langkah yang diambil Indonesia Ferry.

”Kami mengizinkan Indonesia Ferry untuk memberangkatkan truk-truk angkutan yang kelebihan muatan tersebut secara bertahap pada Rabu (19/11) malam setelah mengisi formulir surat pernyataan untuk mematuhi aturan toleransi 0% atas kelebihan berat muatan tersebut pada saat penyeberangan berikutnya,” jelasnya.

Meskipun memberikan toleransi, sebagai regulator Dephub tetap meminta Indonesia Ferry mengeluarkan denda bagi truk-truk yang melanggar. ”Jika tidak ada denda mereka tidak akan terkena efek jera. Nantinya masa sosialisasi lebih lama,” katanya.

Secara terpisah, Anggota Asosiasi Perusahaan Penyeberangan Indonesia (APPI) Bambang Harjo mengatakan, kebijakan tersebut dapat menambah efisiensi perawatan kapal sehingga masa pakai kapal menjadi lebih lama.

Dampak positif lainnya dari pemberlakuan kebijakan tersebut adalah terwujudnya penghematan anggaran untuk penyediaan bahan-bakar kapal, menjadikan stabilitas kapal semakin baik, serta dapat menghindari peristiwa-peristiwa yang disebabkan oleh bobot kapal yang melebihi standar. ”Kondisi tersebut dapat meningkatkan pendapatan karena adanya efisiensi dari operasional kapal,” tambah Bambang Harjo.

Sekjen Asosiasi Transporter Darat Indonesia (ATDI)
Desril Muchtar mengatakan pelaku usaha belum pernah memperoleh surat
pemberitahuan terkait dengan penerapan aturan kelebihan muatan itu.

“Pelaku usaha belum pernah memperoleh konfirmasi dan surat terkait
dengan tonase 0% dari PT Indonesia Ferry. Hingga saat ini masih
berlaku seperti biasa, yakni jika ada kelebihan muatan, ya bayar
denda,” tuturnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s